Kamis, 12 Juli 2018

Deklarasi Bogor Jadi Acuan Konferensi Ulama Se-dunia di Saudi



Deklarasi Bogor Jadi Acuan Konferensi Ulama Se-dunia di Saudi
Konferensi Ulama se Dunia tentang perdamaian di Afghanistan yang diselenggarakan oleh OKI (Organisasi Kerjasama Islam), 10-11 Juli di Jeddah Arab Saudi. (Dok. Istimewa)



Jakarta, CB -- Deklarasi Bogor yang dihasilkan dalam pertemuan ulama tiga negara, Pakistan, Afghanistan,Indonesia di Bogor menjadi acuan dalam Konferensi Internasioal Ulama se-Dunia demi pertamaian dan keamanan di Afghanistan yang digelar di Jeddah, Arab Saudi mulai Selasa (10/7).

Konferensi "International Ulema Conference on Peace and Security in Afghanistan", yang pertama diadakan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dihadiri sekitar 130 negara.

Indonesia diwakili oleh delegasi ulama yang diketuai Prof. Dr. KH. Quraish Shihab.



Muhamad Syafiq Samim, membacakan sambutan Ketua Ulama Senior Afghanistan Maulaya Qiyamuddin Kasyaf menyebutkan bahwa Deklarasi Bogor sebagai salah satu tonggak penting proses perdamaian di Afghanistan.



Wakil Tetap RI di OKI, Agus Maftuh Abegebriel mendampingi Ketua Delegasi Ulama Indonesia, Prof. Dr. KH. Quraish Shihab dan anggota delegasi KH. Muhyidin Junaidi dalam Konferensi Internasional Ulama untuk perdamaian Afghanistan di Jeddah Arab Saudi
Foto: Dok. Istimewa
Wakil Tetap RI di OKI, Agus Maftuh Abegebriel, Prof. Dr. KH. Quraish Shihab dan KH. Muhyidin Junaidi dalam Konferensi Internasional Ulama untuk perdamaian Afghanistan di Jeddah Arab Saudi
Emosional dan diselingi isak tangis, Syafiq juga menjelaskan beberapa butir penting yg perlu mendapat perhatian dalam proses perdamaian tersebut. Antara lain perlunya gencatan senjata dalam jangka yang panjang, perundingan secara inklusif dengan melibatkan Pemerintah Afghan dan Taliban, serta keharusan mengimplementasikan fatwa pertemuan ulama seluruh Afghanistan yang menyatakan bahwa penumpahan darah adalah haram dan dosa besar.

Pada sisi lain, Syeikh Imam Masjidil Haram yang juga penasehat Royal Court (Diwan Malaki), Saleh bin Abdullah Humaid menegaskan bahwa pentingnya menciptakan kehidupan yang tasamuh (toleran) dan harmoni (ta'ayusy) bagi bangsa Afghan.

"Deklarasi Bogor yang dihasilkan pada Trilateral Ulema Conference on Afghanistan yg diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2018 yang lalu mendapat apresiasi hangat dari peserta konferensi," ungkap Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi sekaligus Wakil Tetap RI untuk OKI, Agus Maftuh Abegebriel yang hadir di konferensi dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (11/7).




Deklarasi Bogor melibatkan para ulama dari tiga negara yaitu Afghanistan, Pakistan dan Indonesia.

Dalam pernyataannya Prof. Quraish Shihab menyampaikan salam Presiden Jokowi kepada para ulama peserta konferensi dan menegaskan bahwa Indonesia akan selalu komitmen untuk membangun jembatan damai dan kasih sayang untuk kemaslahatan rakyat Afghanistan.

Lebih lanjut Prof. Quraish Shihab juga menyampaikan harapan Indonesia terhadap forum ini bisa menghasilkan langkah-langkah nyata menuju perdamaian di Afghanistan dengan tanpa memakai ungkapan yang bisa menyinggung salah satu pihak di Afghanistan.



Dubes Abegebriel menambahkan bahwa kehadiran Indonesia dalam konferensi ini menunjukkan keseriusan Pemerintah RI dalam menyelesaikan konflik dengan menebarkan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan.

Dubes Abegebriel juga menginformasikan bahwa pada hari Rabu jam 9.30 Waktu Saudi, Ketua Delegasi Ulama Indonesia, Prof Quraish Shihab akan diundang khusus oleh Raja Salman di Istana as-Salam, Jeddah.

Konferensi pada hari kedua akan dilanjutkan di Wisma Tamu Kerajaan, Makkah Al-Mukarramah dan akan ditutup dengan Deklarasi Makkah untuk merealisasikan perdamaian di Afghanistan.



Credit  cnnindonesia.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar