Tampilkan postingan dengan label SWEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SWEDIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2019

Rusia Usir Dua Diplomat Swedia


Rusia Usir Dua Diplomat Swedia
Foto/Ilustrasi/Istimewa

STOCKHOLM - Rusia telah mengusir dua diplomat Swedia dari Moskow sebagai bagian dari langkah timbal balik melawan Stockholm. Hubungan antara kedua negara telah jatuh ke titik nadir dalam beberapa tahun terakhir atas tindakan Rusia di Ukraina dan kericuhan di Baltik.

"Swedia sebelumnya telah membuat keputusan bahwa seorang diplomat Rusia tidak akan diperpanjang visanya dan setelah itu, kami telah menolak aplikasi Rusia untuk visa diplomatik," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Swedia.

"Rusia telah menjawab dengan meminta dua diplomat Swedia untuk meninggalkan Rusia," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/5/2019).

Juru bicara itu menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri Swedia mengatakan pada Desember lalu Moskow telah meminta salah satu diplomatnya untuk meninggalkan Rusia setelah Stockholm menolak dua permohonan Rusia untuk visa diplomatik.

Saat ditanya apakah Kremlin telah mengusir dua diplomat Swedia sebagai tanggapan atas penolakan visa Stockholm, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pihaknya tidak mempunyai keharusan untuk mengomentarinya.

"Tanpa merinci, saya dapat mengatakan bahwa jawabannya ada dalam pertanyaan," kata Zakharove seperti dikutip kantor berita TASS.

"Saya berbicara tentang frasa 'sebagai respons'," katanya, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Pada bulan Februari, Swedia menangkap seorang pria karena dicurigai memata-matai dan telah direkrut sebagai agen oleh perwira intelijen Rusia yang bekerja di bawah perlindungan diplomatik di Swedia.

Diplomat itu masih berada di Swedia pada bulan Maret dan Kementerian Luar Negeri Swedia memanggil duta besar Rusia untuk meminta diplomat itu pergi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Swedia tidak dapat mengkonfirmasi apakah diplomat tersebut telah pergi.

Swedia adalah salah satu negara yang mengusir seorang diplomat Rusia setelah serangan racun di Salisbury, Inggris pada Maret tahun lalu, yang oleh Uni Eropa ditimpakan kesalahan itu kepada Moskow. Namun Rusia membantah tuduhan itu.




Credit  sindonews.com



Rabu, 10 April 2019

35 Kota Swedia Bersedia Terima Kembali 230 Eks ISIS dan Keluarga



Warga sipil yang dievakuasi dari Baghouz menunggu di area pemeriksaan yang dikoordinir oleh Pasukan Demokrat Suriah. [CNN]
Warga sipil yang dievakuasi dari Baghouz menunggu di area pemeriksaan yang dikoordinir oleh Pasukan Demokrat Suriah. [CNN]

CB, Jakarta - Swedia akan menerima sekitar 150 eks militan ISIS dan istri mereka, bersama 80 anak-anaknya setelah ISIS tumbang di Baghouz, Suriah.
Ketika banyak yang menekankan bahwa menerima kembali eks militan itu berbahaya, tetapi kota-kota Swedia bersedia menyambut mereka dan hanya satu kota yang menolak.

Sebanyak 35 kota sedang bersiap untuk menerima hingga 230 orang yang kembali dari daerah Timur Tengah yang sebelumnya dikendalikan oleh ISIS, menurut surat kabar Dagens Nyheter, dikutip dari Sputnik, 8 April 2019.

Daftar calon pengungsi yang kembali dari Suriah dan Irak termasuk 150 eks militan dan istri mereka, serta 80 anak-anak.
Pada 24 April, Pusat Pencegahan Kekerasan Ekstremisme (CVE) akan mengadakan diskusi dengan pemerintah kota tentang bagaimana penerimaan harus dilanjutkan.

Menurut CVE, sangat penting untuk memiliki fokus pencegahan kejahatan. Tujuannya adalah untuk mencapai gambaran yang jelas tentang situasi dan kemudian menyesuaikan upaya yang akan diterapkan.
"Ini bisa mengenai dukungan dan bantuan yang dapat disediakan oleh pemerintah kota. Tetapi juga sistem perawatan kesehatan harus berpartisipasi, termasuk dalam bentuk psikiatri," kata kepala CVE Jonas Trolle kepada Dagens Nyheter.
Sementara Trolle menekankan pentingnya penuntutan mereka yang bersalah atas pelanggaran teroris dan kejahatan perang, ini mungkin membuktikan tugas yang sulit untuk diselesaikan karena masalah pembuktian.

Sebuah pemandangan yang memperlihatkan sebuah kamp pengungsi untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran antara Pasukan Demokratik Suriah dengan Militan ISIS di Ain Issa, Suriah, 3 Oktober 2017. REUTERS
Sejauh ini, Swedia telah menerima puluhan orang yang kembali, tetapi hanya satu kasus yang berakhir dengan persidangan dan hukuman.
Trolle menekankan bahwa mantan pria atau perempuan ISIS, dan bahkan anak-anak mungkin termotivasi secara ideologis.

Menurut Trolle, keyakinan ekstremis mereka dapat menghasilkan bentuk-bentuk serangan teroris yang lebih sederhana, tetapi juga dalam radikalisasi yang cepat di lingkungan mereka.

"Akan sangat berbahaya jika mereka pulang dan merasa bahwa mereka memiliki carte blanche (kewenangan tanpa syarat), ini dapat memicu radikalisasi lebih lanjut di semua jenis lingkungan ekstremis," jelas Trolle.
Pada hari Jumat, CVE bertemu dengan Save the Children, psikiater anak-anak dan perwakilan dari layanan sosial untuk secara khusus mendiskusikan strategi perawatan yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak yang kembali.
"Sangat penting bagi kami untuk mengumpulkan semua pihak yang relevan dan mengklarifikasi kebutuhan yang ada," jelas Jonas Trolle.

Sebelumnya, nasib mengembalikan eks militan ISIS dan keturunan mereka, yang lahir di Timur Tengah, memicu reaksi beragam dan terpolarisasi di Swedia.
Imam Kashif Virk dari cabang Islam Ahmadiyah berpendapat bahwa teroris ISIS pantas mendapat kesempatan kedua dan butuh bantuan.
Dalam pendapatnya untuk Dagens Samhälle, Kashif juga mengecam politisi Swedia karena tidak melakukan cukup banyak untuk membantu minoritas, dengan menyebut frustrasi sebagai alasan utama mengapa orang bergabung dengan kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIS.



Credit tempo.co



Kamis, 28 Maret 2019

Indonesia-Swedia kerja sama pertahanan melalui pelatihan tentara


Indonesia-Swedia kerja sama pertahanan melalui pelatihan tentara

Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro (kanan), dalam pertemuannya dengan Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Ruang VIP Suma Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (27/3/2019). (Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm)



... kesempatan bagi kita untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dalam menguasai teknologi radar, kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, sistem alutsista yang terpadu dan mudah dijalankan...

Jakarta (CB) - Pemerintah Indonesia dan Swedia mewujudkan kerja sama pertahanan antarkedua negara melalui pemberian pelatihan oleh Swedia bagi perwira-perwira TNI, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm yang diterima di Jakarta, Rabu.

"Kami sangat bangga bahwa para perwira TNI dari ketiga matra mendapat pendidikan dan kursus mengenai sistem radar, teknologi dan inovasi (di Swedia)," kata Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro.

Pernyataan itu disampaikan Hapsoro dalam pertemuannya dengan Kepala Staf TNI AU, Yuyu Sutisna, Rabu pagi (27/3), di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ia menyebutkan, kursus dan pelatihan untuk 21 perwira TNI secara gabungan itu dilakukan pada 6-23 Maret 2019 di empat kota Swedia, yaitu Gotheborg, Karlskoga, Linköping, dan Stockholm.

Sebagai informasi, kesemua kota itu adalah kota-kota penting di mana riset dan pengembangan, pengembangan desain, rancang-bangun, dan produksi sistem-sistem pertahanan dari Saab AB berada.

Gotheborg menjadi "rumah" bagi sistem penginderaan dan radar serta sistem peringatan dini dan komando, Erieye dan GlobalEye, serta Giraffe. Karlskoga adalah "rumah" bagi sistem pertahanan bawah air dan kapal selam, di antaranya adalah kapal selam A26.

Linköping adalah pusat pengembangan sistem pertahanan udara dan pesawat tempur, di antaranya tempat di mana jet tempur multi peran JAS39 Gripen C/D dan E/F dikembangkan, sedangkan Stockholm adalah kantor pusat industri pertahanan dari Swedia itu.

Menanggapi hal yang dikatakan Hapsoro itu, Sutisna menyatakan, pelatihan teknologi militer dari Swedia itu harus dimanfaatkan secara baik oleh TNI.

"Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dalam menguasai teknologi radar, kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, sistem alutsista yang terpadu dan mudah dijalankan," ujar dia.

Ia pun menekankan pentingnya kerja sama dalam alih teknologi militer serta produksi, khususnya untuk industri strategis dan jaminan kualitas. "Swedia termasuk beberapa negara yang memiliki teknologi dan kapasitas yang diandalkan untuk bidang ini," kata dia.

Menurut keterangan resmi Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm, materi transfer pengetahuan dalam pelatihan untuk tentara Indonesia di Swedia, antara lain adalah konsep dan pelaksanaan triple helix, inovasi dan teknologi, radar darat, dan sistem peringatan dini dan komando udara (AEW&C). Di dunia, Swedia menempati peringkat atas dalam hal teknologi dan inovasi.

Selanjutnya, Hapsoro menjelaskan, saat ini kerja sama pertahanan kedua negara telah memiliki payung hukum yang kuat, yaitu nota kesepahaman yang telah ditandatangi antara Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Pertahanan Swedia, Peter Hultqvist. Nota kesepahaman tentang Kerja sama pertahanan Indonesia-Swedia itu ditandatangani pada Desember 2017.

"Kalau basis dari kerja sama Indonesia dan Swedia adalah nota kesepahaman, maka sudah tiba saatnya untuk saling kunjung," kata Hapsoro.

Berdasarkan keterangan itu, pemerintah Swedia sangat mengharapkan ada kunjungan dari tim TNI AU untuk mengunjungi fasilitas dan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan industri pertahanan swasta di Swedia.

Sutisna menyatakan penghargaannya kepada Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm atas informasi itu dan segera akan mengatur rencana saling kunjung di tingkat perwira tinggi. 




Credit  antaranews.com



Senin, 11 Maret 2019

Gereja Protes, Band Metal Asal Swedia Batal Tampil di Singapura



Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab
Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab

CBSingapura – Dewan Nasional Gereja Singapura atau NCCS mengekspresikan apresiasinya kepada kementerian Dalam Negeri atau MHA Singapura soal pembatalan konser band musik Watain di Singapura.

Band black metal asal Swedia ini semula akan tampil pada Kamis sore di Singapura. Namun, konser ini dibatalkan pada Kamis sore menjelang konser oleh Otoritas Pembangunan Media Infocomm karena pertimbangan keamanan dari kementerian Dalam Negeri.
“NCCS berbagi keprihatinan serius seperti MHA terhadap nilai-nilai yang diwakili dan dibela oleh Watain,” kata Uskup Terry Kee, Presiden NCCS, seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 9 Maret 2019.
Kee melanjutkan,”Kami sangat setuju dengan penilaian NHA mengenai sejarah band yang cenderung merendahkan agama-agama dan mempromosikan kekerasan. Ini berpotensi menimbulkan kebencian dan mengganggu harmoni sosial di Singapura.”

Kee mengatakan serangan band Watain terhadap keyakinan Kristen lewat lagu-lagunya mernimbulkan gangguan dan rasa sakit yang bisa mengganggu keharmonisan agama.
“Kami juga merasa prihatin terhadap dukungan terbuka Watain terhadap kekerasan bernuansa Setan yang berefek buruk terhadap kalangan anak muda yang mudah dipengaruhi dan resah,” kata Kee.
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri, K Shanmugam, mengatakan jika Watain diizinkan tampil di Singapura maka itu akan mengganggu,”Ketertiban publik dan berdampak pada keharmonisan sosial dan religius.”
Shanmugam menambahkan,”Selama beberapa hari terakhir ada banyak keprihatian. Jika Anda melihat band ini ada sejarah terkait sikap yang sangat menyerang terhadap orang Kristen dan Yahudi, dan mendukung kekerasan, termasuk mendorong pembakaran gereja-gereja.”

Menurut Shanmugam, band itu juga mendorong tindakan teroris dilakukan atas nama mereka selain band itu membuat berbagai pernyataan yang cukup menyerang.
Salah satu anggota panitia, Khaal, mengatakan dia awalnya berharap ada sekitar 150 orang penonton kemarin. Dia mengaku mengikuti semua aturan untuk bisa membawa band itu ke Singapura. “Saya prihatin semua orang yang telah melakukan perjalanan jauh ke sini untuk menonton jadi sia-sia saja,” kata dia.
Menyusul pembatalan mendadak ini, band Watain mengatakan alasan pemerintah Singapura sebagai tragis. “Terhadap para tikus yang tidak terhormat yang berada di belakang pelarangan ini, percayalah bahwa Anda dengan tindakan pengecut Anda hanya akan membawa masalah pada diri Anda sendiri,” kata band ini dalam pernyataan di Facebook seperti dilansir media Independent.Sg.





Credit  tempo.co


Jumat, 01 Maret 2019

Swedia Cokok Tersangka Mata-mata Rusia di Stockholm


Swedia Cokok Tersangka Mata-mata Rusia di Stockholm
Swedia tangkap seorang tersangka mata-mata Rusia. Foto/Ilustrasi/Istimewa

STOCKHOLM - Seorang karyawan perusahaan teknologi tinggi Swedia ditangkap otoritas keamanan setempat dengan tuduhan telah menjadi mata-mata untuk Rusia. Karyawan yang belum diidentifikasi itu ditangkap di Stockholm pada Selasa malam.

Media Swedia merilis video yang memperlihatkan tersangka dibawa dari sebuah restoran setelah bertemu dengan kontaknya.

Seorang saksi yang dikutip oleh surat kabar Swedia Aftonbladet mengatakan beberapa petugas polisi keamanan Swedia, yang dikenal sebagai Sapo, menyerbu restoran dan mengepung meja di mana dua orang sedang duduk makan.

Media Swedia mengatakan orang kedua juga ditahan dalam operasi itu tetapi kemudian dibebaskan setelah mengklaim kekebalan diplomatik.

"Tersangka telah mengerjakan tugas-tugas intelijen yang diketahui dilakukan oleh pemerintah asing," bunyi pernyataan dinas keamanan, tanpa memberikan perincian tugas intelijen yang dimaksud.

"Diduga kegiatan kriminal ini telah berlangsung sejak 2017," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari BBC, Jumat (1/3/2019).

Kepala kontra-intelijen Swedia, Daniel Stenling mengatakan, mereka yakin tersangka direkrut oleh seorang perwira intelijen Rusia yang menyamar sebagai diplomat. Stenling mengatakan ancaman keamanan terhadap Swedia sangat ekstensif dalam beberapa tahun.

"Perkembangan teknologi telah membuat upaya aktor negara untuk mengumpulkan intelijen di dunia maya lebih canggih," ujarnya.

"Pada saat yang sama, pendekatan pengumpulan-intelijen yang lebih tradisional, menggunakan agen-agen yang direkrut untuk mengumpulkan informasi, masih digunakan. Kombinasi ini memungkinkan aktor negara untuk memperluas dan memperdalam pengumpulan informasi rahasia mereka," imbuhnya.

Tahun lalu, kepala dinas keamanan Swedia mengatakan kepada BBC bahwa badan tersebut prihatin dengan meningkatnya campur tangan politik asing.

"Sangat penting bagi kami untuk mengikuti ini dan kami tidak malu di Swedia - kami mengatakan bahwa ancaman terbesar bagi keamanan kami dalam perspektif itu adalah Rusia," kata Anders Thornberg.

Analis percaya hal itu terkait dengan perdebatan di Swedia mengenai apakah akan negara itu mendekat ke NATO atau tidak. Ini membuat negara itu menjadi target khusus untuk Moskow. 




Credit  sindonews.com





Senin, 11 Februari 2019

Swedia Klaim Punya Pesawat Tempur Pembunuh Sukhoi Rusia


JAS 39 Gripen E.[Skies Magazine]
JAS 39 Gripen E.[Skies Magazine]



CB, Jakarta - Komandan Angkatan Udara Swedia, Mats Helgesson, mengklaim negaranya tengah mengembangkan pesawat tempur yang dirancang mampu menghancurkan Sukhoi Su-57, pesawat tempur generasi kelima Rusia.
Menurut laporan Sputnik, yang dikutip pada 10 Februari 2019, pesawat jet tempur bernama Saab JAS 39 Gripen E akan mampu mengalahkan superioritas pesawat tempur Sukhoi SU-57.

Seorang pakar pertempuran udara dari Royal United Service Instituted, Justin Bronk, mengatakan seri JAS39 Gripen dikenal karena kemampuan pertempuran elektroniknya atau electronic warfare (EW), yang diperbarui setiap dua tahun.
"Beberapa tahun yang lalu pilot Gripen bosan diolok-olok oleh pilot Typhoon Jerman dan datang untuk bermain dengan perang elektronik mereka dan memberi mereka kesulitan," kata Bronk.
Pesawat tempur Swedia JAS 39 Gripen E.[airforce-technology.com]
Pada saat yang sama, Bronk mencatat bahwa seorang pilot tidak pernah tahu sebelumnya apakah EW akan bekerja, dan bahkan jika itu terjadi, pilot tetap harus terlibat dalam pertempuran.
Untuk mengalahkan pejuang Rusia yang menakutkan dan rudal darat-ke-udara, AS sebagian besar telah beralih ke pesawat siluman. pesawat stealth harganya mahal dan harus dibangun sesuai bentuk pesawat, menurut laporan Business Insider.

Jika Rusia entah bagaimana memecahkan kode mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-35, sistem senjata paling mahal dalam sejarah itu akan mudah dihancurkan.
Tetapi Saab mengambil pendekatan berbeda, dan lebih murah, untuk memerangi pesawat tempur dan rudal antipesawat Rusia dengan memfokuskan pada serangan elektronik, yang memberi mereka keunggulan dibandingkan dengan selimut antiradar karena mereka dapat mengembangkan perangkat lunak tanpa membangun kembali dari bawah, menurut Bronk.
Tass melaporkan bahwa mesin dengan teknologi maju khusus untuk pesawat siluman akan diuji coba pada kuarter terakhir 2017. Saat ini, PAK-FA menggunakan mesin 117S tahap pertama. Mesin canggih Su-57 yang akan diuji coba belum diberi nama. Marina Lystseva/TASS
Saab berencana untuk memperbarui perangkat lunak pada Gripen E setiap dua tahun, memberikannya lebih banyak fleksibilitas untuk memenuhi tantangan yang berkembang, menurut Bronk.
Tetapi Bronk mencatat satu masalah dengan perang elektronik.
"Masalah dengan mendasarkan strategi bertahan hidup di sekitar rangkaian perang elektronik adalah Anda tidak benar-benar tahu apakah itu akan berhasil," katanya."Bahkan jika itu terjadi, itu akan menjadi pertempuran terus-menerus antara musuhmu dan dirimu untuk mendapatkan keunggulan pada pesawat tempur musuh saat bentuk gelombang dan metode serangan terus berubah."
Jika perang pecah antara Rusia dan Barat, Rusia kemungkinan akan berusaha sekuat tenaga untuk menekan kembali perang elektronik AS, daripada melawan Gripen Es Swedia, yang hanya akan ada beberapa lusin.

Seluruh konsep Gripen E untuk beroperasi di wilayah Swedia, mengambil keuntungan dari semua jenis medan yang tidak rata di bawah naungan rudal darat-ke-udara dengan rangkaian EW yang luar biasa yang secara teori seharusnya tetap aman dari mayoritas rudal Rusia dan ancaman udara ke udara," kata Bronk.
Meskipun tidak jelas seberapa kuat komponen EW dari JAS 39 Gripen E dibandingkan dengan Su-57, karena keduanya tidak pernah berkompetisi di udara, namun jet tempur Rusia mampu membawa muatan yang jauh lebih besar (10.000 kg), dibandingkan JAS 39 Gripen E dengan 5.300 kg dan mencapai kecepatan yang lebih tinggi (2,45 Mach) dibandingkan dengan 2 Mach oleh JAS Gripen E. Selain itu, pesawat tempur Sukhoi Rusia dikenal karena kemampuan manuvernya dalam pertempuran satu lawan satu.



Credit  tempo.co





Jumat, 08 Februari 2019

Pesawat Norwegia mendarat di Stockholm karena ancaman bom


Pesawat Norwegia mendarat di Stockholm karena ancaman bom
A Norwegian Air Shuttle plane is seen on the tarmac of the Arlanda airport, outside Stockholm, Sweden February 7, 2019. TT News Agency/Jonas Ekstromer via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. SWEDEN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SWEDEN. (REUTERS/TT NEWS AGENCY)





Stockholm (CB) - Sebuah pesawat maskapai Norwegia, Air Shuttle, dengan 169 penumpang di dalamnya kembali ke Bandara Arlanda di luar Stockholm dan dievakuasi pada Kamis (7/2) setelah mendapat ancaman bom, kata Kepolisian Swedia.

Kepolisian mengatakan ada ancaman bom terhadap pesawat tertentu yang kini mendarat di Arlanda.

"Ketika evakuasi selesai, pesawat akan digeledah oleh satuan penjinak bom nasional," kata Juru Bicara Kepolisian Towe Hagg.

Televisi Swedia mengatakan pesawat itu mengangkut beberapa anggota tim renang Swedia yang berangkat ke Prancis untuk mengikuti perlombaan dan kamp pelatihan.

"Semua orang duduk dengan tenang dan menunggu kapan kami bisa turun dari pesawat," kata perenang gaya bebas Isak Eliasson seperti dikutip SVT.

Otoritas Norwegia mengatakan ada ancaman terhadap pesawat dengan nomor penerbangan DY4321 yang terbang dari Arlanda menuju Nice di Prancis.



Credit  antaranews.com


Sabtu, 19 Januari 2019

Urusan Nuklir Mandek, Pejabat AS-Korut Bertemu di Swedia

Ilustrasi. (Reuters/Jonathan Ernst)

Jakarta, CB -- Sejumlah diplomat tingkat tinggi Amerika Serikat dan Korea Utara dilaporkan mengadakan pertemuan di Stockholm, Swedia, pada Jumat (18/1), di tengah kemandekan perundingan perlucutan senjata nuklir kedua negara.

Seorang sumber diplomatik mengonfirmasi kabar ini kepada Reuters dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari konferensi tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura tahun lalu.

"Setelah pertemuan di Singapura, semuanya tersendat. Tujuan pertemuan ini untuk menyuntikkan energi dan mengambil langkah ke depan untuk hubungan AS dan Korut," ujar sumber tersebut.


Sumber itu kemudian menjabarkan bahwa pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat tingkat tinggi, seperti Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, dan utusan khusus AS, Stephen Biegun.

Sebagai tuan rumah, Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom, dan Sekretaris Kabinet, Annika Soder, juga utusan untuk Korea, Kent Harstedt, juga hadir dalam rapat ini.

Menurut sumber terseut, rapat yang sudah direncanakan secara sembunyi-sembunyi sejak beberapa bulan lalu ini sebenarnya sudah dimulai dari Kamis dan akan berlanjut hingga akhir pekan.


Sementara itu, orang nomor dua di Korut, Kim Yong-chol, juga berkunjung ke AS untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dan jika memungkinkan, ia juga bakal menemui Trump.

Isu perlucutan senjata nuklir mulai memanas setelah Trump dan Kim Jong-un bertemu tahun lalu. Salah satu kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan itu adalah denuklirisasi.

Namun, sejak saat itu, pembicaraan mengenai denuklirisasi ini dianggap stagnan karena perbedaan definisi perlucutan senjata nuklir kedua negara. 

Credit CNN Indonesia

https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190118221919-134-362087/urusan-nuklir-mandek-pejabat-as-korut-bertemu-di-swedia



Kamis, 17 Januari 2019

Stasiun Satelit Pemantau Cina di Swedia Dapat Sorotan



Stasiun Kiruna merupakan stasiun pemantauan satelit di Swedia bagian utara dan merupakan kerja sama antara Swedia dan Cina. SCMP
Stasiun Kiruna merupakan stasiun pemantauan satelit di Swedia bagian utara dan merupakan kerja sama antara Swedia dan Cina. SCMP

CBSwedia – Sebuah lembaga pertahanan di Swedia memperingatkan bakal munculnya masalah dari militer Cina karena mengizinkan Beijing membangun stasiun pemantau satelit di negara itu.

 
Lembaga Riset Pertahanan Swedia atau FOI melansir stasiun satelit Cina di kawasan Kiruna, Swedia utara dan dibangun pada 2016, bisa digunakan untuk kepentingan militer Cina.
“Cina bisa menggunakan stasiun itu, yang memantau wilayah arktik, untuk melengkapi data intelijen militer atau menambah kemampuan pengawasan satelit militer Cina jika satelit militer negara itu terkena serangan pada saat perang,” begitu dilansir SCMP pada Senin, 14 Januari 2019.

 
FOI merupakan lembaga riset pertahanan terkemuka yang berada di bawah kementerian Swedia. Menurut lembaga ini, kerja sama pengoperasian stasiun sipil itu bisa beralih menjadi di bawah kontrol militer Cina.
Menurut salah satu peneliti, John Rydqvist, hubungan yang samar antara militer dan sipil Cina menimbulkan kekhawatiran kerja sama antara lembaga antariksa Swedia dan Cina bakal bermasalah.

Stasiun satelit pemantau Cina di Swedia mendapat sorotan karena bisa digunakan untuk kepentingan militer. SCMP
“Secara organisasi, program luar angkasa Cina hingga cakupan yang luas terkait dengan militer,” kata dia.



Stasiun satelit ini berperang dalam proyek jaringan satelit Gaofen, yang merupakan jaringan satelit untuk mengobservasi daratan. Jaringan satelit Gaofen ini memberikan Cina kemampuan pemantauan global. Menurut Rydqvist, informasi yang dikumpulkan Gaofen bisa digunakan militer Cina.

 
Situs pemerintah Cina melansir stasiun satelit yang disebut China Remote Sensing Satellite North Polar Ground di fasilitas Kiruna dibangun hanya dalam dua tahun. Ini merupakan stasiun satelit Cina pertama yang dibangun di luar negeri. Stasiun ini dikelola oleh Institute of Remote Sensing and Digital Earth.



Credit  tempo.co



Sabtu, 12 Januari 2019

Diterjang Badai Salju, Jerman dan Swedia Lumpuh


Diterjang Badai Salju, Jerman dan Swedia Lumpuh. (Reuters).


BERLIN - Hujan salju yang turun begitu lebat di sebagian wilayah Jerman dan Swedia menimbulkan kekacauan, kemarin. Sejumlah jalan raya tidak dapat diakses, kereta api tidak dapat beroperasi, dan sekolah diliburkan untuk sementara waktu akibat tumpukan salju setinggi 100 meter lebih.

Palang Merah Jerman memberikan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya kepada pengendara yang terjebak di tengah tumpukan salju di Bavaria. Sehari sebelumnya, seorang anak berusia sembilan tahun tewas tertimpa pohon tumbang. Petugas tanggap gawat darurat menemukan jasadnya 40 menit kemudian.


Kondisi ekstrem serupa juga terjadi di Swedia Utara hingga menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Seorang petugas SAR dari Austria harus berjuang melewati tumpukan salju setinggi dada orang dewasa untuk mencapai lokasi snowboarder.

Seorang lelaki berusia 41 tahun asal Polandia juga dilaporkan tersesat setelah pergi menuju piste di sebuah resort di Schlossalmbahn. Di Austria, hujan salju sempat mereda setelah mengguyur selama beberap hari hingga memiliki ketebalan tiga meter.

Sebanyak tujuh orang telah meninggal dunia dan dua pendaki hilang sejak akhir pekan lalu. “Kuantitas salju sebanyak ini di atas ketinggian 800 meter hanya terjadi sekali dalam 30-100 tahun,” kata Alexander Radlherr dari Institusi Pusat Austria untuk Meteorologi dan Geodinamika.

Di Swedia, hujan salju juga dibarengi dengan angin kencang di sejumlah wilayah. Di satu area kecepatan angin bahkan dilaporkan mencapai 49,7 meter per detik saat Badai Jan menerjang Stekenjokk.


Kondisi di Jerman mencapai titik berbahaya dan disebut telah melumpuhkan aktivitas publik. Layanan kereta api dihentikan beroperasi dengan wilayah selatan dan timur sebagai wilayah yang terdampak paling buruk. Jalan raya juga terputus oleh tumpukan salju dan pohon yang tumbang.

Dua persimpangan jalan raya A8 ditutup dari selatan hingga timur. Para pengendara yang terjebak di jalan raya bermalam di dalam mobil di dekat Rosenheim. Palang Merah Bavaria dan lembaga pemerintah turun ke jalan untuk membantu mereka.

Jalan di area Berchtesgaden yang berbatasan dengan Austria ditutup karena terblokade. Pemerintah Jerman sedikitnya menerjunkan 200 tentara untuk membantu ratusan orang yang terjebak salju. 

Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369816/41/diterjang-badai-salju-jerman-dan-swedia-lumpuh-1547262468






Rabu, 05 Desember 2018

Houthi Pastikan Hadiri Perundingan Damai Swedia



Pro-Houthi armed tribesmen attend a tribal gathering to show support to the Houthi rebels in Sana’a, Yemen, 10 December 2015.
Pro-Houthi armed tribesmen attend a tribal gathering to show support to the Houthi rebels in Sana’a, Yemen, 10 December 2015.
Foto: EPA/YAHYA ARHAB
Perang Yaman yang merupakan proksi Riyadh dan Teheran itu picu 8 juta orang kelaparan



CB, SANAA— Delegasi  Houthi diperkirakan akan berangkat ke Swedia pada Selasa (4/12) untuk menghadiri pembicaraan damai dengan koalisi Saudi. Pembicaraan damai itu didukung oleh PBB.


Pembicaraan damai sebelumnya yang dijadwalkan September lalu telah gagal dilakukan karena Houthi tidak hadir.
Seorang pejabat Houthi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tim mereka akan melakukan perjalanan dengan pesawat Kuwait yang didampingi utusan khusus PBB Martin Griffiths, yang tiba di ibukota Houthi, Sanaa, Senin.


Pihak-pihak yang bertikai diperkirakan akan bersidang di Swedia pada Rabu untuk membahas kerangka kerja perdamaian.


Termasuk langkah-langkah membangun kepercayaan dan badan pemerintahan transisional. Ini karena senat Amerika Serikat (AS) akan mempertimbangkan resolusi untuk mengakhiri dukungan AS bagi perang Yaman.


Kemarahan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul telah meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan Riyadh di wilayah tersebut. Barat, yang memberikan bantuan senjata dan intelijen kepada koalisi  menuntut tindakan atas perang Yaman.


Jerman, Denmark, dan Swedia telah menangguhkan ekspor senjata ke Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi dan perang Yaman. AS juga menghentikan dukungan untuk pengisian bahan bakar  pesawat tempur koalisi.


Koalisi yang didukung Barat campur tangan dalam perang Yaman  pada  2015 untuk memulihkan pemerintahan internasional Abd-Rabbu Mansour Hadi. Hadi digulingkan dari Sanaa pada  2014.


Konflik yang dilihat sebagai perang proksi antara Riyadh dan Teheran, telah menyebabkan lebih dari 8 juta warga Yaman berada di ambang kelaparan. PBB telah memperingatkan bahwa angka itu bisa meningkat menjadi 14 juta orang.


Menteri  Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan pada  Selasa bahwa pembicaraan damai di Swedia adalah "kesempatan kritis" untuk menemukan resolusi politik.


"Solusi politik  menawarkan kesempatan terbaik untuk mengakhiri krisis saat ini. Negara yang stabil, penting bagi kawasan itu, orang tidak dapat hidup berdampingan dengan milisi yang melanggar hukum," katanya.


Kementerian luar negeri Swedia belum mengumumkan lokasi perundingan. Perundingan akan fokus pada pembukaan kembali Bandara Sanaa, pertukaran tahanan dan gencatan senjata di kota pelabuhan Hodeidah, garis hidup bagi jutaan orang.


Ini akan berfungsi sebagai dasar untuk gencatan senjata yang lebih luas dan menghentikan serangan udara koalisi serta serangan rudal Houthi di kota-kota Saudi.


Pada 2016, PBB merilis data m korban tewas dari konflik Yaman mencapai lebih dari 10 ribu orang. Sementara itu sebuah badan yang mendata kekerasan di Yaman, Armed Conflict Location & Event Data Project, mengatakan sekitar 57 ribu orang  dilaporkan tewas sejak awal 2016.


Credit  republika.co.id

Jumat, 09 November 2018

SAAB jelaskan berbagai sistem pertahanan untuk Indonesia


SAAB jelaskan berbagai sistem pertahanan untuk Indonesia
Dokumentasi sosok JAS39 Gripen NG saat diluncurkan secara perdana kepada publik undangan, di Linkopping, Swedia, Agustus 2016. Walau sepintas serupa dengan JAS39 Gripen C/D, namun banyak inovasi teknologi terkini disematkan di dalamnya, termasuk teknologi "supercruise" yang memungkinkan dia meningkatkan kecepatan tanpa after burner. Teknologi ini sebetulnya lebih banyak diterapkan pada pesawat tempur mesin ganda, semisal Eurofighter Typhoon. (ANTARA News/Ade P Marboen)



Jakarta (CB) - Perusahaan penyedia sistem pertahanan dari Swedia, SAAB, hadir di Indo Defence & Expo Forum 2018, di Jakarta, pada 7-10 November ini. Mereka mengusung berbagai sistem pertahanan yang ditawarkan kepada Indonesia ataupun yang sudah diadopsi di sini.

“SAAB mendukung misi Indonesia untuk memodernkan angkatan bersenjatanya dan memajukan industri berteknologi tinggi dalam negeri. Dengan diperkenalkannya UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan, Indonesia sedang menuju kemandirian kapabilitas pertahanan dan SAAB menaati segala kewajiban tentang ini,” kata Kepala Perwakilan SAAB di Indonesia, Anders Dahl, di Jakarta, Rabu.

Di antara sistem pertahanan yang mereka bawa, adalah sistem peringatan dini, intelijen, dan komando Erieye berbasis pesawat propeler SAAB 2000, pesawat tempur multiperan Gripen serie, dan sistem pertahanan titik Very Short Range Air Defence RBS 70 NG.

Indonesia sejak 1992 sudah mengadopsi sistem pertahanan titik artileri ringan RBS 70, yang diakuisisi dalam paket pengadaan senjata pada masa itu. Setelah puluhan tahun, sistem ini perlu diremajakan dan dipercanggih.

Dalam uji coba di Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu, sistem RBS 70 ini tetap dapat berfungsi secara sempurna.

“Bayangkan, setelah puluhan tahun dan masih berfungsi baik,” kata Dahl.

Tentang Gripen, yang dinamakan dalam nomenklatur resminya, JAS39 Gripen, Kepala Komunikasi SAAB Asia Pasifik, Robert Hewson, menyatakan, “Pesawat tempur ini dirancang pada dasawarsa ’90-an dan didedikasikan untuk mampu mengatasi pesawat tempur Uni Soviet pada masa itu, yaitu MiG dan Sukhoi, bahkan Sukhoi Su-27 Flanker.”

Ia mengatakan, pernah bertemu dengan pilot tempur Angkatan Udara Kerajaan Swedia yang pertama kali berjumpa dengan Sukhoi Su-27 Flanker Angkatan Udara Uni Soviet pada saat itu, di atas Laut Baltik.

“Ia adalah pilot pertama negara-negara Barat yang melihat secara langsung Sukhoi Su-27 di udara; sementara negara lain blok Barat hanya menjumpai mereka melalui foto-foto satelit,” kata dia.

JAS39 Gripen merupakan salah satu pesawat tempur bermesin tunggal yang masuk dalam daftar alternatif pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron 14 TNI AU. Program pengadaan pengganti F-5E/F Tiger II ini masuk dalam program pengadaan sistem kesenjataan pada fase Kekuatan Esensial Minimum II, yang berakhir pada 2019 ini.

Hewson menyatakan, Swedia merupakan negara yang berbatasan langsung di utara dengan Rusia, terutama di Laut Baltik. Di situlah "theater utama" di mana pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Swedia sering bersua dengan koleganya dari Angkatan Udara Swedia.

“Mereka memiliki kekuatan udara dalam jumlah besar, berkekuatan besar, dan disegani. Swedia menghadapi itu dengan mengandalkan kekuatan yang berbeda, sistem informasi tempur dan komando yang berjejaring, DataLink 16, dan handal pada keadaan minimum sekalipun,” kata dia.

Di antara kondisi minimum yang dia maksud adalah kemampuan JAS39 Gripen untuk mendarat dan lepas landas di jalan raya dengan tanpa persiapan apapun untuk pengoperasian pesawat tempur. Untuk bisa lepas landas dan mendarat dalam konfigurasi tempur-lengkap persenjataan, JAS39 Gripen hanya memerlukan "landasan" di jalan raya sepanjang kurang dari 700 meter saja.

Sedangkan Erieye SAAB 2000 merupakan sistem peringatan dini di udara dan komando-kendali yang mampu menyapu apapun di udara, darat, dan laut hingga jarak 450 mil laut. Untuk bentangan Indonesia yang memiliki panjang hingga 5.000 kilometer, cukup dilayani oleh dua atau tiga Erieye SAAB 2000 di udara.

Sistem radar Erieye ini dikembangkan dan dibuat di pusat penelitian dan pengembangan radar SAAB di Gotheborg, di mana sistem radar dan peringatan dini darat-laut, Giraffe, Sea Girrafe, dan Giraffe 1-X, juga dibangun. 




Credit  antaranews.com




Kamis, 25 Oktober 2018

Ribuan Warga Swedia Tanam Microchip di Tubuh



Microchip RFID [REUTERS]
Microchip RFID [REUTERS]

CB, Jakarta - 4.000 lebih warga Swedia ditanam dengan microchip yang berisi rincian tentang identitas mereka.
Teknologi microchip tanam ini mempermudah penggunaan uang tunai, tiket, kartu akses dan bahkan akses media sosial.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, 24 Oktober 2018, BioHax International adalah perusahaan yang berinovasi dalam proyek microchip ini sejak lima tahun lalu, dan telah menginspirasi Jowan Osterlund, mantan ahli tindik profesional.Beberapa orang berpendapat bahwa kemudahan yang diperoleh dari prosedur yang disebut "body-hackers" tidak akan beresiko terhadap data pribadi mereka.

Perusahaan komuter Swedia dapat menggunakan microchip tangan sebagai tiket kereta.[
Pada Juni 2017, SJ Rail, operator kereta Swedia, mengumumkan bahwa sekitar 100 orang menggunakan microchip untuk membayar tiket perjalanan mereka.
Microchip yang ditanam tangan mereka dapat memiliki tiket mereka dimuat langsung ke perangkat.
Kondektur kereta dapat membaca chip dengan smartphone untuk memastikan penumpang telah membayar perjalanan mereka.
Microchip bahkan telah diadopsi oleh platform media sosial profesional LinkedIn.

Menyentuh smartphone, pengguna akan memungkinkan mengakses informasi tanpa perlu mengetik."Ketika telepon lain membaca chip, mereka melihat (tautan) dan mereka dapat membukanya di browser ponsel," Szilvia Varszegi, salah satu pengguna microchip.
Namun proyek futuristik ini menimbulkan kekhawatiran atas privasi pengguna.
Ketika diluncurkan tahun lalu, satu kekurangan dalam sistem berarti bahwa staf kereta api terkadang akan diperlihatkan profil LinkedIn penumpang selain informasi tiket mereka.

Proses pemasangan microchip identifikasi frekuensi radio. Perusahaan Episenter Swedia memiliki sekitar 150 karyawan dengan chip RFID yang ditanamkan di tangan. [Paul Hughes / Wikipedia via UPI]


Untuk sementara skema ini hanya tersedia di Swedia, sistem perjalanan negara menggunakan Near Field Communication (NFC) yang sama dengan kartu bank, dan diperkirakan penggunaannya meluas suatu saat nanti.
Microchip berukuran beras ditanamkan melalui jarum suntik ke punggung tangan, atau seringkali di atas jempol.
Beberapa perusahaan di Swedia sudah menawarkan layanan kepada karyawan mereka secara gratis untuk akses gedung atau membayar makanan di kantin kantor.
Implan pertama kali digunakan pada 2015, awalnya rahasia, sebelum diluncurkan ke publik.

Meskipun kekhawatiran atas potensi pelanggaran data pribadi muncul, rupanya banyak orang Swedia lebih menyukai kenyamanan daripada privasi mereka.Implan Mircrochip bukan hal baru di Swedia, dan ribuan orang Swedia sudah memilikinya, utnuk mengakses gawai, masuk dan keluar dari kantor, dan bahkan membayar makanan.



Credit  tempo.co




Kamis, 13 September 2018

Oposisi Swedia Desak Perdana Menteri Mundur



Perdana Menteri Swedia Stefan Löfven.
Perdana Menteri Swedia Stefan Löfven.
Foto: AP
Desakan pengunduran diri perdana menteri untuk menyelesaikan kebuntuan politik.




CB,  STOCKHOLM -- Para pemimpin aliansi oposisi moderat kanan Swedia pada Rabu (12/9) mendesak perdana menteri Swedia untuk mengundurkan diri. Langkah tersebut diperlukan untuk menyelesaikan kebuntuan politik pascapemilihan Ahad lalu.


Bangkitnya kaum ekstrem kanan Sweden Democrats yang dijauhi oleh blok penguasa dan oposisi membuat moderat kanan dan kiri memiliki peluang yang sama untuk membentuk pemerintahan. Aliansi telah menolak undangan informal dari perdana menteri saat ini, Stefan Lofven, untuk mendukung pemerintah yang dipimpin Social Democrat.

"Kami ingin membangun sebuah pemerintahan aliansi dengan dukungan dari seluruh bagian politik," ujar para pemimpin partai aliansi oposisi dalam sebuah artikel yang ditandatangani di harian Dagens Nyheter.


Mereka mengatakan Swedia membutuhkan kebijakan ekonomi yang stabil dan reformasi politik jangka panjang. Untuk mencapai hal itu maka dibutuhkan dukungan parlemen yang luas. Partai Social Democrat, yang telah mendominasi politik Swedia selama 100 tahun, menolak berkomentar. Tetapi para analis mengatakan tidak ada indikasi bahwa Lofven akan melakukan apa pun selain menolak tawaran itu.


Blok penguasa moderat kiri yang terdiri dari tiga partai memperoleh 40,6 persen suara dalam pemilihan ini. Mereka unggul tipis dari aliansi oposisi moderat kanan yang memperoleh 40,3 persen. Blok moderat kiri terdiri dari partai Social Democrats, Greens dan Left Party. Blok itu memperoleh 144 kursi  di 349 kursi parlemen.


Sedangkan aliansi oposisi memperoleh 142 kursi. Partai Sweden Democrats, sebuah partai dengan akar golongan pinggir supremasi kulit putih, memenangkan 17,6 persen dan 63 kursi. Angka itu naik dari 12,9 persen dan 49 kursi di pemilihan terakhir empat tahun lalu. Hal itu merupakan kenaikan terbesar oleh partai manapun di parlemen Swedia, Riksdag. Tetapi semua partai arus utama telah mengesampingkan untuk bernegosiasi dengan partai yang berakar neo-Nazi, itu.


Sejauh ini belum ada tanda-tanda kompromi di pihak manapun. Pemimpin Sweden Democrats Jimmie Akesson, telah berjanji untuk menjatuhkan pemerintah yang tidak memberinya pengaruh terhadap kebijakan, khususnya imigrasi.


Lofven adalah pemimpin blok penguasa Swedia. Tetapi Aliansi berpendapat bahwa ia memiliki peluang terbaik untuk membentuk koalisi yang layak karena blok moderat kiri mencakup Left Party, yang hampir dipastikan akan dikecualikan dari pemerintahan mendatang.





Credit  republika.co.id



Kamis, 02 Agustus 2018

Permata Kerajaan Swedia Raib Digasak Pencuri


Permata Kerajaan Swedia Raib Digasak Pencuri
Dua orang pencuri menggasak mahkota emas dan sebuah bola yang dibuat untuk Raja Karl IX dan Ratu Kristina. Foto/Istimewa

STOCKHOLM - Dua orang pencuri menggasak permata mahkota yang tak ternilai kerajaan Swedia. Permata yang berasal dari awal tahun 1600-an itu digasak dari sebuah katedral abad pertengahan di sebuah kota kecil pada siang hari bolong. Para pencuri itu kemudian melarikan diri dengan speedboat, kata polisi.

"Dua orang menghilang setelah pencurian siang hari Selasa di sebuah danau besar di sekitar Strangnas, 60 kilometer barat ibukota Stockholm," kata polisi seperti dikutip dari AP, Kamis (2/8/2018).

Para pencuri merebut dua mahkota emas dan sebuah bola yang dibuat untuk Raja Karl IX dan Ratu Kristina dalam perampokan yang terbilang berani itu. Salah satu mahkota dipenuhi dengan batu mulia. Barang-barang yang dicuri dipajang di sebuah pameran di katedral, dan pengunjung berada di dalam pada saat kejadian.

"Alarm berbunyi ketika perampok menghancurkan kaca keamanan dan mencuri artefak," kata Catharina Frojd, juru bicara katedral Strangnas abad ke-14.

Gereja menulis di situs webnya bahwa barang-barang yang dicuri itu disimpan sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku yaitu di dalam display terkunci dan dipasangi alarm di katedral. Gereja itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Polisi mengirim helikopter dan perahu untuk memburu pencuri tetapi tidak menemukan apa pun. Pihak berwenang mengatakan tidak ada yang terluka dalam perampokan itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tom Rowell, seorang pengunjung yang sedang makan siang di luar, mengatakan dia melihat dua orang berlari dari katedral menuju dermaga kecil di dekatnya di mana sebuah perahu motor ditambatkan.

"Kedua lelaki itu dengan cepat melompat ke atas dan melaju," kata Rowell, seraya menambahkan bahwa para pelaku bukanlah orang Nordik. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Juru bicara polisi Stefan Dangardt mengatakan para pelaku tampaknya telah melarikan diri menggunakan dua sepeda hitam - yang kemungkinan besar mereka curi sebelum melakukan aksinya - untuk ke kapal yang menunggu.

Tidak segera jelas apakah ada sopir yang menunggu di speedboat untuk para pencuri.

Pada hari Rabu, para penyelam mencari petunjuk di sepanjang pantai Danau Malaren, danau air tawar terbesar ketiga di Swedia. Polisi mengatakan para pencuri bisa melarikan diri lebih jauh dengan jet ski, menambahkan bahwa itu hanyalah sebuah teori.

Sementara barang-barang tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang besar, polisi ragu jika pencurian itu akan membawa keuntungan finansial bagi para pelaku.

"Barang-barang yang dicuri itu mustahil dijual karena keunikan dan visibilitasnya yang tinggi," ujar Maria Ellior dari Departemen Operasi Nasional polisi Swedia kepada kantor berita Swedia TT. 

Kantor berita TT menambahkan pencurian itu akan dicatat di Interpol, memungkinkan pencarian internasional.



Credit  sindonews.com



Swedia Beli Sistem Pertahanan Rudal Patriot dari AS


Rudal AS/ilustrasi
Rudal AS/ilustrasi
Foto: fas.org

Swedia juga membuka opsi untuk membeli ratusan rudal.



CB, STOCKHOLM -- Swedia dilaporkan akan membeli sistem rudal pertahanan Patriot dari pabrik senjata Amerika Serikat, Raytheon Co.


Meskipun swedia tak masuk dalam keanggotaan North Atlantic Treaty Organization (NATO), Swedia memiliki hubungan dengan aliansi tersebut. Hal itu terjadi setelah puluhan tahun Swedia mengabaikan meningkatnya kecemasan terhadap Rusia di Ukraina dan Krimea.

Berdasarkan laporan Radio Swedia, negara itu akan membeli empat unit penembak rudal Patriot dan rudal yang jumlah tak dipublikasikan. Swedia saat ini tidak memiliki sistem udara yang mampu menembak jatuh rudal balistik.


 


Berdasarkan laporan Radio Swedia, negara itu akan membeli empat unit penembak rudal Patriot dan rudal yang jumlah tak dipublikasikan. Swedia saat ini tidak memiliki sistem udara yang mampu menembak jatuh rudal balistik.

Sistem ini telah terbukti dalam praktiknya...Sejumlah negara lain telah memilikinya dan kami berharap pengiriman pertama pada 2021," ujar Menteri Pertahanan Swedia, Peter Hultqvist.

Menteri Pertahanan tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar laporan radio tersebut. Laporan itu menyatakan Swedia akan menandatangani kesepakatan pembelian tersebut pada Kamis ini.

Swedia memulai pembicaraan pembelian, yang bernilai sekitar 10 miliar crowns atau setara 1, 14 miliar dolar AS pada November 2017. Kontrak pembelian tersebut termasuk opsi pembelian 300 rudal, yang nilai akhirnya mencapai 3 miliar dolar AS. Pembelian itu mendapat dukungan dari partai oposisi, meskipun ada perbedaan mengenai pendanaannya.

Sejauh ini, 15 negara telah membeli Patriot, termasuk anggota NATO yakni Jerman, Belanda, Romania, dan Polandia. Sementara itu, Swiss masih mempertingkan penggunaan Patriot atau sistem rudal lainnya.




Credit  republika.co.id






Jumat, 08 Juni 2018

Pertama Kalinya, Swedia Kerahkan Pasukan Cadangan Besar-besaran


Pasukan Cadangan Swedia.[Bezav Mahmod/Frsvarsmakten via Russia Today]
Pasukan Cadangan Swedia.[Bezav Mahmod/Frsvarsmakten via Russia Today]

CB, Jakarta - Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, Swedia mengerahkan seluruh pasukan Garda Nasional-nya atau 22.000 pasukan cadangan - untuk latihan tempur. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan operasional negara.
Swedia memobilisasi seluruh 40 batalion Garda Nasional dalam latihan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1975. Latihan tempur ini juga untu memperingati Hari Nasional Swedia, yang dirayakan pada 6 Juni.

"Misi kami adalah memperkuat pertahanan militer Swedia dan meningkatkan kemampuan operasional kami," kata Komandan Tertinggi Swedia, Micael Byden, seperti dilaporkan Russia Today, 7 Juni 2018.
"Kami menguji rantai mobilisasi untuk sekitar setengah organisasi kami, sesuatu yang belum kami lakukan sejak 1975."
Tugas utama dari Garda Nasional adalah untuk memenuhi peran militer sekunder, seperti patroli dan menjaga benda-benda infrastruktur penting, sementara tentara yang berdiri sedang menghadapi musuh di garis depan. Para pasukan cadangan ini terlihat di jalan-jalan di seluruh negeri selama liburan, untuk menjaga objek vital.

Dilansir dari Sputniknews, pada akhir Mei, Badan Kontribusi Sipil Swedia membagikan selebaran "Jika Krisis atau Perang Datang" kepada 4,8 juta keluarga Swedia untuk mengajari warga negaranya bagaimana bertindak dalam situasi krisis selama serangan teror atau perang.

Pasukan cadangan Swedia.[©Lasse Jansson / Försvarsmakten via Russia Today]
The Swedish Home Guard, yang merupakan bagian integral dari kekuatan operasional Angkatan Bersenjata, didirikan pada 1939-1940. Pasukan cadangan ini dimaksudkan berada dalam siaga tinggi untuk memberikan respons cepat. Unit-unit ini bertugas melindungi, memantau, dan mendukung masyarakat pada saat krisis, dengan demikian menyediakan benteng nasional dan teritorial untuk pertahanan Swedia.

Swedia, yang belum pernah terlibat konflik bersenjata selama dua abad, memangkas belanja militernya pada akhir Perang Dingin, tetapi sempat khawatir oleh aneksasi Crimea oleh Rusia, seperti dilansir oleh Strat Times.
Swedia juga sempat mengusir duta besar Rusia pada Maret sebagai tanggapan internasional terhadap kasus peracunan mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya di Inggris, yang dituduh pemerintah Inggris didalangi Rusia.
Pekan ini pejabat Swedia memperingatkan kemungkinan gangguan Rusia menjelang pemilihan parlemen pada September. Stockholm juga mengumumkan pada tahun lalu bahwa Swedia akan memperkenalkan kembali wajib militer pada awal musim panas ini, tujuh tahun setelah wajib militer dihapuskan.





Credit  tempo.co




Senin, 21 Mei 2018

Media Swedia: Menyerang Rusia Akan Jadi Mimpi Buruk Militer


Media Swedia: Menyerang Rusia Akan Jadi Mimpi Buruk Militer
Foto/Ilustrasi/Istimewa


STOCKHOLM - Menyerang Rusia akan menjadi mimpi buruk bagi prajurit militer. Hal itu berdasarkan peringkat negara-negara yang paling sulit untuk diserang. Peringkat ini disusun oleh surat kabar Swedia Svenska Dagbladet.

"Kekuatan militer, ukuran wilayah dan kesulitan medan adalah salah satu faktor kunci yang menentukan kemampuan pertahanan negara itu," kutip Russia Today dari surat kabar itu, Minggu (20/5/2018).

Berdasarkan kriteria ini, jurnalis Swedia menunjukkan bahwa siapa pun yang menganggap ide menyerbu Rusia harus siap untuk menangani semua jenis medan.

"Musuh akan menghadapi pegunungan yang sepi, rawa yang tak dapat ditembus, tundra beku, sungai bergolak, dan hutan gelap di Rusia," kata jurnalis Swedia, menambahkan bahwa musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin juga akan menjadi tantangan.

"Dan kemudian kita menghadapi orang Rusia sendiri, yang selama ribuan tahun, yang telah berpartisipasi dalam perang berskala besar dan perang gerilya, memperoleh banyak pengalaman," sambung artikel itu.

Kesimpulan yang dibuat oleh Svenska Dagbladet didukung oleh sejarah Rusia itu sendiri, karena negara itu tidak pernah ditaklukkan sejak penciptaan negara terpusat di Rusia pada awal abad ke-15. Rusia telah menggagalkan semua upaya untuk menyerang tanah mereka, mengalahkan antara lain tentara Kaisar Prancis Napoleon pada tahun 1812 dan diktator Nazi Adolf Hitler pada tahun 1941-45 - yang keduanya dianggap tidak dapat dihentikan pada saat itu.

Swiss dan Selandia Baru juga berhasil masuk dalam peringkat tersebut. Meskipun memiliki militer yang agak kecil hanya dengan 150 ribu pasukan, Swiss tetap merupakan sebuah "kacang yang susah retak" karena dikeliling oleh Pegunungan Alpen.

"Swiss juga memiliki banyak fasilitas pertahanan, serta jembatan dan jalan, yang bisa diledakkan untuk menghambat laju agresor," bunyi artikel itu.

Menaklukkan Selandia Baru juga akan bermasalah dari sudut pandang logistik, kata para penulis. Negara pulau itu terletak lebih dari 2.000 km dari daratan besar terdekat, Australia, yang akan membuat pasokan senjata dan logistik untuk pasukan hampir tidak mungkin. 





Credit  sindonews.com




Senin, 16 April 2018

Aktivis HAM Swedia: Masalah Palestina Bukan Soal Agama



Ratusan personil militer zionis Israel, Jumat (30/3), berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap.

                   Foto: Dok. Istimewa

Semua warga Palestina berada dalam tekanan dan mereka menderita.


CB, DUZCE -- Aktivis HAM asal Swedia yang sedang melakukan perjalanan panjang dari negaranya ke Palestina Benjamin Ladraa, kini sampai di Provinsi Duzce, Turki pada Ahad (15/4). Ia melakukan perjalanan untuk menyadarkan manusia tentang pelanggaran HAM di Palestina.

Sebelum sampai di Istanbul Turki pekan lalu, Ladraa telah melintasi Jerman, Austria, Slovenia, Kroasi, Serbia, dan Bulgaria. Ia akan terus berjalan ke Palestina melalui Suriah dan Lebanon.


"Kalau tidak bisa masuk ke Palestina, saya beritahu media," kata dia seperti dilansir di Anadolu Agency, Senin (16/4).

Ladraa pernah melakukan perjalanan ke Palestina selama tiga pekan pada April tahun lalu. Ia sangat tersentuh kala itu, lalu memutuskan memberitahu dunia soal apa yang terjadi di Palestina.

"Saya terkejut dengan apa saya lihat di sana. Tentara berjalan di sepanjang jalan, sambil membawa senapan mesin M-60. Setelah tiga pekan itu, saya kembali dan ingin melakukan sesuatu untuk meningkatkan kesadaran orang tentang HAM di Palestina," ujarnya.

Menurut Ladraa, persoalan Palestina bukanlah masalah agama. Masalah utamanya adalah HAM. Semua warga Palestina, tak hanya warga Gaza, berada dalam tekanan dan mereka menderita. Hal ini juga membuatnya berupaya menangkap perhatian dunia melalui penderitaan rakyat Palestina.

Sekarang, Ladraa sudah delapan bulan melakukan aksi berjalannya ke Palestina hanya untuk menarik perhatian dunia dengan penderitaan warga Palestina. Aksinya sekaligus mengilhami banyak orang untuk melakukan perubahan. Dia akan tiba di ibu kota Turki, Ankara sepekan lagi. Targetnya, perjalanan ini selesai pada Juni atau Juli.




Credit  republika.co.id





Jumat, 13 April 2018

Reputasi Hadiah Nobel terancam saat sengketa melanda Swedish Academy


Reputasi Hadiah Nobel terancam saat sengketa melanda Swedish Academy
- (NobelPrize.org)



Stockholm, Swedia (CB) - Nobel Foundation memperingatkan bahwa reputasi internasional Hadiah Nobel bisa terancam setelah serangkaian pertikaian mengguncang Swedish Academy, badan yang menganugerahkan Hadiah Nobel di bidang sastra.

Dalam siaran persnya pada Rabu (11/4), Nobel Foundation menyatakan anggota dewannya telah bertemu untuk membahas perkembangan terkini, yang meliputi tiga anggota Academy yang pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mundur --tindakan yang telah mengguncang dunia sastra dan budaya.

"Tak terelakkan bahwa krisis sulit di dalam institusi pemberi penghargaan juga merusak reputasi Hadiah Nobel. Kami bisa menyatakan bahwa kepercayaan pada Swedish Academy telah benar-benar rusak. Bagaimana kejadian yang sekarang membahayakan Hadiah Nobel belum bisa sepenuhnya dinilai," kata Nobel Foundation dalam siaran pers yang dikutip Xinhua.

Ketiga anggota Academy itu memilih untuk mundur setelah kebanyakan anggota memberi suara untuk tidak mengeluarkan seorang anggota yang suaminya dituduh melakukan pelecehan seksual dan menggunakan pengaruh Academy tersebut serta membocorkan nama sejumlah peraih hadiah Nobel Sastra pada masa lalu.

Pada Rabu, sisa anggota Academy tersebut mengadakan pertemuan darurat guna memutuskan cara bergerak maju setelah berhari-hari perang kata-kata sengit di media Swedia.

Dalam pernyataannya, Nabel Foundation menjelaskan sejumlah langkah yang disarankan yang dipandang perlu untuk memulihkan kepercayaan pada Swedish Academy, untuk melindungi reputasi Hadiah Nobel, dan untuk memastikan bahwa pekerjaan untuk memilih peraih Nobel Literatur tahun ini dilakukan dengan cara yang bisa dipercaya.

Setiap pelanggaran kerahasiaan dan konflik kepentingan harus ditangani sejalan dengan peraturan internal, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa setiap dugaan kejahatan mesti ditangani lewat jalur hukum.





Credit  antaranews.com



Diguncang Skandal Seks, Ketua Panel Hadiah Nobel Mundur


Diguncang Skandal Seks, Ketua Panel Hadiah Nobel Mundur
Sara Danius mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Tetap Swedish Academy. Foto/Istimewa


STOCKHOLM - Kepala Swedish Academy, lembaga yang memilih pemenang hadiah Nobel sastra, mengundurkan diri. Langkah itu diambil di tengah krisis yang berkembang atas tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria yang mempunyai hubungan dengan lembaga itu.

Sara Danius mengumumkan keputusannya setelah pertemuan darurat tiga jam anggota akademi di pusat Stockholm.

Danius mengatakan dia telah kehilangan kepercayaan dari akademi, tetapi bungkam tentang apakah ada pemungutan suara untuk memaksanya mengundurkan diri.

"Ini adalah keinginan akademi bahwa saya meninggalkan jabatan saya sebagai sekretaris tetap," kata Danius, seorang sejarawan sastra Swedia berusia 56 tahun, dan wanita pertama yang memegang posisi itu.

"Saya ingin terus, tetapi ada hal-hal lain yang harus dilakukan dalam hidup," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (13/4/2018).

Sebelumnya tiga anggota akademi mengundurkan diri minggu lalu karena masalah ini, tetapi aturan rahasia yang membuat sumpah seumur hidup seorang anggota tidak dapat mengundurkan diri secara teknis, meskipun mereka berhenti berpartisipasi dalam kegiatan.

Kecaman dan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga itu telah menimbulkan keprihatian bahwa citra hadiah Nobel dan reputasi Swedia di mata internasional akan hancur.

"Ini sudah sangat mempengaruhi hadiah Nobel dan itu masalah cukup besar," kata Danius.

Pada hari Rabu, dewan Yayasan Nobel mengkritik tajam Swedish Academy, mengatakan lembaga terancam mencoreng reputasi hadiah Nobel.

Pengunduran diri terjadi setelah harian Dagens Nyheter pada November menerbitkan pernyataan dari 18 wanita yang mengatakan mereka telah mengalami pelecehan dan penganiayaan fisik oleh pria yang dituduh.

Akademi telah memutuskan semua hubungan dengan pria tersebut dan memotong hibah yang diberikan kepadanya. Pihak akademi juga telah meluncurkan penyelidikan internal dan meminta bantuan dari sebuah firma hukum.

Akademi, yang di bawah perlindungan langsung raja Norwegia, secara tradisional sangat berhati-hati dan telah sangat terguncang oleh skandal itu.

Dari 18 tetua akademi, tujuh tidak lagi anggota aktif, dan dua wanita telah cuti selama beberapa tahun




Credit  sindonews.com