Selasa, 31 Juli 2018

Ke ASEAN, Menlu AS Bahas Indo Pasifik, Korea dan LCS


Ke ASEAN, Menlu AS Bahas Indo Pasifik, Korea dan LCS
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi bertemu Menlu AS Michael Richard Pompeo di Washington DC, Juni lalu. ( Dok. Kemlu RI)


Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard (Mike) Pompeo akan berkunjung ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, 1-5 Agustus 2018. Dalam lawatannya tersebut, Menlu Pompeo akan membahas sejumlah isu di kawasan, seperti Laut China Selatan, denuklirisasi Korea Utara, dan gagasan Indo Pasifik yang didukung Amerika Serikat.

"Di Jakarta, 4-5 Agustus, lawatan Menlu akan memperkuat Kemitraan Strategis AS-Indonesia menjelang perayaan 70 tahun hubungan diplomatik bilateral pada 2019," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (30/7).

"Menlu akan membahas keamanan, perdagangan bilateral dan investasi menegaskan sentralitas ASEAN dan menyoroti kepemimpinan Indonesia dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Nauert.



Di Kuala Lumpur, Malaysia yang menjadi pijakan pertama, Menlu Pompeo akan bertemu pejabat senior guna memmbahas penguatan Kemitraan Komprehensif, keamanan dan ekonomi bersama, 'berdasarkan nilai-nilai demokrasi bersama, menyusul transisi pemerintahan yang damai dan bersejarah baru-baru ini di Malaysia," kata Nauert.

Dari sana Menlu Pompeo akan berkunjung ke Singapura untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri tahunan ASEAN, 3-4 Agustus. Kehadiran Menlu Pompeo dalam pertemuan para menlu ASEAN tersebut bertujuan untuk 'mendukung visi Amerika Serikat tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,'.

"Dia akan terlibat dengan para menlu di kawasan yang banyak memiliki tantangan keamanan ini, mempromosikan ketertiban berdasarkan hukum, memperkuat komitmen kami untuk kemitraan di kawasan Mekong, dan menegaskan dedikasi AS bagi ASEAN serta sekutu-sekutu kami di kawasan," kata Nauert.



Disebutkan pula bahwa Menlu Pompeo akan membahas visi AS soal denuklirisasi Korea Utara, menegakkan hukum internasional di Laut China Selatan serta terorisme.

Menlu Pompeo juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan untuk memperkuat hubungan bilateral AS-Singapura.

"Menlu akan menandatangani pembaruan Program Pelatihan Ketiga untuk membangun kapasitas di seluruh Asia Tenggara serta mendukung peran signifikan Singapura sbagai Ketua ASEAN saat ini," kata Nauert.


Dilansir kantor berita Jepang, Kyodo, Menlu Pompeo mengumumkan investasi baru AS di bidang teknologi, energi dan infrastruktur di kawasan Indo Pasifik senilai US$113 juta (sekitar Rp1,6 triliun).

Dalam pidatonya di Kamar Dagang dan Industri AS di Washington DC, Senin (30/7) tersebut, Menlu Pompeo menyatakan Amerika Serikat tidak akan pernah mengejar dominasi di Indo Pasifik dan menegaskan bahwa 'kami akan menentang negara mana pun yang melakukannya.'

"Pemerintahan Trump berkomitmen untuk memperluas keterlibatan ekonomi di kawasan Indo Pasifik," kata Menlu Pompeo. "Kami meyakini kemitraan strategis dan bukan ketergantungan strategis."


Inisiatif baru AS tersebut dilansir di tengah kekhawatiran Washington atas meluasnya pengaruh China di Asia di saat Beijing mengejar kebijakan 'One Belt, One Road' (OBOR) yang menghubungkan negara-negara di sepanjang rute perdagangan kuno, Jalan Sutra. Washington mengecam kebijakan investasi China sebagai contoh 'ekonomi predator'. Investasi 'ekonomi predator' China dinilai AS tidak menciptakan lapangan kerja maupun pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara penerima investasi. Sebaliknya, meninggalkan hutang yang menumpuk.




Credit  cnnindonesia.com