Kamis, 26 Juli 2018

Israel Sempat Ragu Tembak Jet Sukhoi Milik Suriah atau Rusia


Jejak asap dari dua rudal pencegat Patriot Israel yang menembak jatuh jet tempur Suriah terlihat di Israel utara pada 24 Juli 2018. [David Cohen / Flash90 via Times of Israel]
Jejak asap dari dua rudal pencegat Patriot Israel yang menembak jatuh jet tempur Suriah terlihat di Israel utara pada 24 Juli 2018. [David Cohen / Flash90 via Times of Israel]

CB, Jakarta - Militer Israel yakin jet Sukhoi yang mereka tembak jatuh dengan rudal Patriot di Dataran Tinggi Golan pada Selasa bukan milik Angkatan Udara Rusia.
"Tidak ada 'keraguan' bahwa pesawat itu milik tentara Suriah," kata Jonathan Conricus, kepala Cabang Media di Pasukan Pertahanan Israel, seperti dilaporkan Russia Today, 25 Juli 2018.
Tentara Israel telah melakukan kontak rutin dengan Moskow dan sebelumnya tentara Israel ragu ketika menargetkan pesawat yang masuk ke wilayanya karena khawatir pesawat itu kemungkinan milik Angkatan Udara Rusia.

Juru bicara IDF mengatakan bahwa pesawat yang ditargetkan diduga Sukhoi Su-22 atau Su-24. Pesawat supersonik segala cuaca dan serangan ini dikembangkan oleh Uni Soviet. Kedua jenis pesawat tempur telah beroperasi di Angkatan Udara Suriah.

Sukhoi Su-22 [memri.org]
Pesawat itu lepas landas dari Pangkalan Militer Tiyas (T-4) di provinsi Homs, yang merupakan pangkalan udara terbesar di Suriah, dan melakukan penerbangan menuju Dataran Tinggi Golan, menurut juru bicara tentara Israel.
"(pesawat) itu ditembak jatuh. Kami tidak memiliki informasi sejauh ini tentang pilot. Saya tidak tahu ada laporan parasut yang terlihat, dan kami tidak tahu apakah ada pilot yang selamat," kata Conricus, seperti dilansir dari Sputniknews.
Belakangan, sumber militer Suriah mengatakan kepada bahwa pilot jet pertama, Omran Muri, meninggal, sementara kondisi pilot kedua tidak diketahui.

Sukhoi Su-24 [airliners.net]
Militer Israel menggunakan saluran komunikasi, yang bertujuan untuk mencegah insiden udara dengan Rusia di Suriah, sebelum menembak jatuh jet tempur Suriah pada hari Selasa, Alex Gandler, ungkap atase pers kedutaan Israel di Rusia..
"Militer Israel menyadari jet itu sebelum mengambil langkah-langkah pertahanan sebagai tanggapan terhadap pelanggaran wilayah udara Israel. Israel menggunakan saluran komunikasi dengan Rusia untuk memastikan bahwa pesawat itu bukan orang Rusia," kata Gandler.
Sementara Israel akan mengirim surat protes kepada Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNDOF), yang berjaga di Dataran Tinggi Golan, sehubungan dengan insiden dengan pesawat Suriah yang ditembak jatuh jatuh.
Menanggapi insiden penembakan jet, media pemerintah Suriah mengkonfirmasi bahwa Israel menargetkan pesawat perang, namun mengklaim jet itu melakukan operasi di dalam wilayah udara Suriah selatan.
"Musuh Israel menegaskan dukungannya untuk kelompok teroris bersenjata dan menargetkan salah satu pesawat tempur kami, yang menyerang kelompok mereka di daerah Saida di tepi Lembah Yarmouk di wilayah udara Suriah," kata kantor berita SANA.
Sumber militer Suriah mengatakan kepada Sputnik bahwa pesawat yang ditembak jatuh oleh Israel berada di dalam wilayah udara Suriah, melakukan serangan terhadap militan Daesh.
"Tentara Suriah sedang melakukan operasi untuk membersihkan para teroris yang tersisa di kantong wilayah, yang meliputi area seluas 50 kilometer persegi di sepanjang perbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Hari ini, pesawat Suriah dan Yordania telah membom posisi teroris di daerah itu sejak jam 8 pagi," ungkap sumber militer Suriah.




Credit  tempo.co