Senin, 01 Februari 2016

Indonesia Kembangkan Teknologi Terowongan Layang Bawah Air

Indonesia Kembangkan Teknologi Terowongan Layang Bawah Air

Indonesia sedang mengembangkan teknologi terowongan layang bawah air
ilustrasi/Antara 
 
CB, JAKARTA - Indonesia sedang mengembangkan teknologi terowongan layang bawah air atau Submerge Floating Tunnel (SFT) oleh Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTIST BPPT).

Perekayasa Bidang Transportasi BPPT, Bambang Rumanto, mengatakan bahwa terowongan layang bawah air telah diteliti sejak 2006 dan sudah diujicobakan di laboratorium BPPT.

Di antaranya diujicobakan di laboratorium Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH) Surabaya, untuk menguji kestabilan fisik dari tunnel dan uji scoring di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Yogyakarta untuk melihat sejauh mana kerusakan di dasar dan di pinggir tunnel setelah terpasang.

"SFT juga telah diuji struktur di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur ( B2TKS) untuk melihat bentuk terbaik dari tunnel. Pada awalnya tunnel berbentuk oval, tapi setelah diuji coba maka tunnel yang berbentuk lingkaran lebih stabil dan tidak tenggelam," kata Bambang ketika dihubungi Bisnis.

Namun begitu, teknologi canggih yang dikembangkan oleh anak negeri ini hingga kini belum dapat segera di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Yang kami harapkan dari pemerintah adalah keinginan untuk menggunakan dan memanfaatkan hasil riset para peneliti. Jadi tidak hanya sebatas ujicoba laboratorium. Bukan tidak mungkin dari SFT dengan bentangan 150 meter, dapat kami jadikan sebagai bahan untuk pengembangan lebih jauh misalnya alternatif jembatan Selat Sunda," tutup Bambang.





Credit  Bisnis.com