Senin, 29 Februari 2016

Pertempuran di Yaman Makin Sengit, 857 WNI Masih Bertahan


Pertempuran di Yaman Makin Sengit, 857 WNI Masih Bertahan  
Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menghancurkan basis pertahanan militer yang dikuasai kelompok Houti di Sana’a, Yaman. (REUTERS/ Khaled Abdullah)
 
Sana'a, CB -- Pertempuran berkepanjangan antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dengan pemberontak Houthi di Yaman, belakangan semakin memanas. Dalam pekan ini sedikitnya 90 orang tewas, termasuk anak-anak dan perempuan akibat serangan udara dari pihak koalisi. Warna negara Indonesia yang masih bertahan di Yaman diketahui masih mencapai ratusan orang.

Duta Besar RI untuk Yaman Wajid Fauzi mengatakan jumlah WNI yang masih berada di Yaman per tanggal 3 Februari yang lalu yaitu 857 orang. “Mereka berada di wilayah yang relatif aman. Mereka sebagian besar berada di Kota Tarim,” kata Wajid kepada CNN Indonesia.com, Ahad (28/2), melalui pesan singkat.

Senin lalu (22/2), sedikitnya 60 orang tewas termasuk anak-anak dan perempuan saat pesawat-pesawat tempur Arab Saudi melancarkan serangan memerangi kelompok Houti di sejumlah wilayah di Yaman. Sedangkan pada Sabtu (27/2), sedikitnya 30 orang dari pihak Houti dan warga sipil tewas ketika pesawat tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur salah satu pasar di Timur Laut Sana’a, Ibu Kota Yaman.

Wajid mengatakan pembicaraan dialog antara kelompok bersenjata Houti dengan koalisi belum dapat berlangsung karena masing-masing pihak belum bersedia berdialog. “Mereka tetap dengan tuntutannya masing-masing,” ucap Wajid.


Wajid menuturkan hingga kini belum ada tanda-tanda yang mengarah pada perdamaian. “Gencatan senjata tampaknya belum ada tanda-tanda ke arah itu,” ujar Wajid yang berada di Oman. KBRI Sana’a sampai saat ini masih mengendalikan kegiatan operasionalnya dari Kota Salalah, Oman.

Menurut Wajid sampai sejauh ini kondisi di Yaman belum memungkinkan untuk kantor KBRI kembali beroperasi di Sana’a.

“Pemerintah Yaman sediri belum efektif dan lebih banyak diatur dari Riyadh, Saudi Arabia,” kata Wajid.

Di Yaman, lanjut Wajid, hingga saat ini belum ada kantor Kedutaan Besar asing yang buka kembali mengingat situasi politik keamanan yang belum pulih.

“Dan juga tidak ada pemerintahan Yaman yang efektif sampai sejauh ini,” tambah Wajid.

Sebelumnya Wajid menyebutkan jumlah WNI yang berada di Yaman terus menurun. Pada Juni 2015 lalu jumlahnya ada 1.184 orang. Kemudian pada September 2015 jumlahnya menurun menjadi 1.117 orang. Pihak KBRI secara aktif terus memfasilitasi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.

Sebagian besar WNI yang berada di Yaman merupakan pelajar dan mahasiswa. Mereka tersebar di sejumlah kota di Yaman. Mayoritas tinggal di Kota Tarim, Yaman timur.




Credit  CNN Indonesia