Senin, 29 Februari 2016

Rusia: Gencatan Senjata, tapi Artileri Militan Turki Serang Suriah


Rusia Gencatan Senjata tapi Artileri Militan Turki Serang Suriah
Kota Tell Abyad, Suriah utara, diserang meski gencatan senjata diberlakukan. | (Reuters)

DAMASKUS - Rusia melalui pusat pemantau gencatan senjata di dekat Latakia mengkonfirmasi bahwa Kota Tell Abyad, Suriah utara, yang dihuni warga Kurdi diserang militan asal Turki dengan artileri. Padahal, gencatan senjata di Suriah baru dimulai kemarin.

Laporan serangan itu muncul semalam. Letnan Jenderal Sergei Kurylenko, yag mengepalai pusat untuk rekonsiliasi Suriah mengatakan, pasukan militan datang dari Turki semalam menggunakan artileri berat.

Informasi ini diverifikasi beberapa saluran, termasuk perwakilan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), (aliansi pemberontak yang mencakup Kurdi, Arab dan kelompok etnis lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut),” katanya, seperti dikutip Russia Today, Minggu (28/2/2016).

Rusia telah meminta klarifikasi dari Amerika Serikat (AS) yang memimpin koalisi internasional anti-ISIS, di mana Turki menjadi anggotanya. AS juga mengelola pusat koordinasi koalisi yang berbasis di Amman.

Gencatan senjata di Suriah sudah disepakati semua pihak. Namun, gencatan senjata itu tidak berlaku bagi kelompok teror yang masuk daftar di PBB seperti ISIS, Al-Nusra dan kelompok teror lain.

Sedangkan pasukan Kurdi yang selama ini diperangi Turki—meski berjuang keras melawan ISIS—ikut dalam perjanjian gencatan senjata, yang semestinya tidak boleh diperangi.

Pihak Pemerintah Turki maupun AS belum memberikan konfirmasi atas serangan di Suriah utara oleh militan Turki ketika gencatan senjata sedang berlangsung.

Rusia Dituduh Menyerang


Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan pesawat tempur telah menyerang enam kota di Provinsi Aleppo, Suriah utara pada Minggu dini hari atau sehari setelah dimulainya gencatan senjata.

Pemberontak Suriah menuding serangan udara itu dilakukan oleh pesawat tempur Rusia mendukung pemerintah Suriah, tetapi Observatorium yang memonitor konflik Suriah tidak bisa mengidentifikasi pesawat tempur milik siapa yang melakukan serangan.

Suriah sendiri menegaskan sudah “mengandangkan” semua pesawat tempurnya di Suriah setelah gencatan senjata dimulai.

Kami tidak tahu mana pesawat yang melakukan serangan dan kami juga tidak yakin apakah ini dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, karena tidak jelas apakah kota ini termasuk dalam peta gencatan senjata,” kata Direktur Observatorium, Rami Abdulrahman, seperti dikutip Reuters.




Credit  Sindonews