Rabu, 23 Februari 2022

Media AS: Indonesia Sekutu Potensial yang Makin Suka Berperang, Setelah Beli Jet Tempur F-15 EX alias F-15ID

jet tempur Rafale 


CUPUMA - Amerika Serikat (AS) rupanya juga menyoroti penjualan jet tempur Rafale Prancis yang diborong NKRI sebelum 36 unit F-15 EX alias F-15ID direstui.

Belakangan ini Indonesia secara resmi membeli jet tempur dari perancis untuk menambah kekuatan pertahanan Indonesia.

Peralatan jet tempur Rafale dari Prancis merupakan model terbaru dengan kecanggihan teknologi yang jarang ditemui pada jet tempur lainnya.


Dan Indonesia sangat mungkin untuk bisa memiliki sekitar 36 unit jet tempur F-15 EX atau F-15ID tersebut.

Nilai kontrak pengadaan jet tempur F-15 EX atau F-15ID ini menelan biaya sekitar 14 miliar dolar AS.

“Departemen Luar Negeri menandatangani perjanjian untuk menjual ke indonesia hingga 36 pesawat tempur F-15ID dan peralatan terkait dalam kesepakatan senilai hampir $ 14 miliar.” tulis sumber.

 

Dengan adanya hal ini, maka kehadiran jet tempur Rafale dan F-15 EX atau F-15ID ini semakin dekat dengan kenyataan.

Dan tentunya kehadiran Rafale dan F-15 EX atau F-15ID ini akan membuat TNI AU semakin kuat.

Kehadiran jet tempur Rafale ke Indonesia ini juga bagian dari kerja sama hubungan antara Asia-Pasifik.

 

Jet tempur F-15 EX alias F-15ID yang mau dibeli Indonesia rupanya tak sembarangan.

Di antara kemampuan terbaru yang melengkapi F-15EX adalah radar AN/APG-82 Active Electronically Scanned Array.

Radar ini disebut dikembangkan oleh perusahaan Raytheon yang dapat mendeteksi lebih banyak target dan dari posisi yang lebih jauh.



Pesawat F-15EX juga disebut dapat membawa hingga 22 rudal udara-ke-udara AIM-9X atau AIM-120 AMRAAM.

Meski pembelian Su-35 Rusia dijegal, namun rupanya Amerika Serikat merestui Indonesia menggabungkan F-15 EX dan Rafale Prancis untuk menjaga langit NKRI.

Restu dari Amerika Serikat untuk menggabungkan F-15 EX dan Rafale Prancis tak lain didorong oleh niat besar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


"Prabowo sebelumnya telah mengindikasikan bahwa Indonesia tertarik untuk membeli Rafale dan F-15EX, sebagai bagian dari peningkatan belanja pertahanan besar yang direncanakan untuk beberapa dekade mendatang.

Dengan menyetujui penjualan tersebut, Departemen Luar Negeri AS mungkin membiarkan pintu terbuka bagi Indonesia untuk membagi pembeliannya antara Rafale dan varian Indonesia F-15EX, yang akan dikenal sebagai F-15ID.

Pengumuman Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan menandakan bahwa Departemen Luar Negeri telah menetapkan bahwa kasus penjualan militer asing memenuhi standarnya, tetapi bukan merupakan perjanjian yang mengikat.


Seringkali, kasus FMS disetujui tetapi kesepakatan tidak pernah membuahkan hasil. Dalam kasus di mana kontrak akhirnya ditandatangani, biaya paket mungkin berbeda dari perkiraan semula," tulis Breaking Defence dalam artikel terbitan 10 Februari 2022.

Lebih rincinya, media Amerika Serikat, 19fortyfive dalam artikel terbitannya pada 15 Februari 2022 merinci alasan negeri paman Sam rela F-15 EX alias F-15 ID dibeli Indonesia.

"'Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik,' menurut pengumuman DSCA.

'Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan memelihara kemampuan bela diri yang kuat dan efektif'

'Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan memungkinkannya untuk memberikan peningkatan pencegahan dan cakupan pertahanan udara di domain udara dan maritim yang sangat kompleks. Indonesia tidak akan kesulitan menyerap pesawat dan peralatan ini ke dalam angkatan bersenjatanya'.

Penjualan F-15ID datang ketika AS mengadili Indonesia sebagai sekutu potensial melawan China yang semakin suka berperang, dan ketika Indonesia berupaya memodernisasi angkatan udara  yang dilengkapi dengan jet F-16 Amerika dan Su-27 dan Su-30 Rusia yang sudah tua,"