Jumat, 26 Februari 2016

Pemerintah siapkan Bitung jadi sentra perdagangan Asia-Pasifik


Pemerintah siapkan Bitung jadi sentra perdagangan Asia-Pasifik
Dokumentasi--Perluasan Dermaga Peti Kemas Bitung Beberapa pekerja beristirahat pada pembangunan dermaga peti kemas di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (2/9/2015). Perluasan dermaga hingga 460 m itu diproyeksi menambah aktivitas bongkar muat yang sejalan dengan rencana pemerintah untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
 
 
Jakarta (CB) - Pemerintah menyiapkan Bitung, Sulawesi Utara menjadi sentra perdagangan Asia-Pasifik dan simpul kegiatan ekspor di wilayah tersebut, sekaligus menjadi pelabuhan singgah untuk komoditi di wilayah timur Indonesia.

Demikian penegasan Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam pernyataan tertulis, ketika menghadiri Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) di Manado, Kamis.

Untuk itu, kata Menko Perekonomian, Pelabuhan Bitung telah ditetapkan sebagai Pelabuhan Hub Internasional melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019.

"Pelabuhan Bitung dapat menjadi pintu gerbang utama di wilayah timur Indonesia di masa depan," katanya.

Sehubungan dengan hal itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dengan pembangunan jalan tol Manado menuju Bitung sepanjang 39 kilometer sebagai infrastruktur penunjang.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak yang hadir mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan, dukungan lain yang dilakukan Kementerian PUPR adalah dukungan air baku, yakni saat ini sedang dilakukan pembangunan Waduk Kuwil di Minahasa Utara dan pengendalian banjir di Kota Manado.

Namun, kata Dardak, ada tantangan yang dihadapi dalam pembangunan jalan tol Manado menuju Bitung, yakni terkait proses pembebasan lahan.

Ia berharap pihak-pihak terkait dapat saling bersinergi dalam membantu mengatasi tantangan tersebut. "Hal ini demi percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya KEK Bitung," ujar Dardak.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan produktivitas logistik perikanan di Bitung, membutuhkan sistem infarstruktur yang kuat dan untuk ini dibutuhkan konektivitas antar wilayah.

"Konektivitas adalah kata kunci yang harus dilakukan agar komoditi yang berlimpah dapat bermanfaat. Jika didukung dengan konektivitas infrastruktur yang kuat, maka akan hasil dari sektor perikanan dapat menyebar ke wilayah barat dan tengah Indonesia," katanya.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menambahkan selain komoditi lokal yang dapat ditingkatkan, Sulawesi Utara memiliki daya tarik sendiri berupa obyek wisata Bunaken.

Daya tarik Bunaken dengan keindahan dasar laut dan alam sekitarnya ini, tambahnya, sudah menjadi tujuan wisata internasional untuk mendukung perkembangan perekonomian Provinsi Sulawesi Utara.

Selain dilakukan diskusi, kegiatan di daerah tersebut dilanjutkan dengan survei lapangan ke rencana pembangunan Jalan Tol Manado - Bitung.



Credit  ANTARA News