Kamis, 25 Februari 2016

Rusia Tak Tahu Soal Rencana Cadangan AS di Suriah



Rusia Tak Tahu Soal Rencana Cadangan AS di Suriah
Rusia ternyata tidak mengetahui mengenai rencana cadangan yang disiapkan Amerika Serikat (AS) di Suriah. (Istimewa)

MOSKOW -  Rusia ternyata tidak mengetahui mengenai rencana cadangan yang disiapkan Amerika Serikat (AS) di Suriah. Menurut Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, rencana itu disiapkan sebagai persiapan jika gencatan senjata dan proses perdamaian di Suriah tidak berjalan sesuai rencana.

"Pihak Rusia tidak mengetahui adanya rencana cadangan yang dibicarakan oleh AS. Pekerjaan intensif pada pernyataan itu dilakukan, dan perlu untuk mengerahkan semua usaha dalam implementasi praktis," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Itar-tass pada Rabu (24/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kerry menuturkan, AS memiliki rencana cadangan di Suriah, dan rencana tersebut saat ini sedang dalam proses pematangan oleh pihaknya. 

"Ada diskusi signifikan yang terjadi sekarang tentang rencana cadangan dalam hal bahwa kita tidak berhasil membawa negosiasi damai kembali ke atas meja," kata politisi senior AS tersebut.

Alasan di balik adanya rencana cadangan itu adalah, AS memiliki sedikit rasa pesimis, bukan hanya pada gencatan senjata dan proses perdamaian di Suriah akan berjalan sesuai rencana, tetapi juga sikap Rusia. Namun, Kerry masih enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencanan cadangan tersebut.


Credit  Sindonews

Kerry: Soal Suriah, AS Tak Akan Bergantung pada Rusia


Kerry Soal Suriah AS Tak Akan Bergantung pada Rusia
Kerry menyebut AS sudah memiliki rencana cadangan jika gencatan senjata dan transisi politik di Suriah akhirnya gagal. (Reuters)

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan, peran Rusia sangat penting dan vital di Suriah, tapi AS tidak akan bergantung pada hal itu. Dirinya menyebut AS sudah memiliki rencana cadangan jika gencatan senjata dan transisi politik di Suriah akhirnya gagal.

"Ada diskusi signifikan yang terjadi sekarang tentang Rencana B dalam hal bahwa kita tidak berhasil membawa negosiasi damai kembali ke atas meja," kata Kerry, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (24/2).

Kerry menuturkan alasan mengapa pihaknya menyiapkan rencana cadangan untuk Suriah. Dirinya menyebut ada sedikit rasa pesimis, bukan hanya pada gencatan senjata dan proses perdamaian di Suriah akan berjalan sesuai rencana, tetapi juga sikap Rusia.

"Saya tidak akan menjamin untuk ini. Saya tidak akan mengatakan proses ini akan bekerja, karena saya tidak tahu. Tapi saya tahu, bahwa ini adalah cara terbaik untuk mencoba mengakhiri perang dan ini adalah satu-satunya alternatif yang tersedia bagi kita jika memang kita akan memiliki penyelesaian politik, "kata Kerry.

Namun, dengan semua pesimisme terhadap Rusia, Kerry menyebut bahwa peran Negeri Beruang Merah itu dalam beberapa pekan terakhir sangatlah besar. Tanpa kehadiran Rusia, gencatan senjata di Suriah mungkin tidak akan pernah tercapai.

"Tanpa kerjasama Rusia, saya tidak yakin kita akan mampu mencapai kesepakatan yang kita miliki sekarang atau setidaknya mendapatkan bantuan kemanusiaan," kata Kerry.
 
"Pada hari-hari terakhir, Rusia telah mengirim utusan khusus ke Suriah untuk berbicara dengan rezim Bashar Assad dan memastikan bahwa mereka berada dalam perjanjian untuk bergerak maju dalam proses demokrasi serta menghormati persyaratan kemanusiaan," pungkasnya.




Credit  Sindonews