Jumat, 19 Juni 2015

Survei: Jokowi "Runner-up" Tokoh Paling Tak Disukai di Australia


 
KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (20/10/2014) malam.

CANBERRA, CB — Sebuah lembaga think tank Australia, Lowy Institute, baru saja menggelar survei terkait pendapat warga negeri itu terhadap Presiden Joko Widodo. Ternyata hasil jajak pendapat itu cukup mengejutkan.

Meski Indonesia adalah tetangga dekat Australia, tetapi menurut hasil survei itu, 42 persen warga Negeri Kanguru tak mengenal sosok Jokowi. Selain itu, survei tersebut mengungkap bahwa 29 persen warga Australia tidak mengagumi Jokowi dan hanya 25 persen yang mengaku kagum terhadap sosok mantan Wali Kota Surakarta itu.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo menduduki peringkat kedua pemimpin dunia yang tak disukai warga Australia setelah Presiden Vladimir Putin dari Rusia. Presiden Putin, menurut survei ini, tak disukai oleh 67 persen warga Australia.

Penyelenggara survei menanyai pendapat responden terhadap 10 pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Barack Obama, capres AS Hillary Clinton, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel, serta Presiden China Xi Jinping. Sementara Presiden Obama masih menjadi "idola" 86 persen warga Australia.

Lowy Institute juga menemukan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tengah mencapai titik nadir. Berdasarkan survei ini, sentimen positif warga Australia terhadap Indonesia hanya mencapai 46 poin. Angka ini merupakan yang terendah sejak Schappelle Corby ditangkap pada 2007 karena memiliki obat-obatan terlarang.

Nilai 46 yang diperoleh menempatkan posisi Indonesia sama dengan Rusia dan Mesir di mata rakyat Australia. Hal lain yang terungkap dalam survei ini adalah hanya 34 persen warga Australia yang mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah negeri demokrasi, padahal sudah 16 tahun Indonesia mempraktikkan demokrasi.

Catatan lain yang diperoleh dari jajak pendapat ini, antara lain, pendapat warga Australia soal peran Indonesia mengatasi masalah imigran ilegal, penghapusan hukuman mati, dan upaya Indonesia memerangi terorisme.

Satu hal yang penting dicatat adalah meski warga Australia tidak mengagumi Presiden Joko Widodo, tetapi sekitar 76 persen warga negeri itu meyakini bahwa PM Tony Abbott harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.





Credit   KOMPAS.com