Rabu, 17 Juni 2015

Mengenal Sosok di Balik Pengintai Mata-mata Malaysia

Ada sejumlah tahapan yang dilakukan pengintai.

Mengenal Sosok di Balik Pengintai Mata-mata Malaysia
Kapten Ferry Rahman pilot F16 yang akan mengawasi Ambalat melalui udara (VIVA.co.id / SIti Ruqoyah)
 
  CB - Suara mesin jet tempur menyala, tanda akan ditunggangi akan segera tiba. Tepat pukul 09.00 WITA, dua pilot F16 mulai melangkah keluar dari tower Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara menuju pesawat.

Sebelumnya, mereka melakukan sejumlah persiapan khusus, maklum, kendaraan yang mereka gunakan bukan kendaraan lazim. Namun sebagai pengintai kedaulatan negara di tapal batas.

Kapten Ferry Rahman, salah satu pilot F16 dari skuadron Udara III Iswayudi, Madiun, Jawa Timur mengatakan, hanya orang 'khusus' yang bisa mengendarai pesawat buatan Amerika ini.


Patroli Ambalat

Mengapai dibilang khusus, sebab harus benar-benar pilihan dan bukan orang sembarangan. Minimal masuk TNI Angkatan Udara dan belajar di sekolah penerbangan.

Meski terbatas, Ferry menjelaskan tahapan yang dilakukan sebelum menaiki F16. Pagi hari, sebelum terbang, semua pilot harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Pertama, sebelum naik kita harus briefing flight. Ini bertujuan  misi apa yang akan dilaksanakan. Di briefing ini, kita bisa menentukan mulai dari menyalakan mesin hingga matikan mesin dan hal-hal apa saja yang dilakukan saat emergency," ujar Ferry saat berbincang pada VIVA.co.id usai mengawasi udara Ambalat di Tarakan, Kalimantan Utara.

Ferry menambahkan, setelah briefing, sang pilot harus mengetahui kondisi cuaca pada saat itu dan berkomunikasi dengan air traffic control (ATC) untuk mengetahui penerbangan apa saja yang berlangsung selama operasi.



 

Pilot F16


Koordinasi ini sangat penting agar tidak ada 'saling tabrak' di udara. Persiapan tak hanya sampai situ, pilot lanjut Ferry juga wajib menjalani tes kesehatan dokter.

"Jika dinyatakan sehat dan langsung boleh terbang. Selama ini, saya sudah 1.100 jam terbang menggunakan F16," kata Ferry.

Pilot F16 juga diwajibkan menggunakan pakaian khusus dan membawa pistol serta benda tajam berupa pisau. Saat tiba di pesawat, pilot juga dilarang langsung naik, tetpai diwajibkan mengecek kondisi pesawat setelah itu mengisi buku harian di pesawat yang ditanda tangani oleh crew.

"Saat naik pesawat juga kita harus periksa lagi kokpit terakhir, setelah itu menjalankan pesawat," tambah Ferry.

Patroli Ambalat
Pada misi kali ini, Ferry bersama dengan beberapa pilot lainnya memang sengaja ditugaskan untuk menjalankan operasi pengamanan kawasan sengketa Ambalat yang berada di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.

Tempat yang disasar juga sudah masuk dalam rute operasi yang sebelumnya dibuat oleh pimpinan.

"Intinya saat operasi tidak ditemukan pesawat asing diperairan dan udara Ambalat. Kita harapkan kondisi ini terus berlangsung," ujar Ferry.






Credit   VIVA.co.id