Senin, 29 Juni 2015

Ribuan Wisatawan Eropa Dievakuasi dari Tunisia


Ribuan Wisatawan Eropa Dievakuasi dari Tunisia  
Wisatawan duduk di Imperial Marhaba Hotel beberapa saat setelah seorang pria bersenjata melepaskan rentetan tembakan di hotel yang berlokasi di pantai kawasan Sousse, Tunisia, itu pada Jumat 26 Juni 2015. REUTERS/ Amine Ben Aziza
 
 
Jakarta, CB -- Ribuan wisatawan asing di Tunisia yang berasal dari sejumlah negara di Eropa, Sabtu (27/6), dievakuasi menyusul serangan mematikan di Imperial Marhaba Hotel, sebuah hotel wisata di kota pantai Sousse, Tunisia, Jumat (26/6). Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kemungkinan buruk mengingat situasi yang tidak kondusif di negara yang terletak di Afrika Utara itu.

Pelaku penembakan yang menewaskan sedikitnya 39 orang wisatawan dan warga Tunisia itu sudah ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak sesaat setelah tragedi berdarah itu terjadi. Pihak kepolisian setempat menyebut pelaku adalah mahasiswa lokal berusia 23 tahun yang bernama Saifeddine Rezgui.

Perdana Menteri Tunisia Habib Essid mengatakan sebagian besar korban tewas adalah turis Inggris. Selain warga negara Inggris, berdasarkan laporan petugas medis terdapat warga negara Jerman, Belgia, dan Irlandia.

"Lebih dari 3 ribu wisatawan asing sudah meninggalkan Sousse hari ini," kata Saloua Kadri, pejabat urusan pariwisata setempat seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/6). “Mereka sebagian besar terdiri dari warga negara Inggris yang berjumlah sekitar 2.200 orang dan 600 warga negara Belgia.”


Penyelenggara perjalanan wisata asal Jerman menyebutkan pihaknya ketika serangan brutal itu terjadi sedang mengurusi sebanyak 6.400 wisatawan asing di Tunisia. Dari jumlah tersebut di antaranya menjadi korban penembakan, baik tewas maupun luka-luka.

Guna keperluan evakuasi, pihak penyelenggara mengerahkan 10 pesawat untuk mempercepat pemulangan para wisatawan. Sejauh ini sebanyak 1.000 turis sudah dipulangkan. Selain mengevakuasi, pembatalan perjalanan semua paket liburan tujuan ke Tunisia juga dilakukan setidaknya untuk sepekan ke depan.

Maskapai penerbangan dari Belgia untuk keperluan pemulangan para wisatawan ini secara khusus mengirim enam pesawat kosong. Mereka bakal mengangkut wisatawan dari Djerba dan Enfidha pada Sabtu ini.

Salah satu wisatawan yang dipulangkan ke Inggris dari Sousse, Nicola Harris, mengatakan merasa tidak nyaman untuk meneruskan liburannya di Tunisia.

"Saya merasa tidak pantas melanjutkan bersenang-senang di sini dengan adanya peristiwa yang mengakibatkan puluhan orang tewas. Ada perasaan bersalah,” kata Nicola Harris kepada Sky News.

Adapun sejauh ini belum diketahui apakah si pelaku penembakan berhubungan dengan kelompok militan ISIS, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan mengerikan tersebut.




Credit   CNN Indonesia