Senin, 22 Juni 2015

Filipina, Jepang, AS Latihan bersama di Laut Cina Selatan



Filipina, Jepang, AS Latihan bersama di Laut Cina Selatan  
Militer Filipina memperkuat kerjasama dengan Jepang, Amerika Serikat dan Vietnam untuk mengantisipasi kegiatan China di Laut Cina Selatan. (Reuters/Romeo Ranoco)
 
Purto Princesa, Filipina, CB -- Filipina akan mengadakan latihan angkatan laut terpisah bersama Amerika Serikat dan Jepang di satu pulau Filipina yang terletak tidak jauh dari kepulauan Spratly yang diperebutkan.

China membangun tujuh pulau buatan di kepulauan yang terletak di Laut Cina Selatan itu sehingga menyebabkan ketegangan di wilayah.

Manila, yang memiliki angkatan laut terlemah di Asia, meningatkan kerjasama keamanan tahun ini dengan Washington, Jepang dan Vietnam setelah China dengan agresif meningkatkan kehadiran di Laut Cina Selatan.

Seorang pejabat militer Filipina mengatakan tidak ada rencana bagi angkatan laut ilipina, AS dan Jepang untuk berlatih bersama di pulau Palawan, sekitar 160 kilometer dari Spratly, meski latihan itu akan saling bersinggungan karena keterbatasan aset angkatan laut milik Filipina.

“Pada satu titik, pasukan tiga negara ini akan bergabung dalam satu kegiatan karena kami hanya memiliki dua kapal dan pesawat tempur terbatas untuk ikut serta dalam latihan tersebut,” ujar pejabat militer Filipina yang menolak disebutkan namanya itu.

Minggu (22/6) malam, para wartawan bisa melihat dua pesawat pengintai maritim P3C-Orion, milik Jepang dan AS, diparkir di lapangan udara militer Kota Puerto Princesa, ibukota Palawan.

Latihan dua minggu bersama AS ini dimulai akhir minggu lalu. Sementara, latihan dua hari dengan Jepang akan dimulai pada Selasa (24/6). Dan akan berlangsung di wilayah perairan Filipina, bukan di wilayah Laut Cina Selatan yang dipersengketakan.

Sementara militer Filipina berlatih secara rutin dengan pasukan AS, mereka mengikuti latihan bersama dengan Jepang untuk pertama kali pada Mei.

Tokyo tidak mengklaim wilayah Laut Cina Selatan, namun khawatir tersingkir jika China mendominasi parairan yang sebagian besar digunakan oleh kapal dagang negara itu.

Pemerintah Perdana Menteir Shinzo Abe meningkatkan kerjasama keamanan di Asia Tenggara pada tahun ini.

China mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan. Filipina, Malaysia, Vietnam, Taiwan dan Brunei mengklaim wilayah yang sama di perairan tersebut.

Minggu lalu Beijing mengatakan bahwa sebagian proyek reklamasi di Spratly akan segera selesai, dan akan melanjutkan pembangunan fasilitas di pulau-pulau karang yang diklaimnya.
 
China melakukan kegiatan reklamasi di sejumlah pulau karang di Kepulauan Spratly yang diperebutkan di Laut Cina Selatan. (Reuters/U.S. Navy/Handout)
Negara itu mengatakan fasilitas-fasilitas ini akan memiliki tugas militer yang tidak ditentukan serta membantu pencarian dan penyelamatan di laut, bantuan bencana, perlindungan alam dan pelayaran.


Credit   CNN Indonesia