Senin, 29 Juni 2015

Pilot Inggris ujicoba lepas-landas F-35 pakai papan lontar


Pilot Inggris ujicoba lepas-landas F-35 pakai papan lontar
F-35B saat uji-coba lepas landas dari landas pacu lontar, di fasilitas uji Patuxent, Maryland, Amerika Serikat. Inggris akan menjadi salah satu operator varian F-35 yang bisa lepas landas secara vertikal dan dalam jarak pendek ini (STOVL). (www.aviationnews.eu)
... pesawat tempur ini memberikan kinerja persis seperti yang diperkirakan dan berhasil baik...
Jakarta (CB) - Pilot uji BAE Systems dari Inggris, Pete Wizzer Wilson, menjadi pilot pertama yang menerbangkan pesawat tempur gabungan, F-35B Lighting, buatan Lockheed Martin, dari landasan papan lontar (ski-jump) yang ada di kapal induk. F-35B memiliki kemampuan lepas-landas dan mendarat dalam jarak pendek dan vertikal (STOVL). 

Kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal ini seperti yang dimiliki AV-8B Harrier II yang dibangun McDonnel Douglas dan dioperasikan juga oleh Korps Marinir Amerika Serikat serta Angkatan Laut Kerajaan Inggris. 

Ujicoba dari landasan papan lontar itu terjadi di Pangkalan Udara Angkatan Laut Amerika Serikat Patuxent, Maryland, Amerika Serikat, pada 19 Juni lalu, sebagaimana dinyatakan laman www.aviationnews.eu, Minggu dini hari. 

Roda-roda pendaratan F-35B Lighting menggelinding di tiruan landasan lontar itu, sebagai bagian dari rangkaian ujicoba selama dua pekan ini. 

Tujuannya untuk mengetahui kebolehan F-35B Lighting dalam hal lepas-landas dan mendarat dari landasan papan lontar di kapal induk itu secara aman dan efektif. F-35B memang didedikasikan untuk kapal induk. 

Akan tetapi, kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris memiliki beda doktrin pelaksanaan penerbangan pesawat terbang militernya. 

Kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Inggris memakai konsep landas papan lontar yang mendongak di ujung untuk memperbesar sudut serang anginnya, sehingga bisa memendekkan dimensi kapal induk secarav keseluruhan. 

Dengan landas papan lontar mendongak itu pula, bobot maksimal pesawat tempur yang mengudara bisa bertambah, apakah itu untuk menambah arsenal persenjataannya ataupun menambah bahan bakar sehingga jarak tempuh ataupun waktu jelajah misinya bisa bertambah. 

Setelah menerbangkan F-35B itu, Wilson menyatakan, “Selalu menggairahkan jika Anda menjadi yang pertama dalam aktivitas penerbangan. Kami merencanakan ‘yang pertama’ ini sejak bertahun-tahun lalu, menghabiskan ratusan jam di simulator. Bahkan dengan persiapan panjang dan rumit itu, kami tetap fokus juga pada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.”

“Ternyata, pesawat tempur ini memberikan kinerja persis seperti yang diperkirakan dan berhasil baik,” katanya. 

BAE Systems memainkan peran kunci dalam perancangan, pengembangan, dan manufaktur F-35B ini dan kapal induk. Juga untuk menjamin semua sistemnya bisa bekerja tanpa hambatan apapun dalam sistem yang selama ini dipakai Angkatan Laut Kerajaan Inggris. 

Mereka menempatkan para insinyurnya di Lancashire untuk membantu mengembangkan dan menguji teknologi terkini F-35 itu. 

Di Warton, Lancashire, Inggris, data dari penerbagan uji ini akan dipergunakan untuk lebih meningkatkan model yang dipakai dalam fasilitas simulasi. Inilah yang kemudian menjadi dasar mereka merancang simulator yang memungkinkan pilot dan perancangnya menerbangkan F-35 dari geladak HMS Queen Elizabeth sebagai kapal induknya. 

Ini akan meningkatkan kapabilitas daya pukul dan penghancur Angkatan Laut Kerajaan Inggris



Credit   ANTARA News