Jumat, 13 Mei 2016

Pindad Akan Produksi 1.100 Ekskavator

Pindad Akan Produksi 1.100 Ekskavator  
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), didampingi Direktur Utama PT. Pindad Silmy Karim (kedua kanan), Menteri Perindustrian Saleh Husein (kanan), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (ketiga kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (ketiga kanan), menunjukkan desain Panser Badak yang telah ditanda tangani saat kunjungan kerja ke PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 2016. Pemerintah akan membeli 50 panser Badak bila telah lulus uji. ANTARA/Novrian Arbi 
 
 
CB, Malang - Dalam dua tahun, PT Pindad (Persero) akan memproduksi ekskavator bernama Excava 200 sebanyak 1.100 unit. Pembuatan Excava ditujukan untuk mendukung pembangunan kapasitas nasional.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim, pembuatan ekskavator menjadi bukti kemampuan Pindad mengembangkan bisnis nonpertahanan dan keamanan sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo.

Pindad selama ini dikenal sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang memproduksi alat utama sistem persenjataan, seperti pistol, senapan, dan kendaraan tempur, serta amunisi dan bahan peledak.

Tahun 2016 merupakan tahun cerah bagi Pindad. BUMN strategis itu menerima banyak pesanan setelah Excava resmi diperkenalkan ke publik pada 10 September 2015. Produksi massal Excava 200 dimulai Januari 2016 dengan kemampuan produksi sebanyak 50 unit per bulan.



Kementerian Pekerjaan Umum menjadi pemesan Excava terbanyak, yakni 500 unit. Sedangkan 600 unit Excava dipesan BUMN Karya, seperti PT Waskita Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk. Total tahun ini, Pindad harus menyelesaikan pesanan 500 unit Excapa.

“Kecuali mesin, sekitar 95 persen komponen berasal dari dalam negeri,” kata Silmy Karim di sela acara press gathering di Divisi Munisi PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 11 Mei 2016. Menurut Silmy, untuk memproduksi 100 unit Excava dibutuhkan dana sekitar Rp 50 miliar, atau Rp 25 miliar untuk memproduksi 50 unit, yang duitnya dikeluarkan dulu dari kantong Pindad.

Ia optimistis Excava 200 mampu bersaing dengan ekskavator buatan produsen luar negeri, seperti Caterpillar, Volvo, dan Komatsu. Ceruk pasar ekskavator masih sangat terbuka. Potensi pasar ekskavator pada 2012, misalnya, sebanyak 7.927 unit. Pindad menargetkan bisa meraup 10 persen pasar penjualan untuk lima tahun ke depan.  

Untuk memenuhi ambisi menguasai 10 persen pasar ekskavator, selain mengandalkan kualitas, Pindad mematok nilai Excava dengan harga kompetitif, US$ 90-110 ribu per unit atau setara dengan Rp 1,17-1,43 miliar. Harga jual Excava masih lebih murah dibanding produk sejenis buatan asing.


Credit  TEMPO.CO