Senin, 24 Agustus 2015

Mantan Menhan Beberkan Rencana Israel Serang Iran


Mantan Menhan Israel, Ehud Barak (Foto: AFP)
Mantan Menhan Israel, Ehud Barak (Foto: AFP)
YERUSALEM (CB) – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Ehud Barak telah membeberkan rencana Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu Israel untuk menyerang langsung Iran pada 2009 silam. Bukan hanya sekali, namun tiga kali.
Kedati demikian, rencana yang didukung oleh PM Netanyahu itu ditolak oleh Kepala Angkatan Militer Israel saati itu, Jenderal Gaby Ashkenazi.
Menteri Pertahan Israel periode 2007-2013 itu membeberkan semuanya ketika diwawancarai oleh stasiun televisi swasta Channel 2 seperti dilansir dari AFP, Minggu (23/8/2015).
Barak menyatakan, ia dan Netanyahu pernah menyetujui rencana itu. Namun, Kepala Angkatan Militer Israel saati itu, Jenderal Gaby Ashkenazi, tidak memberikan respon positif.
“Penerus Ashkenazi, Benny Gantz mengatakan kepada pemimpin politik di negara ini bahwa kemungkinan untuk menyerang Iran selalu ada, namun kalian tahu keterbatasan dan risiko yang akan didapatkan,” ungkap Barak.
Selain itu, sambungnya, perwakilan militer dalam bidang pertahanan di kabinet Israel, yaitu Moshe Yaalon and Yuval Steinitz juga tidak menyetujui rencana itu. Alhasil, suara mayoritas yang diharapkan untuk memuluskan rencana itu pun sirna.
Moshe Yaalon yangsaat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ketika itu memegang portfolio urusan yang strategis. Sedangkan Yuval Steinitz, kini menjadi Menteri Energi dan Infrastruktur yang kemudian diangkat menjadi Menteri Keuangan Israel.
Dirinya menambahkan, Israel kembali memiliki keinginan untuk menyerang Iran pada 2012. Namun terpaksa ditangguhkan karena bertepatan dengan latihan perang bersama Amerika Serikat (AS). “Ini akan cenderung memalukan bagi Washington dan memberikan kesan jika AS terlibat langsung dalam perang itu,” tuturnya.
Pada tahun 2013, Netanyahu menuding pendahulunya Ehud Olmert telah menghabiskan dana hampir tiga miliar dolar sebagai persiapan untuk menyerang Iran. Namun hal itu tidak pernah terwujud.
Selama bertahun-tahun, Netanyahu telah menyuarakan ancaman untuk menggunakan opsi militer guna mencegah Iran mendapatkan program senjata nuklir. Ia pun dengan tegas menolak kesepakatan nuklir internasional yang berujung pada pencabutan sanksi ekonomi bagi Iran.
PM Netanyahu dan sebagian politisi Israel meyakini jika perjanjian tersebut tidak akan mampu meredam keinginan Iran untuk mempunyai senjata nuklir yang bisa digunakan untuk melawan Negara Zionis itu.

Credit  Okezone