Senin, 24 Agustus 2015

Konservatif Yunani Gagal Bentuk Pemerintah Baru


Konservatif Yunani Gagal Bentuk Pemerintah Baru  
Mantan PM Alexis Tsipras ingin mendapat suara mayoritas penuh dalam pemilu untuk memerintah tanpa berkoalisi. (Reuters/Alkis Konstantinidis)
 
 
Athena, CB -- Para pemimpin oposisi Yunani tidak berhasil mencapai kemajuan dalam upaya membentuk koalisi baru meski ada desakan dari dalam dan luar negeri agar negara itu segera melakukan pemilu untuk mengatasi krisis ekonomi dan kemanusiaan.

Pemimpin konservatif Evangelos Meimarakis mengakhiri hari Minggu (23/8) yang merupakan hari ketiga dan terakhir yang diberikan presiden Yunani untuk membentuk pemerintahan tanpa membuahkan hasil.

Tawaran pembentukan koalisinya ditolak oleh Perdana Menteri Alexis Tsipras yang mengundurkan diri dan para pemimpin partai kecil di parlemen.

Kelambanan perundingan koalisi sejak Tsipras mengundurkan diri pada Kamis (20/8), setelah tujuh bulan berkuasa, membuat media menyerukan penunjukan satu pemimpin pelaksana untuk menerapkan kebijakan penghematan dan reformasi yang penting agar Yunani tetap mendapat aliran dana penting dari kesepakatan dana talangan baru.


Tsipras mengecam taktik Meimarakis dan ketua kelompok kiri radikal Pangiotis Lafazanis, tokoh yang mundur dari partai Syriza pimpinan Tsipras karena program dana talangan sebesar 86 miliar euro, dan kini mendapat giliran untuk membentuk pemerintah baru.

“Jangan coba-coba menerapkan taktik yang bertujuan menunda pemilu. Langkah itu tidak akan menghasilkan apapun dan rakyat mengerti benar,” kata Tsipras kepada anggota senior pemerintah dan partai Syriza, Sabtu.

Tsipras menjadi favorit untuk membentuk pemerintah baru setelah pemilu, namun pemimpin Yunani mendatang menghadapi masalah yang sulit.

Negara itu berhasil menghindari kekacuan finansial dan kemungkinan keluar dari zona euro setelah Tsipras mengabulkan tuntutan zona euro dan IMF agar dana talangan bisa diberikan.

Lafazanis, dengan partai Persatuan Rakyat yang kini menjadi partai ketiga terbesar setelah memisahkan diri dari Syriza pada Jumat, aka menerima mandat kepresidenan untuk membentuk pemerintah pada Senin.

Lafazanis, yang dipecat oleh Tsipras dari menteri energi karena membangkang, bersikeras akan mempergunakan waktu tiga hari untuk membentuk pemerintah, tetapi menolak berurusan dengan pihak yang mendukung dana talangan.

Sikap itu membuat pilihan mitra koalisi terbatas pada kelompok komunis dan Golden Dawn, satu kelompok ekstrim kanan yang dijauhi oleh partai-partai lain.

Kombinasi ketiga partai yang tidak biasa ini harus memiliki 57 suara dari 300 kursi parlemen, sesuai dengan komposisi partai saat ini.

Sementara dana pinjaman mulai mengalir ke Yunani, para peminjam bisa menghentikannya jika mereka merasa Athena tidak memenuhi janji untuk dikaji pada Oktober.

Langkah itu akan menghentikan rencana menyelamatkan perbankan Yunani bangkrut akibat krisis ini.

Selain keperluan akan pemerintah yang stabil, Yunani juga kesulitan mengatasi ribuan pendatang yang sebagian besar adalah pengungsi dari perang saudara di Suriah.

Mereka mendarat di pulau-pulau Yunani dengan kapal kecil, bergerak ke pulau utama dan menuju perbatasan Macedonia dimana ribuan pengungsi hidup dalam kondisi kacau dan menyedihkan. Mereka berharap bisa mencapai negara-negara yang lebih makmur di Eropa utara.

Pemerintah Stabil

Sesuai dengan UUD Yunani yang berliku-liku tiga partai terbesar masing-masing mendapat waktu tiga hari untuk membentuk koalisi baru jika pemerintah mengundurkan diri kurang dari setahun setelah berkuasa.

Jika upaya pembentukan koalisi itu gagal, yang sekarang hampir pasti terjadi, Presiden Prokopis Pavlopoulos bisa menunjuk seorang perdana menteri pelaksana dan mengumumkan penyelenggaraan pemilu.
 
Nasabah antri di bank Yunani yang menghadapi krisis finansial serius. (Reuters/Christian Hartmann)
Sejumlah pihak yakin Yunani tidak bisa menunggu hingga setelah pemilu, dan Tsipras menginginkannya berlangsung pada akhir September.

“Negara ini memerlukan perdana menteri pelaksana yang berpengalaman,” tulis koran Kathiemerini. “Menerapkan kesepakatan yang dicapai dengan para peminjam, mengucurkan dana segar kepada perbankan, dan krisis migran adalah masalah yang tidak bisa menunggu, bahkan untuk satu bulan pun.”

Bahkan Jeroen Dijsselbloem, ketua menteri keuangan zona euro yang seringkali bersebrangan dengan Athena ketika perundingan paket bantuan, sepakat dengan Tsipras terkait pemilu.

“Saya berharap terjadi dengan cepat sehingga tidak banyak waktu yang terbuang,” katanya kepada wartawan.

Tsipras menolak kesempatan membentuk koalisi setelah hampir sepertiga anggota parlemen dari partainya membangkang karena paket penyelamatan, sehingga dia tidak memiliki suara mayoritas dan memaksanya bergantung sementara pada dukungan oposisi.

Menurut seorang pejabat pemerintah, dia menolak permintaan Meimarakis untuk bertemu dengan mengatakan dia tidak akan bisa membentuk koalisi berdasarkan perhitungan parlemen yang sekarang.

Strategi Syriza adalah memanfaatkan popularitas Tsipras untuk mencoba membentuk pemerintahan sendiri setelah pemilu.

“Tujuan kami adalah mayoritas absolut, tujuan yang bisa dicapai agar pemerintah mendatang stabil dan kekacauan negara ini bisa dihindari,” ujar Olga Gerovasili, juru bicara pemerintah.

Credit  CNN Indonesia