Senin, 24 Agustus 2015

Aksi 2 Marinir AS Cegah Upaya Pembantaian di Kereta Cepat Perancis


 
AFP Photo via BBC Petugas forensik sedang melakukan investigasi usai penembakan yang terjadi di kereta cepat Thalys di Perancis, Jumat (21/8/2015).
 
ARRAS, CB - Aksi teror kembali terjadi di Paris, saat seorang pria bersenjata api melepaskan tembakan di atas kereta cepat Thalys yang sedang berjalan, Jumat (21/8/2015) waktu setempat. Namun, aksi teror oleh pria bersenjata itu berhasil diantisipasi oleh dua penumpang yang merupakan warga negara Amerika Serikat, sehingga serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Dilansir dari laman CNN, Sabtu (22/8/2015), dua penumpang itu diketahui sebagai anggota Marinir AS yang sedang mengenakan pakaian sipil. Bak aksi di film laga Hollywood, kedua anggota Marinir itu berhasil melumpuhkan pria bersenjata rifle otomatis Kalashnikov saat berusaha mengokang senjatanya.
Meski begitu, pria bersenjata yang diketahui merupakan warga negara Maroko itu sempat melepaskan tembakan dari pistol otomatis, senjata lain yang dipegangnya. Akibatnya, tiga orang mengalami luka, dengan dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Dari dua korban yang dibawa ke rumah sakit, salah satunya merupakan warga negara AS. Tapi belum diketahui apakah korban itu salah satu dari anggota Marinir yang menggagalkan aksi teror itu.
Adapun satu korban lain yang mengalami luka ringan adalah aktor Perancis, Jean-Hugues Anglade. Anglade menderita luka di bagian tangan.
Pelaku penembakan itu kemudian ditahan aparat kepolisian saat kereta dialihkan ke kota Arras, kota di utara Paris. Dilansir dari BBC, aparat keamanan Perancis juga menyita rifle otomatis Kalashnikov, pistol otomatis, pisau dari pria berusia 26 tahun itu.
BBC juga melaporkan bahwa dua anggota Marinir AS itu mulai mencurigai gelagat pelaku saat berada di dalam toilet. Ketika mendengar suara kokangan senjata di dalam toilet, saat itulah dua anggota Marinir AS itu mulai beraksi dan menunggu pelaku keluar dari dalam toilet.
Cegah pembantaian
Sumber di aparat keamanan mengatakan kepada CNN bahwa pelaku serangan sudah diincar oleh intelijen Perancis. Pelaku juga diduga merupakan simpatisan kelompok teror ISIS.
Pejabat lain menyebut bahwa pelaku penyerangan membawa banyak amunisi yang memungkinkannya melakukan pembantaian. Namun, aksi dua anggota Marinir AS itu mencegah terjadinya pembunuhan yang menimbulkan banyak korban jiwa.
 
REUTERS/Christina Cathleen Coons/Handout via Reuters Pria terluka akibat penembakan yang terjadi di atas kereta cepat Thalys di Perancis, Jumat (21/8/2015).
 
Polisi Perancis secara resmi belum mengkategorikan serangan ini sebagai terorisme. Meski begitu, pejabat senior antiteror Eropa menyebut adanya indikasi upaya serangan itu menuju aksi terorisme. Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve menyebut serangan itu sebagai "kekerasan barbar". Karena itu Cazeneuve pun mengatakan bahwa Kejaksaan Perancis yang menangani antiteror akan segera melakukan investigasi lanjutan.
Cazeneuve kemudian mengucapkan terima kasih atas aksi heroik yang dilakukan dua anggota Marinir AS. "Tanpa ketenangan mereka, kita bisa saja dihadapkan pada kejadian yang lebih mengerikan," ucapnya.

Credit  KOMPAS.com