Jumat, 28 Agustus 2015

Indonesia Berkeinginan Bentuk Kontak Grup Anggota OKI

Menlu Retno dan Sekjen OKI di Kantor Kemlu. (Foto: Jihad/Okezone)
Menlu Retno dan Sekjen OKI di Kantor Kemlu. (Foto: Jihad/Okezone)
JAKARTA (CB) – Indonesia berkeinginan membentuk kontak grup anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Pada hari ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi membahas hal tersebut dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Y.M. Iyad Ameen Madani.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk melanjutkan pertemuan sebelumnya pada saat Konferensi Asia Afrika (KAA). Ketika itu, Presiden RI Joko Widodo berdiskusi dengan OKI dan mengusulkan pembentukan kontak grup untuk negara-negara anggota OKI.
“Pertemuan hari ini dengan Sekjen Madani salah satunya membahas tentang follow up proposal Indonesia untuk membentuk kontak grup anggota OKI dalam Joint Islamic Strategic Action,” ujar Menlu Retno ketika ditemui wartawan di kantor Kemlu RI Jakarta, Jumat (28/8/2015).
“Jadi, pada waktu pertemuan KAA, Presiden Jokowi mengusulkan pembentukan kontak grup negara-negara anggota dalam OKI. Setelah proposal terbentuk, saya kemudian menyerahkan proposal ini pada Sekjen dalam pertemuan di Kuwait,” sambung Menlu Retno.
Menlu Retno menambahkan, ada tiga poin penting mengapa Indonesia mengusulkan proposal itu kepada Sekjen OKI.
“Pertama, untuk menyuarakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Kedua, untuk membahas mengenai bagaimana mencegah terorisme dan radikalisme. Ketiga, sebagai bahan diskusi untuk persiapan program of action OKI 2025," ujarnya.
Sementara itu, Sekjen OKI, Ameen Madani mengatakan, saat ini proposal Indonesia yang diterima pada pertemuan di Kuwait telah didistribusikan kepada seluruh negara anggota OKI.
“Suatu kehormatan untuk datang ke sini untuk memberikan perkembangan terbaru dalam proyek program of action OKI ke depan. Kami tentunya sangat menghargai perhatian dari Indonesia yang juga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami telah mendistribusikan proposal dari Indonesia,” ucap Sekjen Madani.
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) merupakan sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sebelumnya, organisasi internasional ini memiliki nama Organisasi Konferensi Islam, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Organisasi Kerjasama Islam pada 28 Juni 2011.


Credit  Okezone

OKI Mengharapkan Keterlibatan Indonesia

Sekjen OKI saat bersama Menlu Retno. (Foto: Jihad/Okezone)
Sekjen OKI saat bersama Menlu Retno. (Foto: Jihad/Okezone)
JAKARTA (CB) – Pemerintah Indonesia berniat membentuk kontak grup anggota-anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Sekjen OKI, YM Iyad Ameen Madani, sangat mengharapkan keterlibatan Indonesia di organisasi ini.
“Kami mengandalkan Indonesia. Kami membutuhkan Indonesia. Kami selalu menginginkan Indonesia terlibat dan memainkan peran pentingnya di OKI,” kata Madani kepada wartawan, di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (28/8/2015).
Dalam pertemuan di sana, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Sekjen OKI Madani membahas mengenai kejahatan terorisme serta radikalisme. OKI merupakan lembaga internasional yang mengadopsi konvensi melawan teroris sejak 1999.
“Dalam pertemuan dengan Menlu Retno, ini merupakan isu penting, dan kami menghargai perhatian dari Indonesia. Tentunya isu terorisme ini menjadi prioritas kami,” kata Madani.
“Kami juga mengakui peran Indonesia yang akan mengirim perwakilan dalam tiga pertemuan OKI ke depan,” tambah dia.

Credit  Okezone