Senin, 24 Agustus 2015

Pasukan Uni Emirat Arab Selamatkan Sandera Inggris di Yaman


Pasukan Uni Emirat Arab Selamatkan Sandera Inggris di Yaman  
Yaman dilanda konflik, dengan pasukan koalisi Arab melancarkan serangan udara demi membasmi al-Houthi, sementara kelompok militan lain, al-Qaidah, tetap menyebarkan teror mereka. (Reuters/Stringer)
 
 
Jakarta, CB -- Kantor berita Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa seorang insinyur minyak asal Inggris, 64, telah dibebaskan oleh pasukan UEA di Yaman, setelah 18 bulan diculik ketika bekerja di negara itu.

Diberitakan oleh WAM pada Minggu (23/8), Robert Douglas Semple sempat ditahan al-Qaidah di kota pelabuhan Aden di selatan Yaman.

Ia kemudian dibebaskan dalam sebuah operasi intelijen militer pasukan UEA dan terbang ke ibu kota Abu Dhabi. Di sana, ia dibawah ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya.

Semple juga diberikan kesempatan untuk menelepon istrinya dan akan pulang ke Inggris setelah semua pemeriksaan medis dilakukan.


Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengonfirmasi bahwa sandera Inggris itu telah dibebaskan dari Yaman setelah diselamatkan pasukan UEA, namun mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Warga negara Inggris itu sudah aman, dan menerima bantuan dari pejabat pemerintah Inggris," kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond dalam sebuah rilis, dikutip dari CNN.

"Kita sangat berterima kasih atas bantuan Uni Emirat Arab," tambah Hammond.

Sebelumnya, Semple sedang bekerja sebagai teknisi minyak di wilayah Hadramout di timur Yaman ketika ia diculik pada Februari 2014.

Lebih lanjut, menurut WAM, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, menelepon Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Sabtu (22/8) malam untuk berbagi berita terkait penyelematan ini.

Pembebasan sandera negara barat ini adalah yang kedua dalam beberapa minggu terakhir.

Sebelumnya, warga Perancis bernama Isabelle Prime, yang bekerja untuk organisasi internasional, diculik pada Februari bersama rekan penerjemahnya di ibu kota Sanaa. Ia kemudian dibebaskan pada awal bulan ini.

Uni Emirat Arab adalah salah satu dari negara yang bergabung dengan Arab Saudi untuk melancarkan serangan udara di Yaman terhadap pemberontak Houthi, dalam upaya mengembalikan pemerintahan Presiden Yaman Abdu Rabu Mansour Hadi.

Credit  CNN Indonesia