Rabu, 04 Juli 2018

Srilanka Bangun Pangkalan AL di Kota yang Dikendalikan Cina



Srilanka
Srilanka
Foto: Dyah Ratna Meta Novia

Pelabuhan Hambantota di Srilanka disewakan selama 99 tahun ke perusahaan Cina




CB, KOLOMBO -- Srilanka akan memindahkan pangkalan angkatan laut (AL) ke sebuah pelabuhan yang dibangun dan dikendalikan oleh Cina. Pemindahan pangkalan AL ini untuk memperkuat keamanan di pelabuhan yang membuat kekuatan-kekuatan asing khawatir Cina dapat menggunakan untuk maksud-maksud militer.

Pangkalan AL Srilanka yang saat ini terletak di distrik turis Galle akan dipindahkan 125 km sebelah timur sepanjang pesisir bagian selatan Sri Lanka ke pelabuhan Hambantota. Pelabuhan laut dalam senilai 1,5 miliar dolar AS ini sepertinya akan memainkan peran utama dalam prakarsa One Belt One Road yang digagas Cina dan disewakan selama 99 tahun kepada China Merchants Port Holdings dengan nilai 1,12 miliar dolar.

Sumber-sumber pemerintah dan diplomatik Srilanka mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat, India dan Jepang telah mengkhawatirkan Cina mungkin menggunakan pelabuhan itu sebagai pangkalan angkatan laut. Pemerintah Srilanka dan kedutaan besar Cina di Kolombo membantah bahwa perjanjian untuk persetujuan pelabuhan mencakup klausul bahwa fasilitas itu tidak dapat digunakan untuk maksud-maksud militer.

"Srilanka sudah memberitahu Cina bahwa pelabuhan Hambantota tak dapat digunakan untuk masksud-maksud miiter," kata kantor Perdana Menteri Ranil Mickremesinghe dalam sebuah pernyataan.

"Karena keamanan pelabuhan akan berada di bawah kendali angkatan Laut Srilanka, tak perlu takut," menurut pernyataan itu.

Menurut juru bicara juru bicara AL Srilanka, Dinesh Bandara, pangkalan AL sudah didirikan di Hambantota dan pekerjaan konstruksi untuk pangkalan itu sedang berlangsung.

Berbicara di Beijing, jubir Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang mengatakan proyek pelabuhan Hambantota akan membantu Srilanka mencapai tujuannya menjadi pusat logistik di Samudera India, yang baik bagi pengembangan ekonomi negara itu dan kawasan seluruhnya.




Credit  republika.co.id