Selasa, 10 Juli 2018

Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, China Berang


Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, China Berang
Ilustrasi kapal perang AS. ( U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Antonio P. Turretto Ramos/Handout)


Jakarta, CB -- Dua kapal perang penghancur Amerika Serikat dikabarkan berlayar di Selat Taiwan selama akhir pekan kemarin. Manuver itu dianggap bakal memicu amarah China dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Seorang pejabat angkatan laut AS mengatakan USS Mustin dan USS Benfold berlayar dari Laut China Selatan ke menuju Laut China Timur melewati Selat Taiwan. Kedua kapal itu menjadi kapal perang pertama AS yang melewati Selat Taiwan sejak Juli 20017 lalu, ketika USS John S McCain transit di perairan itu.

Juru bicara Armada Laut AS di Pasifik (US Pacific Fleet) Kapten Charlie Brown menegaskan pelayaran dua kapal perang itu merupakan "persinggahan rutin" yang kerap dilakukan armada tersebut.





"Kapal-kapal angkatan laut AS singgah melalui Selat Taiwan di antara perjalanan dari Laut China Selatan menuju Laut China Timur. Dan ini telah dilakukan selama bertahun-tahun," kata Brown seperti dikutip CNN, Senin (9/7).

Manuver USS Mustin dan USS Benfold ini terjadi ketika perang dagang antara AS dan China tengah memuncak. Selain itu, Washington dan Beijing juga tengah berselisih pendapat dalam menghadapi isu Korea Utara dan Laut China Selatan.

Selama ini China selalu menganggap perlintasan kapal-kapal dan pesawat militer AS di Selat Taiwan sebagai langkah sensitif. Sebab, pemerintahan Presiden Xi Jinping menganggap Taiwan sebagai wilayah separatis yang berkeras ingin memerdekakan diri dari China.


China juga kerap memprotes negara-negara yang menjalin hubungan dekat dengan Taipei, tapi di saat bersamaan memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing. Sementara itu, Gedung Putih telah lama menjalin hubungan dekat dengan Taipei dalam kerangka Taiwan Relations Act termasuk dalam sektor pertahanan.

Dalam kerangka perjanjian itu, AS memiliki turut memasok dan menjual senjata canggih bagi Taiwan yang kerap dikecam keras oleh China.

Hubungan China dan Taiwan juga terus memanas setelah Presiden Tsai Ing-wen dilantik pada 2016 lalu. Sejak itu, Tsai rajin bertandang ke luar negeri dan bertemu pemimpin negara demi mendulang pengakuan.


Dalam pidatonya di Hari Nasional pada Oktober lalu, Tsai juga bersumpah akan mempertahankan kebebasan dan demokrasi di Taiwan.

Sejak itu, perlawanan Xi semakin sengit untuk membendung langkah Tsai memerdekakan Taiwan. Januari lalu, China terus memperkuat kehadiran militernya di Selat Taiwan dengan mengerahkan kapal induknya untuk berpatroli di wilayah itu.

Militer China juga baru-baru ini menggelar latihan besar-besaran yang dilihat sejumlah pengamat sebagai peringatan atas kedekatan AS-Taiwan.




Credit  cnnindonesia.com