Selasa, 10 Juli 2018

Dilantik Jadi Presiden, Erdogan Sebut Turki Masuki Awal Baru


Dilantik Jadi Presiden, Erdogan Sebut Turki Masuki Awal Baru
Presiden Recep Tayyip Erdogan menjadi kepala pemerintahan Turki pertama di bawah sistem presidensial. (Kayhan Ozer/Presidential Palace/Handout via REUTERS)


Jakarta, CB -- Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut Turki memasuki awal yang baru setelah mengubah sistem pemerintahan menjadi presidensial. Pernyataan itu disampaikan Erdogan seusai dilantik sebagai Presiden Turki untuk masa jabatan kedua, Senin (9/7).

"Dengan sistem pemerintahan presidensial, kita melangkah ke sistem baru peemrintahannya yang jauh di atas 150 tahun pencarian demokrasi kita, dan apa yang kita alami selama 95 tahun masa republik," kata Erdogan seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu.

Dia menambahkan Turki meninggalkan sistem yang telah membebani negara secara politik, sosial dan ekonomi.




"Kami akan meningkatkan negara kita dengan kesadaran bahwa kami adalah presiden bukan saja bagi mereka yang memilih kami, tapi seluruh 81 juta warga Turki," kata Erdogan.

Erdogan diambil sumpahnya di kantor kepresidenan dan menjadi Presiden pertama Turki di bawah sistem pemerintahan yang baru.

Terpilihnya Erdogan dalam jajak pendapat 24 Juni menandai transisi pemerintahan Turki ke dalam sistem presidensial, dengan mencopot jabatan perdana menteri menjadi salah satu perubahannya.

Menurut Komite Pemilu Turki, Erdogan memenangkan pemilihan presiden dengan perolehan suara 52,5 persen.





Credit  cnnindonesia.com