Kamis, 12 Juli 2018

Bikin Sejarah, Israel Bakal Daratkan Pesawat di Bulan


Ilmuwan Israel berdiri di samping pesawat ruang angkasa tak berawak yang direncanakan oleh tim Israel untuk diluncurkan ke luar angkasa pada akhir tahun dan mendarat di Bulan tahun depan, di Yahud, Israel, 10 Juli 2018.[REUTERS / Ronen Zvulun]
Ilmuwan Israel berdiri di samping pesawat ruang angkasa tak berawak yang direncanakan oleh tim Israel untuk diluncurkan ke luar angkasa pada akhir tahun dan mendarat di Bulan tahun depan, di Yahud, Israel, 10 Juli 2018.[REUTERS / Ronen Zvulun]

CB, Tel Aviv- Perusahaan luar angkasa Israel, SpaceIL berencana mendaratkan pesawat luar angkasa tak berawak di bulan pada Februari 2018 untuk pertama kalinya.
CEO SpaceIL mengatakan pesawat luar angkasa berbentuk bundar dengan empat kaki terbuat dari serat karbon akan berangkat pada Desember 2018 dari lokasi peluncuran Cape Canaveral, Florida menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

Peluncuran pesawat ruang angkasa itu bertujuan mengirim beberapa gambar dan video kembali ke Bumi selama dua hari, setelah mendarat pada 13 Februari 2018. Pesawat ini juga akan mengukur medan elektromagnetik di permukaan Bulan.
"Pesawat luar angkasa kami adalah yang terkecil yang mendarat di Bulan dan kami akan menempatkan bendera Israel di sana," kata Ido Anteby, CEO SpaceIL, seperti dilansir Times of Israel pada 10 Juli 2018.
Haaretz melansir SpaceIL didirikan pada 2011 oleh Yariv Bash, Kfir Damari dan Yonatan Winetraub dengan anggaran sekitar US $ 90 juta atau Rp 1,3 triliun. Mereka harus mengurangi ukuran dan kemampuan operasi untuk peluncuran yang lebih efisien.

Opher Doron, manajer umum divisi ruang angkasa Israel Aerospace Industries, berbicara di samping modul lunar SpaceIL, di ruang khusus di mana pesawat luar angkasa sedang dikembangkan, selama tur pers fasilitas mereka di dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, 10 Juli 2018.[AP Photo / Ilan Ben Zion]
Wahana itu dipamerkan di kantor kontraktor pemerintah, Israel Aerospace Industries, pada Selasa. 10 Juli 2018. Wahana ini memiliki tinggi 1,5 meter dan berat 585 kilogram dengan berat bahan bakar mewakili dua pertiga dari total berat. Saat mendarat di bulan, wahana ini hanya akan memiliki berat 180 kg karena sebagian besar bahan bakar sudah terbakar dalam perjalanan.
Pesawat ruang angkasa akan diluncurkan setelah mencapai ketinggian 60.000 kilometer dari Bumi dan akan mengorbit Bumi dan setelah 8 pekan menuju ke orbit Bulan. Kemudian, wahana ini akan melambat dan perlahan mendarat di permukaan bulan. 

  
Sebagian besar dana kegiatan ini disponsori penyumbang swasta termasuk bendahara kasino Amerika Serikat, Sheldon Adelson, dan miliarder sekaligus co-founder Amdocs, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Israel, Morris Kahn.
Sejak 1966, Amerika Serikat dan Uni Soviet telah menempatkan 12 pesawat antariksa tanpa awak di bulan dengan menggunakan rem untuk perlahan memperlambat pendaratan dan Cina melakukannya pada 2013.





Credit  tempo.co