Selasa, 01 Agustus 2017

Facebook Matikan Sistem AI Setelah Bot Bikin Bahasa Sendiri


Facebook Matikan Sistem AI Setelah Bot Bikin Bahasa Sendiri
Mark Zuckerberg dan Elon Musk. facebook.com


CB, San Francisco - Beberapa hari setelah CEO Tesla, Elon Musk, mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) memiliki risiko terbesar, Facebook telah menutup salah satu sistem AI miliknya. Hal itu dilakukan setelah chatbot mulai berbicara dalam bahasa mereka sendiri dan menolak kode yang disediakan.


Menurut laporan di Tech Times pada hari Minggu, 30 Juli 2017, raksasa media sosial itu harus menarik plug pada sistem AI yang sedang digunakan oleh para peneliti "karena hal-hal di luar kontrol."

"AI tidak mematikan komputer di seluruh dunia atau sesuatu semacam itu, tetapi ia berhenti menggunakan bahasa Inggris dan mulai menggunakan bahasa lain."

Awalnya agen AI menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi satu sama lain tetapi kemudian mereka menciptakan sebuah bahasa baru yang hanya dapat dimengerti sistem AI, dan menentang tujuan mereka.

Hal ini membuat para peneliti Facebook menutup sistem AI dan kemudian memaksa mereka untuk berbicara satu sama lain hanya dalam bahasa Inggris.

Pada bulan Juni, peneliti dari Facebook AI Research Lab (FAIR) mendapati saat mereka sibuk berusaha untuk meningkatkan chat bots, "agen dialog” menciptakan bahasa mereka sendiri.

Tak lama kemudian, bot pun mulai menyimpang dari norma-norma terprogram dan mulai berkomunikasi dalam bahasa baru yang mereka ciptakan tanpa campur tangan media, kata laporan media.


Beberapa hari lalu CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Bos Tesla Elon Musk terlibat saling serang kata saat mengungkapkan kepedulian mereka tentang teknologi AI di masa depan. "Saya sudah berbicara dengan Mark tentang ini (AI). Pemahamannya tentang subyek ini terbatas," ujar Musk pekan lalu.



Credit  TEMPO.CO