Jumat, 25 Agustus 2017

Beijing: Tidak Ada yang Bisa Hentikan Latihan AU China



Beijing: Tidak Ada yang Bisa Hentikan Latihan AU China
Angkatan Udara China melakukan latihan terbang jarak jauh. Foto/Istimewa


BEIJING - Tidak akan ada gangguan yang berarti atau pengintaian terhadap pesawat yang akan menghentikan angkatan udara China melakukan latihan jarak jauh. Demikian pernyataan Kementerian Pertahanan China saat mengumumkan putaran lain dari latihan angkatan udara yang membuat Taiwan dan Jepang terkesima.

Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa angkatan udaranya akan melakukan latihan jarak jauh lebih lanjut. Namun Kementerian Pertahanan China tidak memberikan rincian tentang di mana latihan itu akan dilakukan.

Dikatakan oleh Kementerian Pertahanan China, latihan "normal" semacam itu sesuai dengan hukum dan praktik internasional. Latihan itu merupakan bagian dari "kebutuhan biasa" untuk meningkatkan kemampuan tempur dan memperkuat militer.

"Tidak masalah penghalang apa pun, angkatan udara China akan melakukan seperti sebelumnya; tidak peduli siapa yang terbang bersama kita, angkatan udara China akan terbang banyak dan seperti biasa!" kata Kementerian Pertahanan China, mengutip juru bicara angkatan udara seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/8/2017).

Latihan selama beberapa bulan terakhir sebagian besar telah difokuskan pada terbang di dekat Taiwan yang mempunyai pemerintahan sendiri, yang diklaim oleh China sebagai bagian dari miliknya. Latihan juga menjamah rantai pulau selatan Jepang di sebelah utara Taiwan.

Militer Taiwan awal bulan ini mengatakan dalam keadaan siaga tinggi setelah tiga hari latihan cepat dilakukan oleh angkatan udara China di dekatnya.

Cina telah semakin menegaskan dirinya dalam sengketa teritorial di Laut Cina Selatan dan Timur. Hal ini juga mengkhawatirkan Taiwan, yang ditakutkan China berniat merdeka.

Beijing tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan yang berpendirian demokratis di bawah kendalinya. China telah memperingatkan bahwa setiap langkah menuju kemerdekaan formal dapat memicu sebuah respon bersenjata.

China berada di tengah program modernisasi militer yang ambisius, termasuk membangun kapal induk dan mengembangkan jet tempur siluman guna memberikan kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan yang jauh dari pantainya.

Taiwan dipersenjatai dengan persenjataan Amerika Serikat (AS), namun telah menekan Washington untuk menjualnya peralatan berteknologi tinggi untuk lebih menghalangi China. 






Credit  sindonews.com