Selasa, 01 Agustus 2017

Korut Kirim Kapal Selam Patroli, Militer AS Siaga Satu



Korut Kirim Kapal Selam Patroli, Militer AS Siaga Satu 
Militer AS mendapati sejumlah aktivitas tidak biasa dari kapal selam dan situs pengembangan rudal Korut yang mendorong pasukan Korsel meningkatkan kewaspadaan. (REUTERS/via KCNA)


Jakarta, CB -- Militer Amerika Serikat mendeteksi sejumlah aktivitas kapal selam Korea Utara yang "sangat tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya".

Sejumlah laporan mendapati Korut mengirim kapal selam Romeo Class bertenaga diesel untuk melakukan patroli yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.

Dua pejabat Kementerian Pertahanan AS mengatakan kapal selam Romeo Class melakukan patroli di perairan dekat lepas pantai Jepang.

Kapal selam itu dilaporkan berlayar sekitar 100 kilometer mendekati perairan Jepang, hal yang sebelumnya tidak biasa terjadi dalam latihan kapal selam sebuah negara.

Selain itu, Washington juga menemukan sejumlah bukti uji bahwa Korut melakukan uji pelontar rudal yang berlangsung hanya beberapa hari setelah Pyongyang kembali meluncurkan rudal terbarunya pada Jumat (28/7).



Uji pelontar rudal terlacak dilakukan militer Korut di situs angkatan laut di Sinpo pada Minggu (31/7). Uji pelontar ini merupakan komponen terpenting dalam membangun teknologi rudal.

Uji pelontar selalu dilakukan guna memastikan "sistem peluncuran rudal jauh" yang menggunakan uap bertekanan tinggi terdorong keluar dari tabung sebelum mesinnya menyala. Sistem ini membantu mencegah api dan panas menjalar ke mesin agar tidak merusak kapal selam atau kendaraan lainnya yang digunakan untuk meluncurkan rudal.

Diberitakan CNN, Selasa (1/8), akibat serangkaian aktivitas tak biasa ini, pasukan AS dan Korea Selatan dilaporkan meningkatkan kewaspadaan.

Uji pelontar rudal pada hari Minggu itu merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Pyongyang selama bulan Juli kemarin dan keempat kalinya di tahun ini.

Beberapa laporan militer juga menyebutkan aktivitas kapal selam Korut cukup meningkat dalam beberapa waktu terakhir, menambah kecemasan soal perkembangan teknologi rudal Pyongyang yang dinilai semakin canggih.

Beberapa ahli bahkan meyakini teknologi rudal Korut kini mampu menempuh jarak belasan ribu kilometer hingga mampu menjangkau kota-kota Amerika Serikat seperti Los Angeles, Denver, dan Chicago.



Korut sendiri dilaporkan memiliki sekitar 70 kapal selam meski sebagian besar disinyalir berusia cukup tua dan tidak bisa menembakkan rudal.

Sejauh ini, intelijen AS juga mengatakan pengembangan program rudal kapal selam Korut masih rendah dan pada tahapan awal.

Walaupun begitu, perkembangan teknologi rudal Pyongyang tetap mengkhawatirkan karena negara paling terisolasi ini berkeras membangun misil dengan kapabilitas nuklir untuk menyerang AS.

Pada musim panas tahun lalu, para ahli meyakini Korut berhasil menguji coba rudal kapal selam pertamanya yakni KN-11 atau Pukguksong-1.

Teknologi rudal darat dan rudal kapal selam merupakan dua pertiga dari strategi Triad, sebuah teori yang percaya bahwa negara harus memiliki kemampuan serangan nuklir darat, laut, dan udara agar mampu membendung serangan musuh.

Menanggapi ancaman rudal Korut yang kian nyata, Presiden Donald Trump menegaskan pemerintahnya bisa mengatasi sikap unilateral rezim Kim Jong-un yang kian mengkhawatirkan tersebut.

"Kami akan dan pasti bisa mengatasi Korut. Kami akan tuntaskan semuanya," tutur Trump kepada wartawan, meski tak merinci langkah apa yang akan dilakukan.




Credit  CNN Indonesia