Kamis, 24 Agustus 2017

Kandidat Kanselir: Senjata Nuklir AS Harus Hengkang dari Jerman


Kandidat Kanselir: Senjata Nuklir AS Harus Hengkang dari Jerman
Pangkalan militer Buechel, Jerman, lokasi penempatan sekitar 20 hulu ledak nuklir AS. Foto/Wikipedia


BERLIN - Kandidat Kanselir Jerman dari Partai Demokrat Sosial (SPD) Martin Schulz mengatakan, senjata nuklir Amerika Serikat (AS) harus dikeluarkan dari wilayah Jerman. Dia juga menyerukan diakhirinya ”spiral persenjataan” yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

”Sebagai (kandidat) Kanselir Jerman saya akan memperjuangkan penarikan senjata nuklir yang ditempatkan di Jerman,” kata pemimpin SPD itu di Trier, dalam sebuah kampanye.

Menurut laporan kantor berita DPA, sekitar 20 hulu ledak nuklir AS saat ini ditempatkan di sebuah pangkalan militer di Buechel, Jerman.

Schulz menjelaskan bahwa dia tidak seperti Angela Merkel, Kanselir Jerman saat ini. Dia sangat menentang tuntutan Presiden Trump bahwa setiap anggota NATO harus meningkatkan pengeluaran anggaran pertahanannya.

”Trump menginginkan persenjataan nuklir. Kami menolaknya,” kata Schulz, yang menambahkan bahwa posisinya juga berlaku untuk krisis Korea Utara.

”Lebih dari sebelumnya, konflik Korea Utara mengindikasikan perlunya pembatasan senjata, terutama perlunya perlucutan senjata nuklir,” papar Schulz, yang dilansir Kamis (24/8/2017).

Schulz dalam sebuah wawancara dengan RTL bulan ini menilai level Trump sebenarnya turun ke tingkat seperti diktator Korea Utara Kim Jong-un.

Berlin baru-baru ini mendukung sebuah rencana yang digagas Rusia dan China untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

Secara khusus, Moskow dan Beijing menyerukan penghentian latihan perang gabungan AS dengan Korea Selatan. Sebagai gantinya, Korut harus membekukan program senjata nuklirnya. Namun, usulan kedua negara tersebut ditolak oleh Washington.




Credit  sindonews.com