Selasa, 29 Agustus 2017

Gandeng Infineon, UGM Kembangkan Perangkat Mobil Listrik


Gandeng Infineon, UGM Kembangkan Perangkat Mobil Listrik
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto/UGM


YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin perjanjian kerja sama dengan Infineon dalam pengembangan electronic power yang banyak dipakai untuk mobil listrik. Untuk tahap awal ini telah dibangun Infineon-Gadjah Mada Research and Enginering Lab i-GREEN Lab  di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM.

“Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan materi kurikulum di Departemen Teknik Elektro untuk mendidik ahli elektronika yang berkualitas di masa depan,” jelas Rektor UGM Panut Mulyono pada peresmian i-GREEN di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (28/8/2017).

Laboratorium i-GREEN ini, akan digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Teknik di bidang elektronika daya. Khususnya yang fokus pada penelitian kendaraan listrik dan energi terbarukan. Termasuk untuk menghasilkan berbagai produk penelitian yang dapat dihilirkan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Laboratorium ini sangat peningkatkan kapabilitas dan kompetensi mahasiswa di bidang elektronika,” kata Panut.

Plt Dekan Fakultas Teknik UGM, Muhammad Waziz Wildan menyebutkan, pendirian laboratorium ini sangat mendukung peningkatan pendidikan dan penelitian di kampus. Selain itu, juga sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

“Semoga ke depan kerja sama bisa terus diperkuat lagi,” harapnya.

Sementara itu, Head Development Center Infineon, Tjia Jerome mengatakan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan industri terhadap penguatan pendidikan dan riset di lingkungan perguruan tinggi terutama UGM. Dalam kerja sama ini Infineon akan mendanai pembangunan laboratorium i-GREEN, peralatan laboratorium, dan contoh produk yang dibutuhkan dalam proses pendidikan serta penelitian bidang elektronika daya.

Penelitian bidang elektronika daya difokuskan pada pengembangan aplikasi kendaraan listrik, traksi, dan aplikasi industri generik serta area energi terbarukan seperti power inverter dan power stabilizer.

“Semoga laboratorium ini nantinya mampu memperkuat posisi UGM  dan menghasilkan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” tutupnya.




Credit  sindonews.com