Senin, 02 Juli 2018

Turki Tolak Desakan AS Hentikan Impor Minyak Iran


Semburan api pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush, di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.[Reuters]
Semburan api pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush, di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.[Reuters]

CB, Jakarta - Turki tidak akan menuruti permintaan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk menghentikan impor minyak mentah dari Iran pada 4 November, untuk balasan atas langkah Iran yang kembali membuka fasilitas pengayaan nuklirnya.
“Keputusan yang diambil oleh Amerika Serikat tentang masalah ini tidak mengikat bagi kami. Tentu saja, kami akan mengikuti keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain ini, kami hanya akan mengikuti kepentingan nasional kami sendiri, ”kata Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci, seperti dilaporkan Hurriyet Daily News, 29 Juni 2018.

“Kami akan memperhatikan sehingga teman kami Iran tidak akan menghadapi tindakan yang tidak adil,” tambah Zeybekci.Dilansir Oilprice.com, Departemen Luar Negeri awal pekan ini menyerukan semua sekutu AS untuk sepenuhnya berhenti membeli minyak mentah Iran.
Menanggapi permintaan AS, Kementerian perminyakan India telah meminta penyuling untuk mempersiapkan pengurangan drastis atau nol impor minyak Iran pada November, dua sumber dari kementrian perminyakan India mengatakan, seperti dilaporkahn Reuters. Ini adalah isyarat bahwa India menanggapi desakan Amerika Serikat untuk menambah sanksi Iran.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pekan ini bahwa negara-negara skeutu harus memotong impor mereka dari minyak Iran hingga tingkat nol mulai November tanpa pengecualian."Fokus kami adalah bekerja dengan negara-negara yang mengimpor minyak mentah Iran untuk mendapatkan hingga tingkat nol pada 4 November," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada Reuters.
Pemerintah AS mengatakan mereka akan menekan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya minggu depan untuk memastikan pasokan minyak global tercukupi setelah sanksi diberlakukan kembali pada Iran. Namun pemerintah AS tidak menjelaskan berapa banyak pasokan global tambahan yang diperlukan untuk menutup minyak Iran jika sanksi berlaku.





Credit  tempo.co