Rabu, 18 Juli 2018

AS Tangkap Perempuan yang Diduga Mata-Mata Rusia



Aksi spionase (ilustrasi).
Aksi spionase (ilustrasi).
Foto: gadabimacreative.blogspot.com

Perempuan ini didugas melakukan aksi penyusupan guna memenuhi kepentingan Rusia.



CB JAKARTA -- Pemerintah AS menangkap wanita berkebangsaan Rusia atas dugaan sebagai mata-mata. Departemen Kehakiman AS seperti dilansir Reuters, Selasa (17/7), menyatakan wanita yang diketahui bernama Maria Butina, 29 tahun, melakukan aksi penyusupan guna memenuhi kepentingan Rusia.


"Ia bekerja atas arahan pejabat yang bekerja untuk Bank Sentral Rusia. Seperti diketahui, Bank Sentral Rusia baru-baru ini dikenai sangksi Kantor Kendali Aset Asing, Departemen Pembendaharaan AS," demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS.

Maria diketahui menetap di Washington DC. Ia belajar di Universitas Amerika di Washington. Maria juga diketahui pendiri kelompok advokasi Rusia pro senjata "Right to Bear Arms.


Foto-foto Butina telah tampak di halaman Facebook-nya dengan Alexander Torshin, wakil kepala Bank Sentral Rusia yang dikenai sanksi oleh Departemen Perbendaharaan AS pada April. Seseorang yang dekat dengan hal itu mengatakan kepada Reuters bahwa Butina bekerja untuk dia sebagai asisten. Media lain melaporkan hubungan bisnis antara Butina dan Torshin Terkait itu, baik Torshin dan Bank Sentral Rusia menolak berkomentar.


Robert Driscoll, penasehat hukum Butina menegaskan kliennya bukan seorang mata-mata Rusia. Butina bekerja sama dengan pihak berwenang AS juga menjadi sukarelawan berada di belakang pertemuan tertutup selama delapan jam sebelum Komite Seleksi Senat AS mengenai Intelejen.


"Apartemennya digeledah FBI pada April," katanya.

"Nona Butina berniat membela hak-haknya dan ingin sekali membersihkan namanya," kata Driscoll.




Credit  republika.co.id