Senin, 26 Oktober 2015

Anggota Pasukan Khusus AS Tewas saat Selamatkan Sandera ISIS


Anggota Pasukan Khusus AS Tewas saat Selamatkan Sandera ISIS Menurut pejabat AS, ini merupakan kali pertama pasukan darat Amerika yang tewas dalam perseteruan darat dengan kelompok militan di Irak. (Reuters/Eduardo Munoz/Files)
 
 
Jakarta, CB -- Seorang anggota pasukan operasi khusus Amerika Serikat tewas dalam misi pembebasan sandera Kurdi yang disekap oleh tentara ISIS di utara Irak. Menurut pejabat AS, ini merupakan kali pertama pasukan darat Amerika yang tewas dalam perseteruan darat dengan kelompok militan di Irak.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS, Peter Cook, mengatakan bahwa insiden tersebut tidak akan mengubah taktik dalam memerangi militan ISIS.

"Saya tidak mengatakan ini akan biasa terjadi, tapi saya pikir ini adalah simbol kerasnya upaya kami untuk rekan kami," ujar Cook, seperti dikutip Reuters, Kamis (22/10).

Dalam operasi ke penjara ISIS yang terletak di Kota Hawija ini, 69 sandera yang semuanya merupakan warga Arab berhasil diselamatkan. Seorang pejabat mengatakan bahwa sekitar 20 sandera yang berhasil diselamatkan merupakan anggota pasukan keamanan Irak.

"Beberapa yang lain merupakan pasukan ISIS yang dikira ISIS sebagai mata-mata, sisanya adalah warga lokal," tutur pejabat yang tak diungkap identitasnya tersebut.

Dalam operasi militer AS atas permintaan bantuan dari Pemerintah Daerah Kurdi ini, sebanyak 20 militan ISIS tewas dan enam lainnya ditahan.

Operasi ini dianggap penyerbuan ISIS paling sukses sejak Mei lalu, ketika pasukan khusus AS membunuh salah satu pemimpin senior asal Tunisia, Abu Sayyaf, dalam serangan di Suriah.

Namun, ISIS menganggap operasi tersebut tidak sukses, meskipun mengakui bahwa ada beberapa tentara mereka yang tewas. Menurut keterangan resmi ISIS pada Kamis (22/10), pasukan AS menutupi wilayah sekitar penjara untuk mencegah masuknya pasukan bala bantuan bagi kelompok militan.

Baku tembak antara kedua pihak berlangsung selama dua jam. Satu tentara AS terluka dan dilarikan ke Erbil, tempat di mana ia akhirnya tewas.


Credit  CNN Indonesia