Jumat, 13 Juli 2018

Lieberman Serukan Kedutaan Israel di Irlandia Ditutup


Lieberman Serukan Kedutaan Israel di Irlandia Ditutup
Aksi dukungan bagi Palestina di depan kedubes Israel di Dublin, Irlandia. Foto/Middle East Monitor

TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menyerukan kedutaan Israel di Ibu Kota Irlandia Dublin untuk ditutup. Seruan itu muncul sebagai tanggapan atas keputusan Senat Irlandia memboikot produk permukiman Israel.

“Tidak ada gunanya untuk memanggil duta besar Irlandia ke Israel untuk menegurnya. Israel harus segera menutup kedutaan di Dublin. Kami tidak akan memberikan pipi yang lain kepada mereka yang memboikot kami,” cuit Lieberman seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (13/7/2018).

Nation Radio melaporkan bahwa pada Rabu malam, duta besar Irlandia di Tel Aviv dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Israel setelah Senat Irlandia mengambil keputusan untuk memboikot produk Israel.

Keputusan untuk memanggil duta besar Irlandia muncul setelah Kementerian Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan, menggambarkan RUU yang disahkan oleh Senat Irlandia itu berbahaya, ekstrimis dan anti-Israel.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa keputusan tersebut akan merusak peluang untuk mengadakan dialog antara Israel dan Palestina serta akan berdampak negatif pada proses diplomatik di Timur Tengah.

Pada Rabu lalu, lewat voting, Senat Irlandia mendukung RUU yang akan menghukum siapa saja yang mengimpor atau membantu dalam impor atau penjualan barang-barang Israel atau menawarkan layanan ke permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.

RUU ini juga menghukum semua orang yang berpartisipasi dalam atau memainkan peran dalam eksploitasi sumber daya alam di wilayah Palestina yang diduduki dan perairan teritorial mereka.

RUU yang diajukan oleh Senator independen Francis Black ini disahkan setelah mendapat 25 suara, 20 menolak dan 14 abstain.




Credit  sindonews.com