Rabu, 29 November 2017

Perundingan Damai Jenewa akan Dimulai tanpa Rezim Suriah


Staffan de Mistura, Utusan Khusus PBB untuk Suriah
Staffan de Mistura, Utusan Khusus PBB untuk Suriah


CB,JENEWA -- Delegasi oposisi Suriah telah mendesak negara-negara besar untuk menekan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, pada Senin (27/11). Mereka meminta agar Assad dapat mengambil bagian dalam perundingan perdamaian di Jenewa.

Kepala delegasi oposisi, Nasr al-Hariri, mengatakan delegasi rezim tersebut belum tiba di Jenewa hingga saat ini. Perundingan perdamaian putaran kedelapan tersebut rencananya akan dibuka pada Selasa (28/11) waktu setempat.

Oposisi Suriah menginginkan agar rezim Assad berpartisipasi dalam perundingan yang akan membahas mengenai transisi politik, serta konstitusi dan pemilihan baru. Hariri mengatakan delegasi oposisi akan bertemu dengan utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura di hari pertama perundingan.

Delegasi oposisi tetap memiliki tujuan untuk menghapus rezim Assad dalam transisi politik. "Delegasi pemerintah harus siap untuk bernegosiasi," kata Mistura dalam sebuah briefing bersama Dewan Keamanan PBB, di Jenewa, Senin (27/11), dikutip Anadolu.

"Tadi malam, kami menerima pesan pemerintah tidak akan melakukan perjalanan ke Jenewa hari ini. Delegasi tersebut ditugaskan untuk bernegosiasi di Jenewa tanpa prasyarat apapun, untuk membahas semua masalah dalam agenda dan pelaksanaan resolusi PBB yang relevan sebagai satu-satunya rujukan untuk negosiasi," tambah dia.


Credit  REPUBLIKA.CO.ID




Pemerintah Suriah Absen Dalam Pembicaraan Damai


Pemerintah Suriah Absen Dalam Pembicaraan Damai
Pemerintah Suriah tidak mengirim perwakilan dalam pembicaraan damai yang dilakukan di Jenewa, Swiss. Foto/Istimewa


DAMASKUS - Pemerintah Suriah tidak mengirim perwakilan dalam pembicaraan damai yang dilakukan di Jenewa, Swiss. Hal itu disampaikan oleh pihak oposisi Suriah, dan juga PBB, selaku mediator pembicaraan.

Kepala delegasi oposisi Suriah, Nasr al-Hariri menyatakan, sampai saat ini belum terlihat adanya perwakilan dari pemerintah Suriah yang hadir di Jenewa untuk menghadiri pembicaraan damai ke delapan.

Nasr, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (28/11), menuturkan, pihaknya menginginkan agar Damaskus berpartisipasi dalam perundingan mengenai transisi politik, sebuah konstitusi, dan pemilihan baru.

Hal senada disampaikan oleh utusan khusus PBB Staffan de Mistura. Dia menyerukan agar pemerintah Suriah segera mengirimkan perwakilannya dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini.

"Tadi malam, kami menerima pesan bahwa pemerintah tidak akan melakukan perjalanan ke Jenewa hari ini. Delegasi tersebut ditugaskan untuk bernegosiasi di Jenewa tanpa prasyarat apapun, untuk membahas semua masalah dalam agenda dan pelaksanaan resolusi PBB yang relevan sebagai satu-satunya rujukan untuk negosiasi," ucap De Mistura 



Credit  sindonews.com