Rabu, 29 November 2017

Rusia Akan Bangun Sistem Internet Tandingan


Rusia Akan Bangun Sistem Internet Tandingan
Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin rapat kabinet.          


CB – Pemerintah Rusia dikabarkan berencana untuk membangun jaringan internet independen. Jaringan ini akan dibuat terpisah dari Domain Name System yang biasa digunakan di seluruh dunia.
Hal ini diungkap dalam laman DefenseOne yang mengutip kantor berita Rusia, RT. Saat rapat Dewan Keamanan Rusia, para pejabat mengusulkan adanya format alternatif selain DNS. Usulan ini dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk bisa melindungi Rusia dari serangan siber dalam jumlah besar.
"Internet independen ini akan melindungi negara BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui hal ini dan menargetkan proyek rampung pada 1 Agustus 2018," tulis RT.
Menurut Rusia, DNS alternatif ini akan melindungi negara-negara tersebut jika terjadi disfungsi yang dialami internet global. Bahkan operasionalnya akan berada di luar organisasi internasional. Negara-negara yang disebutkan pun akan memiliki kendali lebih besar terhadap penggunaan jaringan internet di negara mereka masing-masing.
Langkah ini merupakan kebalikan dari pernyataan Rusia sebelumya yang mengaku tidak berniat untuk keluar dari komunitas internet dunia. Namun begitu, mereka mengaku akan mencari segala cara untuk melindungi diri dari pengaruh luar yang mengancam.
"Yang kami butuhkan bukanlah diskoneksi internet dunia tapi kami harus mempersiapkan solusi atas segala kemungkinan yang terjadi. Kami harus memastikan dan menjamin keamanan nasional di negara kami sendiri," ujar Sekretaris negara, Dmitry Peskov pada 2014 lalu.

DNS atau Domain Name System merupakan sistem penamaan yang digunakan di seluruh dunia untuk menghubungkan komputer dan layanan lain yang ada di internet. DNA merupakan bagian penting dari fungsionalitas internet global selama lebih dari 30 tahun dan belum ada tandingannya. DNS menghubungkan informasi dengan nama domain yang digunakan, kemudian menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP berbentuk angka.



Credit  viva.co.id