Senin, 27 November 2017

Tragedi Bom Sinai, Presiden Mesir Tetapkan 3 Hari Berkabung

                   

Tragedi Bom Sinai, Presiden Mesir Tetapkan 3 Hari Berkabung
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mendeklarasikan tiga hari berkabung untuk menghormati korban tragedi bom Sinai Utara dan mengutuk serangan tersebut.(AFP PHOTO / STRINGER)


Jakarta, CB -- Sabtu (25/11) menjadi hari berkabung bagi Mesir setelah tragedi bom di sebuah masjid. Korban bom Masjid Sinai ini meningkat jadi 305, termasuk anak-anak.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi mendeklarasikan tiga hari berkabung. Tak cuma itu dia juga bersumpah untuk 'menanggapi kekuatan brutal' terhadap serangan tersebut. Pasalnya, serangan ini dianggap serangan paling mematikan di dunia setelah serangan 11 September 2011 di Amerika Serikat.

"Tentara dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan kemananan dan stabilitas dengan kekuatan dalam waktu singkat," katanya dalam pidato di televisi, dikutip dari AFP



Dalam pernyataan terpisah, seorang juru bicara militer mengungkapkan bahwa jet angkatan udara Mesir mengejar teroris dan menemukan kendaraan yang digunakan dalam serangan dan membunuh orang yang ada di dekat lokasi serangan.

Serangan bom Sinai ini merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di negara tersebut.

Kejaksaan negara tersebut mengungkapkan ada sekitar 30 orang militan yang menyamar dan membawa bendera ISIS mengelilingi masjid di Sinai Itara. Mereka kemudian terlihat membantai orang yang ssedang salat Jumat.

Sampai saat ini, kelompok ISIS belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Para korban tewas dimakamkan pada Jumat (24/11). Petugas pemakaman Islam, keamanan dan medis mengungkapkan banyak korban yang dimakamkan bersama pakaian kotor yang berlumuran darah.

ISIS Mesir sudah membunuh ratusan polisi, tentara, dan warga sipil yang dituduh bekerja sama dengan pihak berwenang dalam serangan di Sinai Utara. Mereka juga menargetkan para sufi dan pemeluk Kristen.
Pemboman masjid tersebut diduga terjadi karena masjid tersebut dikenal sebagai tempat para sufi berkumpul. ISIS memandang sufi sebagai bidah untuk mencari syafaat.

ISIS juga sudah membunuh lebih dari 100 orang Kristen saat mengebom gereja dan penembakan di Sinai dan bagian Mesir lainnya.


Credit  cnnindonesia.com


Indonesia Kutuk Serangan Masjid di Sinai


 Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang berkumpul di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).
Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang berkumpul di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).

CB, MEDAN – Indonesia mengutuk keras serangan bom dan penembakan di Masjid al-Rawdah, Sinai Utara, Mesir, pada Jumat (24/11). Indonesia juga menyampaikan simpati mendalam atas kejadian yang menelan korban setidaknya 235 orang meninggal dan 109 orang terluka tersebut.

"Negara kita, saya, mengutuk keras serangan yang ada di Mesir," kata Presiden RI Joko Widodo di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (25/11), dalam pernyataan resmi yang dirilis Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Presiden juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk bersama Mesir dalam menghadapi situasi yang sulit seperti ini. "Duka dan simpati yang mendalam dari seluruh rakyat Indonesia, baik kepada Pemerintah Mesir, masyarakat, dan korban," ucap Presiden Jokowi lebih lanjut.
Jokowi menyatakan, aksi teror seperti ini harus dicegah, salah satunya dengan meningkatkan kerja sama internasional dalam rangka memerangi terorisme dan radikalisme yang menjadi kewajiban bersama negara-negara dunia.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai serangan bom tersebut sebagai tindakan keji. "Kita tentu marah dan mengutuk pelakunya. Ini sangat fatal, orang habis shalat Jumat," kata Wapres Jusuf Kalla di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, sebelum melakukan kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Wapres mengatakan, apa pun alasannya, hal itu merupakan tindakan keji yang mengakibatkan korban orang tak berdosa. Sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia, JK juga mengaku sangat marah. "Kita sangat sedih, saya pribadi marah atas kejadian ini. Walaupun ini bukan yang pertama, tetapi korban jiwanya paling banyak," kata JK.

Wapres berharap Pemerintah Mesir dapat segera menangkap pelakunya. Ini adalah serangan mematikan sejak pemberontakan kelompok militan di semenanjung tersebut meningkat pada 2013.
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi berjanji akan membalas serangan tersebut setelah melakukan pembicaraan dengan petugas keamanan. Belum ada kelompok yang mengklaim melakukan serangan tersebut. Namun, kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di provinsi ini.

Kelompok militan ini biasanya menargetkan pasukan keamanan dan gereja Kristen. Serangan berdarah di sebuah masjid yang terkait dengan Muslim Sufi kali ini telah mengejutkan Mesir.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, peristiwa kali ini menjadi tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan menjadi catatan hitam dalam sejarah perjalanan hidup manusia.

Zainut menuturkan, Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan maupun pembunuhan, apalagi pembantaian terhadap orang yang sedang melaksanakan ibadah di dalam masjid. Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat biadab dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama.
Oleh karena itu, sambung Zainut, sangat menyedihkan jika kemudian ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama melakukan tindakan brutal dan sadis. Menurut dia, perilaku semacam itu pada hakikatnya justru hanya menodai kesucian ajaran agama Islam.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID


NU dan Muhammadiyah Kecam Serangan Masjid di Sinai


 Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang dan ambulans menunggu untuk mengevakuasi korban di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).
Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang dan ambulans menunggu untuk mengevakuasi korban di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).

CB, MATARAM -- Dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, mengutuk keras serangan di Masjid al-Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). NU dan Muhammadiyah pun menawarkan solusi agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, serangan itu adalah tindakan terkutuk, terlepas dari pelaku, latar belakang, dan motifnya. "Tidak bisa dibenarkan. Biadab," ujarnya di sela Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut dia, segenap warga NU berduka. Untuk itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU di seluruh dunia membacakan surah al-Fatihah dan melakukan shalat Ghaib untuk para korban.

Robikin menambahkan, PBNU meminta presiden Mesir untuk menangkap pelaku serangan menghukum mereka seberat-beratnya. PBNU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

Lebih lanjut, dia menilai, peristiwa tragis di Mesir adalah bukti nyata Islam Nusantara harus diarusutamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak menghadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat, dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.
"Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia," kata Robikin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengecam keras serangan di Masjid al-Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). "Tindakan keji tersebut apa pun motif dan siapa pun pelakunya sangatlah sadis dan biadab yang bertentangan dengan ajaran Islam dan keadaban kemanusiaan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/11).

Dia menilai, tindakan keji di Mesir menambah daftar sekaligus citra buruk yang dapat menciptakan stigma Timur Tengah rawan kekerasan dan gejolak ketidakamanan. Karena itu, kata Haedar, Pemerintah Mesir dan negara-negara Timur Tengah jangan memberi toleransi kekerasan serta harus mencegah dan menindak tegas segala bentuk kekerasan yang merusak nilai kemanusiaan itu.

"Kami berharap agar tindakan kekerasan sadis seperti terjadi di Mesir maupun di Amerika Serikat akhir-akhir ini jangan ditiru dan menjadi model di tempat-tempat lain," kata dia.
Haedar mengatakan, Muhammadiyah mengajak semua pihak di manapun untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan kemanusiaan sebagai gerakan kolektif melawan segala bentuk kekerasan dan tindakan merusak di muka bumi.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID


MUI: Serangan Brutal di Masjid Sinai Sangat Biadab


Orang-orang berjalan di luar sebuah masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).
Orang-orang berjalan di luar sebuah masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).


CB, JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan brutal kelompok milisi terhadap salah satu masjid di Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11) kemarin. Insiden itu menyebabkan jatuhnya korban tewas hingga 235 orang dan korban luka 109 orang.

"Peristiwa tersebut menjadi tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan menjadi catatan hitam dalam sejarah perjalanan hidup manusia," ujar Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Zainut Tauhid Sa'adi, lewat pesan yang diterima Republika,Sabtu (25/11).

Dia menuturkan, Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan maupun pembunuhan, apalagi pembantaian terhadap orang yang sedang melaksanakan ibadah di dalam masjid. Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat biadab dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama.

"Islam adalah agama damai, di dalam peperangan mengajarkan untuk tidak boleh membunuh perempuan, orang tua, anak-anak, para rahib, merusak bumi, memutilasi mayat dan lain sebagainya," kata Zainut.

Oleh karenanya, sambung Zainut, sangat menyedihkan jika kemudian ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama melakukan tindakan brutal dan sadis. Menurut dia, perilaku semacam itu pada hakikatnya justru hanya menodai kesucian ajaran agama Islam.

MUI meminta Pemerintah Indonesia agar memelopori penyelenggaraan pertemuan negara-negara Islam untuk melawan ancaman terorisme dan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Karena hal tersebut merupakan ancaman bagi perdamaian dunia.

MUI menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas wafatnya para korban. "Semoga para almarhum menjadi syahid yang ditempatkan di dalam surga oleh Allah SWT. Kepada seluruh keluarga yangd itinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah ini," kata Zainut lagi.


Credit  REPUBLIKA.CO.ID



Pemboman Masjid, Turki Kibarkan Bendera Setengah Tiang


Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir
Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir


CB, ANKARA -- Turki pada Ahad (26/11) mengumumkan bahwa Senin menjadi hari berkabung nasional buat korban serangan teror mematikan di Provinsi Sinai Utara di Mesir, sehingga menewaskan lebih dari 300 orang.

Bendera direncanakan dikibarkan setengah tiang di perwakilan Turki di negeri tersebut dan di luar negeri, demikian pengumuman Kantor Perdana Menteri di dalam satu pernyataan tertulis, Senin (27/11).

Sedikitnya 305 orang tewas dan lebih dari 100 orang lagi cedera ketika penyerang membom satu masjid di Kota Kecil Bir Al-Abed di Provinsi Sinai Utara, lalu mereka melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang beribadah pada Jumat (24/11).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Binali Yildirim, Wakil Perdana Menteir Bekir Bozdag serta para pejabat senior lain mengutuk serangan teror di Mesir tersebut dan menyampaikan belasungkawan kepada rakyat Mesir.


Credit  republika.co.id

Reaksi Dunia atas Bom Bakda Salat Jumat di Masjid Mesir




Reaksi Dunia atas Bom Bakda Salat Jumat di Masjid Mesir
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi berpidato beberapa jam usai serangan bom bunuh diri di masjid Al-Rawda, Sinai, Jumat (24/11/2017). Para pemimpin dunia mengutuk serangan teror ini. Foto/Screengrab Foto/REUTERS



KAIRO - Para pemimpin dan organisasi dunia angkat bicara setelah serangan bom bunuh diri menewaskan 235 orang di masjid Al-Rawda, Sinai, Mesir. Serangan bom dan penembakan ini terjadi sesaat setelah salat Jumat berlangsung, kemarin.

SINDOnews pada Sabtu (25/11/2017) merangkum komentar para pemimpin dunia terkait tragedi serangan bom di Mesir tersebut. Berikut reaksi mereka;

Mesir
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi bahwa tentara Mesir akan menanggapi tragedi serangan bom di masjid itu dengan kekerasan.

Dia meminta orang-orang Mesir untuk bersatu dalam menghadapi terorisme, dan bersumpah untuk membalas serangan tersebut. Presiden Sisi juga berjanji akan memulihkan keamanan dan stabilitas.

“Apa yang terjadi ditujukan untuk menghentikan usaha kita guna menghadapi terorisme, ini bertujuan untuk menghancurkan kehendak kita dan menggoyahkan kepercayaan orang-orang Mesir, namun kita teguh dan akan terus memerangi terorisme,” katanya.

PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan tersebut. PBB menyebutnya sebagai serangan teroris ”keji dan pengecut”.

”Semua tindakan terorisme bersifat kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutuk pembantaian tersebut sebagai serangan mengerikan dan pengecut.

”Dunia tidak bisa mentoleransi terorisme, kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka!,” tulis Trump di Twitter.

Trump mengatakan bahwa dia akan menelepon Presiden al-Sisi untuk membahas serangan tersebut.”Kita harus lebih pintar dan lebih tangguh dari sebelumnya,” lanjut Trump.

Vatikan
Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus mengeluarkan sebuah pernyataan belasungkawa kepada Mesir. ”Kekudusan-Nya menyertai semua orang yang memiliki niat baik dalam memohon agar hati yang dikeraskan oleh kebencian akan belajar untuk meninggalkan jalan kekerasan yang menyebabkan penderitaan yang begitu besar, dan merangkul jalan damai,” kata Paus. 

Uni Eropa
Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan di Twitter bahwa dia terkejut dengan serangan terhadap sebuah masjid di Sinai Utara. “Pikiran saya ada di Mesir dan semua yang terpengaruh oleh tindakan jahat dan pengecut ini,” tulis dia.

NATO
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut serangan tersebut ”barbar”.

Inggris
Perdana Menteri Inggris Theresa May menggambarkannya sebagai ”tindakan jahat dan pengecut”.

Turki
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dalam pidatonya di Istanbul mengutuk serangan bom di Sinai. ”235 orang yang tidak bersalah terbunuh, ada ratusan lainnya yang terluka. Apakah ini kemanusiaan?,” katanya.

Indonesia
Pemerintah Indonesia mengutuk serangan teror yang menewaskan 235 orang di Mesir. Reaksi Indonesia disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati yang  sangat dalam atas korban meninggal dan mendoakan agar korban luka segera pulih," bunyi pernyataan yang diterima SINDOnews, Sabtu (25/11/2017).

Banyak negara lain juga mengutuk serangan di Sinai tersebut, termasuk Qatar, Italia dan Kuwait.




Credit  sindonews.com