Rabu, 29 November 2017

Dekati Perbatasan Rusia, Pesawat Mata-mata AS Dicegat Jet Tempur Su-30



Dekati Perbatasan Rusia, Pesawat Mata-mata AS Dicegat Jet Tempur Su-30
Pesawat jet tempur Su-30 Rusia. Foto/Sputnik



MOSKOW - Militer Moskow melesatkan pesawat jet tempur Su-30 setelah mendeteksi pesawat mata-mata Poseidon Amerika Serikat (AS) mendekati perbatasan Rusia dengan kecepatan tinggi. Pesawat mata-mata itu dicegat dan dikawal menjauh dari perbatasan Rusia.

Kejadian itu diungkap Kementerian Pertahanan Rusia. Pesawat mata-mata AS terdeteksi ketika terbang di atas Laut Hitam sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

”Setelah bergerak mendekat, jet tempur Rusia (Su-30) terbang di atas objek dan secara visual mengidentifikasinya sebagai pesawat pengintai Amerika Serikat, Poseidon,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dikutip Russia Today, semalam (28/11/2017).

Dalam pengumumannya hari Selasa, kementerian tersebut tidak menjelaskan tanggal kejadian tersebut.

Pada bulan Oktober, komandan yang bertanggung jawab atas Angkatan Udara Rusia di Distrik Militer Selatan, Jenderal Viktor Sevostyanov, mengungkapkan bahwa pesawat tak berawak AS, terutama Global Hawks, melakukan lebih dari 100 misi pengintaian di wilayah Laut Hitam sepanjang tahun ini. Rute utama dari pesawat mata-mata terletak di dekat Semenanjung Crimea dan pesawat tersebut terbang hanya berjarak 10-15 km dari perbatasan Rusia.

Ini bukan pertama kalinya Rusia harus melesawat sejumlah pesawatnya dalam menanggapi pesawat asing yang terdeteksi di dekat perbatasannya.

Pada bulan Juni, sebuah pesawat jet Su-27 Rusia menghalau jet tempur F-16 NATO saat pesawat tersebut mendekati pesawat yang membawa Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dalam perjalanan ke Provinsi Kaliningrad, Rusia barat.

Sebelum itu, pesawat mata-mata RC-135 AS yang terbang di atas Laut Baltik membuat ”putaran provokatif” terhadap jet Su-27 Rusia, yang dikirim untuk misi pencegatan.

Baik Pentagon maupun Pemerintah Washington hingga kini (29/11/2017) belum merespons atas pencegatan pesawat mata-matanya yang mendekati perbatasan Rusia.



Credit  sindonews.com



Jet Rusia Lakukan Manuver Berbahaya saat Cegat Pesawat AS


Jet Rusia Lakukan Manuver Berbahaya saat Cegat Pesawat AS
Ilustrasi P-8A Poseidon. (U.S. Navy via Reuters)


Jakarta, CB -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa jet tempur Su-30 Rusia melakukan manuver berbahaya ketika mencegat pesawat militer Washington, P-8A Poseidon, yang sedang terbang di atas Laut Hitam.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Michelle Baldanza, mengatakan bahwa SU-30 itu tiba-tiba melintas di depan pesawat AS dari arah kanan ke kiri.

Saat insiden selama 24 menit itu terjadi, SU-30 dan P-8A Poseidon hanya berjarak 50 kaki. Selama melakukan manuver itu, awak Su-30 juga mengaktifkan mesin pembuangan atau afterburners yang kerap mengeluarkan api.


“Aksi tidak aman ini tentunya berpotensi menimbulkan bahaya serius dan cedera bagi awak pesawat yang terlibat,” ujar Baldanza.


Menurut Baldanza, P-8A Poseidon terpaksa berbalik 15 derajat dan mengalami turbulensi yang sangat keras. Awak P-8A Poseidon pun mengaktifkan transponder, radar sinyal yang digunakan untuk mengetahui posisi pesawat ketika berada di angkasa.

“Pesawat militer AS tengah beroperasi di wilayah udara internasional pada Sabtu pekan lalu dan tidak melakukan hal apa pun yang memicu manuver jet tempur Rusia tersebut,” kata Baldanza, sebagaimana dikutip CNN.

Insiden ini bukan yang pertama terjadi antara pesawat militer AS dan Rusia. Pada awal Juni lalu, Rusia mengerahkan jet tempur untuk mencegat pesawat pengebom AS yang dilaporkan melintas di Laut Baltik, dekat perbatasan negaranya.


AS mengatakan pesawat pengebom itu terbang di wilayah udara internasional dalam suatu operasi rutin.

Kawasan Baltik dan Laut Hitam menjadi wilayah rentan insiden pencegatan pesawat kedua negara, terutama setelah Rusia meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut pasca-pencaplokan Crimea pada 2014.

Sejak itu, militer AS dan NATO makin gencar beroperasi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi pergerakan militer Rusia.




Credit  cnnindonesia.com