Rabu, 29 November 2017

Malaysia Minta TNI AD Latih Prajuritnya Menembak


Malaysia Minta TNI AD Latih Prajuritnya Menembak
KSAD TNI Jenderal Mulyono saat memberikan penghargaan kepada kontingen TNI AD yang meraih juara umum pada AARM 2017 di Singapura, 6-22 November 2017. Foto/SINDOnews/Sucipto


JAKARTA - Angkatan Darat (AD) Malaysia meminta TNI AD melatih petembaknya guna menghadapi lomba tembak Angkatan Darat negara-negara ASEAN atau ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2018 di Malaysia.

Permintaan tersebut tidak lepas dari keberhasilan kontingen TNI AD menjadi juara umum sekaligus memecahkan rekor dalam AARM 2017 di Singapura, 6-22 November 2017.

Pada perhelatan tersebut, Indonesia berhasil meraih sembila trofi,31 medali emas, 10 medali perak dan 10 medali perunggu. "Ke depan Malaysia juga minta dilatih karena tahun depan Malaysia menjadi tuan rumah. Tentunya sebagai tuan rumah tidak ingin juga dia malu di negaranya. Atau dia kalah," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono saat memberikan bonus dan hadiah rumah kepada kontingen petembak TNI AD di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa 28 November 2017.

Dia menilai, sebagai tuan rumah lomba tembak tersebut, Malaysia tidak ingin kalah dan malu di depan publik negaranya sendiri. "Minimal kan (Malaysia-red) harus mendapatkan trofi atau pun medali. keinginannya seperti itu. Sehingga sudah bicara dengan saya kemarin minta bagaimana dilatih. Kalau mengalahkan Indonesia, tidak mungkin tapi setidaknya dapat medali," tuturnya.

Selain Malaysia, ada beberapa negara ASEAN yang juga minta dilatih menembak. "Mungkin mereka kagum sekali dengan Indonesia sampai sekian kali juara terus. Mereka berpikir bagaimana caranya mengalahkan Indonesia. Ada beberapa negara yang minta dilatih negara kita. Yang sudah Brunei, Laos sudah," kata dia.

Adanya permintaan untuk melatih menembak, kata dia, menunjukkan negara lain mengakui kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam menembak.

Terkait permintaan tersebut, mantan Pangkostrad ini mengaku bersedia memberikan pelatihan kepada prajurit AD Malaysia. "Tentunya sebagai persahabatan, kita akan berikan (pelatihan-red) kepada mereka," ucapnya.

Dia mengaku menerima ucapan selamat dari seluruh KSAD negara-negara ASEAN atas prestasi yang diraih kontingen Indonesia sebagai juara umum diajang tersebut. 


Credit  sindonews.com



Juara Lomba Tembak, Prajurit TNI AD Dapat Bonus Uang dan Rumah


Juara Lomba Tembak, Prajurit TNI AD Dapat Bonus Uang dan Rumah
Kontingen TNI AD sedang berhormat kepada bendera merah putih setelah memenangkan lomba tembak di ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 di SIngapura, 22 November 2017. Foto/dok Puspen TNI


JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono memberikan bonus dan hadiah bagi para prajurit yang telah berhasil meraih juara umum dalam ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 di Singapura, 6-22 November 2017. 

"Sebagai wujud kebanggaan saya dan tali asih atas prestasinya, saya memberikan apresiasi sebuah rumah tipe 45," kata Mulyono di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Hadiah tersebut diberikan kepada Lettu Inf Syafrin Sihombing yang telah berpartisipasi dalam AARM sebanyak 10 kali dan tahun ini mendapatkan trofi Individual Championship untuk materi pistol putra dan Serka Priyanta yang telah berpartisipasi dalam AARM sebanyak 12 kali.

Pada tahun ini Serka Priyanta juga mendapat trofi Individual Championship untuk materi senjata otomatis. "Semoga ini menjadi ukiran kenangan atas prestasi saudara dalam membela nama baik TNI AD dan bangsa Indonesia di mata dunia," katanya.

Selain memberikan hadiah rumah, KSAD Jenderal TNI Mulyono juga memberikan bonus sebesar Rp851 juta kepada kontingen petembak tersebut. "Saudara telah memecahkan rekor dalam sejarah pelaksanaan AARM dengan memperoleh 9 trofi, 31 medali emas, 10 medali perak dan 10 medali perunggu," katanya.

Prestasi yang ditorehkan kontingen TNI AD tersebut jauh melampaui dari kontingen negara lain sehingga akhirnya mampu menyabet gelar juara umum untuk yang ke 12 kalinya dari 27 kali lomba tembak Angkatan Darat (AD) negara-negara ASEAN.

"TNI AD menjadi kontingen paling banyak menjuarai lomba tembak AARM. Hal yang dibanggakan adalah diraihnya juara tersebut berturut-turut sejak 2008 hingga 2014. Pada 2015 kita kalah dengan Thailand, tetapi 2016 dan 2017 kita raih kembali," katanya.

Mantan Pangkostrad ini berharap, tradisi juara ini bisa dipertahankan pada event-event yang akan datang. "Saya menaruh harapan 2018 di Malaysia, agar dapat bisa mempertahankan juara umum  dan bisa menambah raihan tropi dan medali yang telah diraih di AARM 2017 di Singapura," ucapnya.  




Credit  sindonews.com