Rabu, 29 November 2017

Jet Turki Gempur Posisi Kurdi di Irak




Jet Turki Gempur Posisi Kurdi di Irak
Angkatan Udara Turki juga diperkuat dengan pesawat tempur F4E Terminator buatan McDonnell Douglas, walaupun terhitung tua namun pesawat ini sangatlah ganas. Turki melakukan upgrade pada varian F4 sehingga pesawat ini mampu menghadapi pertempuran moderen. Selain Turki, F4 juga digunakan oleh Spanyol, Inggris, Korea Selatan, Jepang, dan Israel. Jet tempur ini mampu terbang hingga kecepatan 2,23 mach, dengan jangkauan tempur mencapai 680 km, dan mencapai ketinggian terbang 18 km. hvkk.tr

CB, Jakarta - Militer Turki mengatakan, jet tempur mereka menggempur posisi kelompok pemberontak Kurdi di Irak Utara, Senin.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa, 28 November 2017, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki mengatakan, serangan udara itu dilancarkan pada Senin, 27 November 2017, di Asos, Irak, kawasan pegunungan dekat perbatasan dengan Turki.
Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berjaga di dekat tank militer AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

"Gempuran itu berhasil menghancurkan 41 sasaran termasuk tempat berteduh dan terowongan milik kelompok teror tersebut," bunyi pernyataan militer Turki seperti dikutip TRT World.
Militer Turki menerangkan lebih lanjut, pesawat perang dan jet tanpa awak terlibat dalam serangan udara tersebut. "Mereka kembali dengan selamat ke pangkalan militer."
Pemberontak Turki yang tergabung ke dalam PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa
.
Seorang anak KUrdi Irak memegang cairan infus saat berada di kamp pengungsian Cukurca, Turki, 18 April 1991. Pada tahun 1991 Srdjan Zivulovic didokumentasikan pengungsi di Cukurca yang telah lolos dari operasi militer pemerintah Saddam Hussein. REUTERS/Srdjan Zivulovic
Selama lebih dari tiga dekade, mereka melakukan teror melawan Turki mengakibatkan tidak kurang dari 40 ribu orang tewas.

Sejak kelompok PKK ini melakukan perlawanan bersenjata terhadap Turki pada Juli 2015, lebih dari 1.200 orang tewas termasuk pasukan keamanan dan warga sipil.





Credit  TEMPO.CO