Jumat, 29 Januari 2016

Terungkap, Bahasa Manusia Tercipta di Tempat Ini

Terungkap, Bahasa Manusia Tercipta di Tempat Ini

sxc.hu
 
CB, Berkeley - Para ahli bahasa telah lama bersepakat bahwa sejumlah bahasa yang dikenal saat ini, dari bahasa Inggris, Yunani, hingga Hindi yang dikenal sebagai "bahasa Indo-Eropa", merupakan keturunan modern dari rumpun bahasa yang pertama kali muncul dari satu nenek moyang sejak ribuan tahun lalu. Kini sebuah studi terbaru memberi informasi lebih lanjut tentang kapan dan di mana bahasa Indo-Eropa itu banyak digunakan.

Menggunakan data lebih dari 150 bahasa, para ahli bahasa dari University of California, Berkeley, memberikan bukti bahwa bahasa nenek moyang ini terbentuk 5.500-6.500 tahun lalu. "Lokasinya di padang Pontic-Kaspia, yang terbentang dari Moldova dan Ukraina ke Rusia dan Kazakstan barat," tulis para peneliti seperti dikutip dalam Science Daily.

Tim peneliti, terdiri atas Will Chang, Chundra Cathcart, David Hall, dan Andrew Garrett, menuliskan temuan ini dalam artikel berjudul Ancestry-constrained Phylogenetic Analysis Supports The Indo-European Steppe Hypothesis yang diterbitkan dalam jurnal Language.

Artikel ini memberikan dukungan baru untuk "hipotesis stepa" atau "hipotesis Kurgan". Teori itu menyatakan bahwa bahasa Indo-Eropa pertama kali menyebar dengan perkembangan budaya di kawasan penggembalaan ternak sekitar 4.500-3.500 sebelum Masehi. Sebuah teori alternatif mengusulkan bahwa bahasa itu telah menyebar jauh lebih awal, yaitu 7.500-6.000 sebelum Masehi di Anatolia pada zaman Turki modern.

Chang dan timnya memeriksa lebih dari 200 set kata dari bahasa Indo-Eropa yang masih aktif maupun yang tidak lagi digunakan. Melalui pemodelan, mereka mengukur seberapa cepat kata-kata itu berubah dari waktu ke waktu. Berdasarkan tingkat perubahan bahasa, mereka menyimpulkan bahwa bahasa yang pertama kali menggunakan kata-kata ini mulai menyebar sekitar 6.500 tahun lalu. "Sesuai dengan hipotesis stepa," kata Chang.

Penelitian ini merupakan salah satu artikel ilmiah berbasis kuantitatif pertama yang mendukung "hipotesis stepa". Chang mengatakan metode penelitiannya dapat digunakan untuk mempelajari asal-usul keluarga bahasa lain, seperti Afro-Asia dan Sino-Tibet.


Credit  TEMPO.CO