Jumat, 29 Januari 2016

Misteri Franklin dan Kisah Kapal Tenggelam di Arktik


Misteri Franklin dan Kisah Kapal Tenggelam di Arktik

Ilustrasi kapal ekspedisi Franklin. AP/The Canadian Press, Public Archives of Canada
 
CB, Ontario - Kondisi kawasan perairan Arktik Kanada sudah bersahabat setelah musim dingin lewat. Memanfaatkan laut yang tenang itu, para peneliti arkeologi dan penyelam angkatan laut Kanada ke sana untuk menyelidiki reruntuhan kapal Inggris HMS Erebus. Bersama HMS Terror, Erebus lenyap secara misterius bersama 128 awaknya di perairan Arktik Kanada pada 1845.

Erebus teronggok di dasar laut yang dingin pada kedalaman 11 meter. Para penyelam mengakses jalur ke Erebus melalui lubang segitiga besar yang dibuat di lapisan es setebal dua meter. Penyelaman yang dilakukan para peneliti dari Parks Canada-lembaga pemerintah pelindung situs bersejarah-itu sangat berisiko.

Ryan Harris, arkeolog senior di Parks Canada, mengatakan tutupan es akan mengurangi gulungan ombak besar. "Tanpa ombak yang mengaduk lautan, material berbentuk partikel akan tetap berada di dasar laut sehingga kondisi air akan jernih. Ini seperti menyelam di dalam akuarium," kata Harris, seperti dikutip dari CBC News.

Lenyapnya Erebus dan HMS Terror menjadi teka-teki besar selama 170 tahun. Mereka berangkat dari GreenHithe di Kent, Inggris, dalam misi mencari Jalur Timur Laut yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Misi itu dipimpin Sir John Franklin, perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan petualang Arktik.





Credit  TEMPO.CO