Jumat, 22 Januari 2016

Lapan: Gerhana Matahari Total Sapa Indonesia pada 9 Maret 2016


Lapan: Gerhana Matahari Total Sapa Indonesia pada 9 Maret 2016

Ilustrasi menyaksikan gerhana matahari. AP/Shizuo Kambayashi
 
CBJakarta - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan, pada 9 Maret 2016, akan terjadi gerhana matahari total istimewa yang bisa disaksikan di 12 provinsi di Indonesia. “Istimewa karena, untuk wilayah daratan, hanya Indonesia yang bisa lihat, selebihnya Lautan Hindia dan Pasifik,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi pada Kamis, 21 Januari 2016.

Thomas juga mengatakan gerhana matahari total seperti ini pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, yaitu pada 1983, 1988, dan 1995. Gerhana matahari total yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 diperkirakan baru akan terjadi lagi pada 2023.

Gerhana matahari total ini akan bisa disaksikan dengan jelas di 12 Provinsi dari Indonesia bagian barat sampai timur. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, waktu puncak terjadinya gerhana adalah pada pukul 07.20 WIB.

Untuk Indonesia bagian tengah, puncak gerhana matahari total akan terjadi pada pukul 08.35 Wita. Sedangkan untuk Indonesia bagian timur, puncak gerhana ini akan terlihat pada pukul 09.50 WIT.

Provinsi yang penduduknya bisa melihat gerhana matahari total adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Selain itu, wilayah lain, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah, serta Maluku Utara.

Wilayah Indonesia lain yang tidak berada di 12 provinsi tersebut akan tetap bisa menyaksikan gerhana matahari meski hanya sebagian yang terlihat. Menurut Lapan, gerhana matahari total itu hanya akan terlihat selama 1,5-3 menit.

Thomas mengungkapkan, masyarakat bisa langsung menyaksikan fenomena ini dengan mata telanjang karena dinilai relatif aman. Namun, kalau untuk jangka waktu yang lama, ia mengatakan warga harus memakai kacamata dengan filter khusus. “Kalau sebentar dengan kacamata gelap biasa, bisa saja,” ujarnya.


Credit  TEMPO.CO