Rabu, 27 Januari 2016

Pemerintah Suriah Apresiasi Sikap Netral Indonesia


Pemerintah Suriah Apresiasi Sikap Netral Indonesia
Ilustrasi

DAMASKUS - Pemerintah Suriah mengapresiasi sikap yang ditunjukan pemerintah Indonesia dalam konflik yang terjadi di negara mereka. Dalam konflik yang sudah berlangsung lima tahun itu, Indonesia bersikap netral.

“Pemerintah Suriah sangat menghargai posisi Pemerintah Indonesia yang tidak berpihak dalam konflik yang terjadi di Suriah dan tetap membuka misi diplomatiknya di Damaskus dengan dipimpin oleh seorang Duta Besar,” ucap Pelaksana Konsuler I Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Damaskus, Makhya Suminar.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Sindonews dari KBRI Damaskus pada Selasa (26/1), Makhya menuturkan, sikap netral pemerintah Indonesia sangat membantu perwakilan Indonesia dalam melakukan evakuasi dan repratiasi warga negara Indonesia (WNI) di Suriah.

Sikap netral yang ditujukan Indonesia membuat hubungan Indonesia dengan pemerintah Suriah sangat baik. Hubungan yang sangat baik inilah yang membuat pemerintah Suriah tidak segan membantu perwakilan Indonesia untuk mengevakuasi WNI di negara mereka, khususnya dari wilayah yang rawan.

"Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah konflik dapat terlaksana berkat hubungan yang terjalin baik dan terus dibina antara KBRI Damaskus dengan Kementerian terkait di Suriah," sambungnya.

"Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Suriah dalam penyelamatan TKI Casih binti Waan patut dihargai, mengingat dalam kondisi sulit dan terkepung, militer Suriah masih bersedia menyelamatkan seorang TKI," imbuhnya.

Terbaru, berkat hasil koordinasi antara KBRI Damaskus dan pemerintah Suriah, seorang TKI bernama Casih binti Waan asal Subang, Jawa Barat dari wilayah Deir Ezzor yang hingga kini masih dikepung ISIS.


credit  Sindonews