Jumat, 22 Januari 2016

Sejarah Gerhana Matahari Total di Indonesia


JSejarah Gerhana Matahari Total di Indonesia
Orang-orang menyaksikan gerhana matahari di Eden Project, St Austell di Cornwall, Inggris, 20 Maret 2015. (AP/PA, Ben Birchall)
 
CB, Jakarta - Ramalan kapan terjadinya gerhana matahari pertama kali dicatat oleh orang Babilonia sebelum masehi. Mereka melakukan pengamatan pergerakan bintang, bulan dan matahari untuk menemukan keberaturan fenomena alam gerhana matahari.

Astronom asal Austria, Thomas Oppolzer, melanjutkan dengan membuat katalog gerhana matahari dan gerhana bulan sejak 1207 SM hingga 2162. Saat ini temuan-temuan untuk meramal gerhana matahari dan bulan dapat ditemukan pada website NASA dan timeanddate.

Kedua lembaga itu dapat diketahui serangkaian gerhana matahari total yang pernah menghampiri Indonesia. Khusus Jakarta baru akan dilewati Gerhana Matahari total pada 2049.

Berikut di antaranya :

18 Mei 1901
Daerah: Padang, Jambi, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Palu, dan Ambon

14 Januari 1926
Daerah: Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dan Pontianak

9 Mei 1929
Daerah: Aceh dan Sumatera Utara

13 Februari 1934
Daerah: Menado, Maluku Utara

4 Februari 1962
Daerah: Palu, Papua

11 Juni 1983
Daerah: Yogyakarta, Semarang, Solo, Kudus, Madius, Kediri, Surabaya, Makassar, Kendari, dan Papua

22 November 1984
Daerah: Papua

18 Maret 1988
Daerah: Palembang, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Bangka Belitung
Waktu: 2 menit 19 detik

24 Oktober 1995
Daerah: Sangihe
Waktu: satu menit 53 detik

9 Maret 2016
Daerah: Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, dan Ternate

20 April 2023
Daerah: Makassar dan Papua

19 April 2042
Daerah: Jambi

24 November 2049
Daerah: Jakarta

credit  TEMPO.CO