Selasa, 01 September 2015

Monyet dan Burung Elang Bantu Amankan Parade Perang Dunia II


Monyet dan Burung Elang Bantu Amankan Parade Perang Dunia II Ilustrasi monyet (Stockpick)
 
 
Jakarta, CB -- Angkatan udara China menggunakan monyet dan burung elang untuk membantu memastikan parade militer besar menandai kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada pekan ini berlangsung aman.

Dikutip dari Channel NewsAsia, hewan-hewan itu dikerahkan di sebuah pangkalan angkatan udara yang terlibat dalam parade militer yang akan berlangsung pada Kamis (3/9).

Petugas China, Wang Mingzhi menyatakan monyet dan burung elang bertugas mengatur migrasi burung agar langit China akan aman ketika parade jet tempur berlangsung.

Pasalnya, migrasi burung sering menjadi ancaman bagi pesawat karena burung dapat tersedot ke dalam mesin pesawat dan merusak mesing, berpotensi menyebabkan tabrakan.

Wang menyatakan waktu parade bertepatan dengan musim migrasi burung muda meninggalkan sarang mereka untuk terbang dan mencari makan. Hal ini dinilai sebagai ancaman untuk berlangsungnya parade jet tempur.

Terdapat hampir 200 pesawat tempur yang ikut ambil bagian dalam acara peringatan 70 tahun "Perang Perlawanan Rakyat China terhadap Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis" itu.

Beberapa foto di media China, Sina menunjukkan sejumlah kera berdiri dengan kaki belakangnya dan meniru salam hormat dari seorang perwira dalam seragam kamuflase di sampingnya.

Sina melaporkan terdapat 400 hingga 500 spesies hewan pada pangkalan militer tersebut, berpotensi mempengaruhi keselamatan pesawat.

Wang menyatakan para monyet telah "menguasai" keterampilan untuk menghancurkan sarang burung.

"Tidak ada masalah melakukan hal ini," kata Wang dalam laporan media pada Ahad (30/8), sembari menambahkan bahwa para monyet telah "lulus" setelah dilatih selama satu bulan.


Foto lain menunjukkan petugas militer tengah melatih anjing pemburu dan burung elang untuk mengusir burung.

Menurut laporan Sina, hewan-hewan yang "dipekerjakan" oleh militer China ini akan mematahkan ranting-ranting kecil tempat burung bersangkar. Seluruh proses tersebut hanya memakan waktu sekitar satu menit.

Menurut militer China, burung dengan spesies yang sama tak akan membuat sarang lagi di tempat yang sama dengan sarang yang telah dirusak oleh monyet.

Sebelumnya, China menggunakan senapan dan meriam air untuk menyingkirkan sarang burung. Namun, cara ini dianggap tidak efektif dan ekonomis ketimbang menggunakan monyet.

Sebagai imbalan atas "pelayanannya" para monyet akan diberi makan jagung.

Sementara, burung elang dilatih untuk mengusir burung yang tenggah terbang di udara.

Kepada Beijing News, Wang menyebutkan tiga sampai empat elang diterbangkan ke langit setiap hari untuk "mencegah" adanya burung lain yang terbang di langit sekitar parade.

Parade Perang Dunia II pada Kamis akan dimanfaatkan Beijing sebagai ajang unjuk kekuatan dan pamer senjata di kawasan. Sebanyak 12 ribu tentara dan 500 peralatan tempur lainnya akan berparade melewati Lapangan Tiananmen.

Ini bukan kali pertama China menggunakan hewan untuk membantu mereka. Sebelumnya, kelinci, ayam dan merpati diletakkan di dalam kandang dan didatangkan ke lokasi ledakan di Tianjin untuk menguji apakah ada pencemaran udara atau tanah akibat bahan kimia.

Credit  CNN Indonesia