Selasa, 25 Oktober 2016

Israel Bersumpah Akan Berangus Militan di Gaza Jika Berulah

 
Israel Bersumpah Akan Berangus Militan di Gaza Jika Berulah  
Ilustrasi (Reuters/Ammar Awad)
 
Jakarta, CB -- Israel mengancam akan memberangus seluruh kelompok militan jika terus melakukan tindakan yang mengancam pendudukan dan pemerintahan Israel di sekitar wilayah Gaza.

Menteri Pertahanan Israel Avidgor Lieberman menyatakan bahwa Israel tidak berniat memulai perang baru di Jalur Gaza atau Tepi Barat. Namun, jika ada kelompok militan yang masih berulah melawan pedudukan Israel, Lieberman akan menghancurkan mereka.

"Sebagai menteri, saya tidak berniat memulai perang baru dengan tetangga kita di Jalur Gaza, Tepi Barat, Libanon, atau Suriah. Tapi Jika mereka (militan) memaksakan perang dengan Israel, saya tekankan itu akan menjadi konfrontasi terakhir mereka karena kami benar-benar akan menghancurkan mereka," kata Lieberman, Senin (24/10), dikutip dari AFP.

Lieberman juga mendesak Palestina menekan Hamas agar "menghentikan kebijakan politik gilanya" di Jalur Gaza sejak 2007 lalu. Hamas merupakan partai politik Palestina yang tidak mengakui pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas dari kelompok Fatah.

Lieberman juga menuding Abbas gagal menjaga perdamaian di Palestina. Pasalnya, perseteruan kelompok Fatah-Hamas hingga kini menjadi konflik internal yang membuat kondisi Palestina semakin terpuruk.

Menteri yang baru menjabat sejak Mei lalu ini memprediksi Abbas akan kalah dalam pemilu karena kegagalannya dalam menjaga kesatuan Palestina.

Kekalahan Abbas, tutur Lieberman, dapat memperbesar celah Hamas untuk mengambil alih Tepi Barat yang saat ini didominasi oleh kelompok Fatah. Di luar itu, Lieberman percaya ada jalan lain untuk mencegah hal itu terjadi.

"Cukup banyak warga Palestina yang memahami situasi dan mengerti jika harus memilih antara Hamas dan Israel, mereka akan memilih bermitra dengan Israel," ujarnya.

Lieberman merupakan pejabat pemerintah sayap kanan Israel. Meski tinggal di salah satu permukiman Yahudi di Tepi Barat, ia mengaku mendukung solusi dua-negara untuk mengatasai konflik dengan Palestina, termasuk soal pertukaran tanah.

Ia menekankan bahwa permukiman Yahudi di Tepi Barat akan tetap menjadi bagian dari Israel di bawah kesepakatan perdamaian final dengan Filipina. Ia juga menyerukan kemungkinan untuk melakukan barter wilayah dengan Palestina, seperti pertukaran antara wilayah Arab di Israel yang terletak di pinggir utara Tepi Barat dan sejumlah permukiman Yahudi.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Lieberman sempat mengancam Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniyam agar menyerahkan warga sipil Israel yang ditahan dan jenazah para prajurit Israel yang tewas dalam perang pada 2014 silam. Saat itu, Lieberman memberi tenggat waktu 48 jam kepada Haniya.

Ia kemudian menarik pernyataannya itu dan berjanji akan berkomitmen menerapkan "kebijakan yang wajar dan bertanggung jawab."




Credit  CNN Indonesia