Senin, 31 Oktober 2016

Cegah Ancaman NATO, Rusia Bangun Pangkalan Baru di Pesisir Laut Hitam

 
Angkatan Laut Rusia akan segera mendapatkan pangkalan baru di pantai Laut Hitam. Rencananya, sebanyak enam unit kapal selam diesel-elektrik Varshavyanka akan ditempatkan di sana sebagai perlindungan terhadap aktivitas NATO di kawasan itu.
 
NAVY base
Sebanyak enam unit kapal selam Varshavyanka (Proyek 636.6) akan ditempatkan di pangkalan baru Armada Laut Hitam di Novorossiysk. Sumber: Vitaliy Ankov/RIA Novosti
Kementerian Pertahanan Rusia sedang menyelesaikan pembangunan tahap final tiga dermaga untuk kapal selam Rusia di kota Novorossiysk (1.500 km sebelah selatan dari Moskow). Menurut paparan narasumber di kompleks industri militer kepada RBTH, sebanyak enam unit kapal selam Varshavyanka (Proyek 636.6) akan ditempatkan di pangkalan baru Armada Laut Hitam tersebut.
“Saat ini, tiga di antaranya sudah ditempatkan pelabuhan kota — Rostov-na-Donu, Novorossiysk, dan Stary Oskol. Setiap kapal selam dilengkapi dengan torpedo bawah laut untuk menyerang kapal permukaan, serta rudal ‘Kalibr’ yang kemampuan tempurnya telah didemonstrasikan di Suriah. Rudal ini mampu mencapai target pada jarak hingga 2.500 kilometer,” kata narasumber kepada RBTH.
Menurutnya, keputusan untuk membuka pangkalan tambahan di Laut Hitam ini dilakukan karena meningkatnya aktivitas kapal NATO dalam beberapa tahun terakhir.
“Penempatan kapal selam Proyek 636.6 di Novorossiysk memungkinkan Rusia untuk memantau potensi ancaman di Eropa dan Timur Tengah,” katanya.

Mengapa Perlu Pangkalan Baru?

Awalnya, pangkalan laut baru di pesisir Laut Hitam dibangun karena adanya perbedaan pendapat dalam hubungan Rusia-Ukraina pascaruntuhnya Uni Soviet. Sejak 1991, pangkalan angkatan laut di Krimea diserahkan kepada Moskow untuk disewakan. Namun, segala pembaruan armada (sampai pada peluru terakhir) harus terlebih dulu dikoordinasikan dengan parlemen Kiev.
Menurut ahli militer TASS Viktor Litovkin, membatasi aktivitas Rusia di Krimea menjadi kebijakan Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet. Namun, setelah Krimea bergabung dengan Rusia pada 2014, situasi berubah dan reformasi skala penuh armada Rusia pun dimulai.
“Pangkalan Sevastopol kini menawarkan kesempatan unik bagi Moskow. Bersama-sama dengan pangkalan baru di Novorossiysk, Rusia sepenuhnya dapat mengawasi Selat Bosphorus, infrastruktur militer di Bulgaria, serta menetralisasi ancaman sistem pertahanan rudal AS di Rumania,” kata sang ahli.
Menurut Direktur Institut Politik dan Analisis Militer Alexander Khramchikhin, kunci ancaman sistem pertahanan rudal Amerika di Eropa Timur terhadap Rusia terletak pada kemampuannya untuk mengubah markas pertahanan menjadi penyerang dengan segera.

Ancaman Angin

Sejumlah analis menuturkan, kekuatan lokasi pangkalan baru Armada Laut Hitam terletak pada kemungkinan untuk membagi kapal dan kapal selam di beberapa pangkalan angkatan laut di kawasan yang sama. Namun demikian, di pangkalan Novorossiysk masih terdapat isu-isu kunci yang harus diselesaikan.
“Pertama-tama adalah kondisi iklim,” kata Litovkin pada RBTH. “Wilayah maritim Novorossiysk sering diterjang angin utara yang bertiup dari Pegunungan Kaukasus. Angin ini dapat menghantam sejumlah kapal dan rumah yang terletak di sepanjang jalurnya.”
“Angin dapat menghempaskan kapal hingga ke daratan dan menghancurkan infrastruktur militer. Pangkalan angkatan laut di sana kini tengah dibangun sedemikian rupa agar tiupan angin tidak menimbulkan bencana besar,” kata sang pakar.
Menurutnya, Rusia sedang membangun sebuah terowongan tambahan di Pegunungan Kaukasus untuk menghilangkan ancaman angin yang dapat merusak.







Credit  RBTH Indonesia