Kamis, 12 Juli 2018

Argentina Minta Bantuan Rusia Tangkap Penasihat Khamenei


Argentina Minta Bantuan Rusia Tangkap Penasihat Khamenei
Argentina meminta bantuan Rusia untuk menangkap pasihat Ayatollah Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati. Velayati diduga terlibat pemboman pusat Yahudi di Buenos Aires pada 1994 lalu. Foto/Istimewa

BUENOS AIRES - Seorang hakim federal Argentina telah meminta pejabat Rusia untuk menangkap seorang penasihat tingkat tinggi pemimpin tertinggi Iran. Hal itu terkait pengeboman pusat Yahudi (AMIA) di Buenos Aires pada tahun 1994 lalu.

Ali Akbar Velayati dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Velayati adalah menteri luar negeri Iran saat serangan teroris itu terjadi. Ia diduga terlibat dalam memerintahkan pengeboman tersebut. Saat ini, Velayati menjadi penasihat urusan internasional untuk Ayatollah Ali Khamenei.

Velayati adalah salah satu utusan khusus yang dikirim Iran ke berbagai negara sebagai tanggapan atas penarikan Amerika Serikat (AS) dari kesepakatan nuklir 2015 pada awal tahun ini.

“Setelah kesalahan strategis Trump dalam penarikan secara sepihak, Republik Islam Iran memutuskan untuk mengirim utusan khusus ke berbagai negara yang menyampaikan pesan pejabat tinggi Iran yang berisi sikap, posisi, dan pendekatan kami terhadap gerakan AS yang arogan dan ilegal ini,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi dalam menggambarkan kunjungan Velayati ke Moskow.

Menyusul laporan berita dari kunjungan itu, Hakim Rodolfo Canicoba Corral meminta penangkapan Velayati. Surat perintah penangkapan internasional terhadap Velayati dan tujuh pejabat Iran lainnya telah dikeluarkan sejak 2006. Pemboman AMIA menewaskan 85 dan melukai ratusan lainnya seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (12/7/2018).

Iran juga diyakini berada di belakang bom mobil 1992 yang menghancurkan Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires, menewaskan 29 orang dan melukai 242 orang.

Pada 2016, menjelang perjalanan Velayati lainnya, Argentina membuat permintaan untuk penangkapannya ke Singapura dan Malaysia tetapi tidak berhasil.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga bertemu dengan Putin di Moskow pada Rabu ketika ia membahas tuntutan Israel untuk penarikan pasukan Iran dari Suriah, di mana mereka membantu pasukan rezim Damaskus dalam perang sipil.




Credit  sindonews.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar