Senin, 09 Juli 2018

Turki Sukses Kembangkan Senjata Laser Penembus Baja


Ilustrasi HELIOS.[Lockheed Martin via Newatlas]
Ilustrasi HELIOS.[Lockheed Martin via Newatlas]

CB, Jakarta - Pengujian Sistem Laser Energi Tinggi buatan Turki, yang disebut dengan Proyek IIN, telah selesai dan berlangsung sukses. Uji Coba ini menunjukkan keefektifan senjata jarak jauh yang efektif.
Dilansir dari Daily Sabah, 8 Juli 2018, sistem senjata laser Turki ini adalah produk Pusat Informasi Keamanan dan Informasi Turki, Tübitak Bilgem, dan telah diperkenalkan oleh Undersecretariat for Defense Industries (SSM).

Berdasarkan laporan pengujian, sistem senjata menunjukkan mampu menembus pelat lapis baja setebal 22 milimeter dari jarak 500 meter.
Senjata laser ini dikembangkan untuk membasmi ancaman yang ditimbulkan oleh kendaraan udara dan laut tak berawak pada kisaran jarak 500 meter serta alat peledak improvisasi dan material mencurigakan di kisaran jarak 200 meter.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat tembakan senjata laser Gamma.[Northrop Grumman via Newatlas]
Sistem pertahanan laser awalnya dikembangkan oleh perusahaan raksasa pertahanan Turki, ASELSAN. Sistem ini dapat digunakan pada platform kapal, pembangkit listrik, bandara, kantor polisi perbatasan, pos militer dan rute transit konvoi.
Pengujian ini difokuskan pada sumber daya laser sistem yang tinggi, biaya penembakan yang rendah, serta amunisi berkapasitas tinggi, penembakan secara simultan, deteksi target optik dan sistem pelacakan target.

Perusahaan pertahanan ASELSAN telah mendesain, mengembangkan dan memproduksi sistem komunikasi militer, radar dan sistem peperangan elektronik, sistem elektro-optik dan sistem pertahanan dan senjata untuk militer Turki, selain ekspor ke luar negeri, dan kini mulai mengembangkan senjata laser untuk proyek persenjataan masa depannya. Produsen senjata Turki ini menempati peringkat ke-58 dalam daftar 100 raksasa pertahanan dunia teratas pada 2016, menurut mingguan bergengsi AS, Defense News.




Credit  tempo.co